. Permintaan Terakhir

1034 Kata

42. Permintaan Terakhir  “Cepat masuk. Romo mau ketemu sama kamu.” Tidak seperti dugaan Naren, kata itu yang justru diucapkan oleh Bulik Sarini, meskipun dengan nada ketus bercampur kesal. Tapi Naren tak mau ambil pusing dan cuma mengangguk ke arah Bulik sebelum menggandeng tangan Sashi memasuki kamar Eyang. Sementara itu, Bulik mengikuti masuk dari belakang, membuat Naren curiga jika Eyang akan mulai lagi memaksa Naren. Tiap langkah terasa kian berat. Naren mengendalikan kegugupan dengan mengeratkan tautan tangannya. Harum rempah, kayu manis serta sedikit aroma melati langsung menyambut Naren ketika memasuki kamar Eyang. Ternyata di dalam sudah ada Ibu dan Karna. Sedang duduk di kursi kayu menghadap ranjang Eyang. Ketegangan serasa menguar ke udara ketika Naren membungkuk pada Eyang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN