6. Bertemu Denganmu (4)

978 Kata
Bab 6 : Bertemu Denganmu (4) ****** “EH, Sa, sausnya mana?” tanya Windy pada Salsa, rekannya, tatkala ia baru saja duduk di salah satu kursi yang ada di restoran cepat saji. Dia menaruh pesanan ayam beserta nasinya di atas meja, lalu melihat ke arah Salsa yang masih berdiri di depan sana, berjarak sekitar dua meter dari posisi mereka duduk. Windy duduk berseberangan dengan Indah yang baru saja menaruh minuman serta french fries pesanan mereka di atas meja. Salsa yang mendengar pertanyaan dari Windy itu kontan tersadar dan tertawa. Dia lalu menjawab, “Oalaaaah. Iya, iyaaa, aku ambilin bentar!” Windy dan Indah lantas tertawa ketika melihat Salsa yang mulai berbalik dan berjalan dengan cepat, mengambil saus untuk mereka bertiga. Windy mulai berkomentar, “Emang ada-ada aja itu bocah, padahal udah diingetin tadi.” Indah tertawa. “Ya biasalah. Dia, kan, emang rada pikun.” Windy terkekeh geli. Sembari menunggu Salsa, ia pun berbicang dengan Indah dan wajahnya terlihat begitu semringah. Sudah lumayan lama ia tidak hang out begini dengan Salsa dan Indah meskipun mereka semua bekerja di hotel yang sama dan di posisi yang sama, yaitu resepsionis. Hari ini mereka sudah janjian untuk pergi bersama setelah pulang kerja. Jadi, di sinilah mereka sore ini, memutuskan untuk makan terlebih dahulu di restoran cepat saji sebelum nantinya mau keliling-keliling mall dan berbelanja. Tak lama kemudian, Salsa sampai di meja mereka dan dia menaruh saus-saus yang dibawanya itu di atas meja. Dia pun duduk di sebelah Indah. “Gilaa, antriannya puuaanjang banget, Rek.” Indah mengernyitkan dahi. “Lah, itu kamu bisa cepet.” “Lho, kan, cuma crat crot crat crot. Ya cepetlah,” jawab Salsa dengan spontan. Windy dan Indah kontan tertawa kencang. Mereka tak peduli dengan sekitar, padahal sebenarnya saat itu pengunjung restorannya cukup ramai. “Itu beneran saus, ‘kan, Sa? Bukan cowokmu?” tanya Indah seraya masih ngakak, lalu Salsa kontan menampar pundaknya. “Ya gaklah, anjir. Kalo yang punya cowokku, jangankan crotnya, bentuknya aja aku gak tau.” Windy langsung tertawa lagi. Seraya mengambil sepotong ayam serta nasi untuknya sendiri, Windy pun mulai menepuk-nepuk pundak Salsa. “Sabar, sabar… Sabar yaa, Sa. Koen harus banyak belajar dari aku, berarti.” Kontan saja Indah tertawa lagi, tetapi kali ini Salsa juga ikutan tertawa. Seraya mengambil makanan mereka masing-masing, Indah pun berkomentar, “Bener, tuh, Sa. Kalo Windy ini dia udah jagonya. Hahaha!” Salsa semakin tertawa kencang; dia menepuk pundak Indah, lalu menoleh kepada Windy yang duduk di seberangnya. Ternyata Windy juga tertawa karena komentar Indah barusan. Akan tetapi, Salsa mendadak kepo. Dia mulai membenarkan posisi duduknya dan memajukan tubuhnya untuk bertanya kepada Windy. Kedua mata Salsa tampak melebar. “Eh, Win, kamu yok opo toh, sama pacarmu itu?” Windy yang sedang mengunyah makanannya itu lantas melihat sejenak ke arah Salsa. “Hm? Pacar yang mana?” Indah langsung tergelak. “Ya elah, mentang-mentang cowoknya nggak cuman satu, hahahaha!” Windy tertawa sampai kepalanya terangkat ke atas. Sementara itu, ekspresi wajah Salsa jadi datar. “Aku serius, kampret.” “Ya yang manaaa, anjir?” jawab Windy sembari terkikik geli. “Yang suka nge-crot-in gue dan bikin gue jadi berpengalaman gini, atau yang satu lagi?” Indah, yang masih mengunyah daging ayamnya, nyaris saja tersedak dan dia langsung tertawa terbahak-bahak. “Anjeeeer! Hahahaha!” Melihat Salsa yang menganga dan menggeleng tak habis pikir, Indah pun menatap Salsa. “Dia ini hebat, Sa. Itu, pacarnya yang satu lagi itu, dia terima dengan terpaksa cuma karena dia dikejar-kejar terus. Bayangin aja, si cowok fotografer itu udah tergila-gila sama dia dari SMA! Udah berapa tahun coba?! Buseeet!” Windy tertawa. Dia lalu menjawab Indah, “Yoi. Dia itu tergila-gila banget sama aku. Semua yang kuminta pasti bakal dikasihnya, hahaha!” “Ya ituuu! Cowok itulah yang aku tanyaaa!” ujar Salsa, jarinya langsung menunjuk Windy. “Kamu gimana sama cowok itu? Masih pacaran toh?” Windy mengedikkan bahu, lalu dengan acuh tak acuh, dia mulai lanjut makan. “Ya daripada risi karena digilain sama dia mulu dari SMA, mending aku terima aja dulu. Hitung-hitung sambil nikmatin apa yang dia kasih. Nggak ada salahnya juga.” “Itu Cak Frans bukannya udah tau soal hubungan kalian? Kok dia tetep mau ya sama kamu? Padahal kalau gitu jatuhnya dia jadi selingkuhanmu,” ucap Indah seraya terkikik geli. Windy kontan tertawa lepas, dia terlihat sangat senang sekaligus bangga. “Siapa dulu, dong? Aku gitu lho.” “Koen sebenernya sukanya sama siapa toh? Cak Frans atau si cowok fotografer itu? Eh, siapa namanya? Josh, ‘kan?” tanya Salsa. “He-em, namanya Josh,” jawab Windy seraya mengangguk. Dia menelan makanannya, minum sebentar, lalu tersenyum miring di depan Salsa dan Indah. “Ya aku sukanya sama Frans, dong, Rek. Kan kalian udah tau kalo aku nerima si Josh itu karena terpaksa dan kasihan. Lagi pula, itu cowok tergila-gila sama aku, jadi nggak susah minta apa-apa ke dia. Apa pun yang kumau pasti bakal diturutin dan dikasih. Jadi, kenapa enggak? Frans juga oke-oke aja kok asalkan kami tetap berhubungan.” Salsa mendengkus, lalu menggeleng berkali-kali dalam tempo lambat. “Kamu ini Win…Win. Aku ini, se-gendheng-gendheng-nya aku, cowokku gak pernah kumainin gitu. Itu padahal cowoknya guuaanteng gitu, tapi malah kamu main-mainin. Awas kena karma, lho.” “Pfffttt!” Windy mendadak tertawa geli; dia hampir menyemburkan makanan yang ada di dalam mulutnya. “Hari gini masih percaya karma aja kamu, Sa. Mana ada yang kayak begituan. Gini, ya, Sa. Kalau dia kuterima, jatuhnya aku jadi nolong dia, dong. Kan supaya dia nggak menderita seumur hidupnya karena kutolak. Dia malah bahagia banget, tuh, bisa pacaran sama aku.” Indah menambahkan, “Bener, keliatan banget kalo dia udah jadi b***k cintanya Windy, hahaha!” Salsa lalu menghela napas dan mengedikkan bahu. Dia mulai mencocolkan potongan ayamnya ke saus yang ada di piringnya, lalu berkata, “Ya udah, sembarang kamu.” []
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN