Part 8

1224 Kata
Randy pov Bel pulang pun berbunyi, semua murid berhamburan keluar kelas. Dhika yang duduk disebelahku pamit pulang duluan bersama silvi. Aku memasukam bukuku lalu kugendong tas warna hitam ku, lalu menuju meja depan menghampiri Ola dan Fani "Ola, Fani gue duluan ya, bye" Aku pun meninggalkan mereka dan segera berjalan menuju ruang osis. Banyak anggota osis yang sedang sibuk dengan kerjaanya masing-masing mereka menyapaku.. aku hanya menatap mereka lalu mengobrol tentang anggota baru yang akan mencalonkan menjadi ketua osis penggantiku. "Ini Rand daftar nama yang mencalonkan jadi ketua osis ataupun anggota osis dari kelas 10 dan 11" ucap Angga sekreraris osis Aku pun melihat daftar nama tersebut lalu kulihat ada nama Tiara Raisa Rahman, Tiara mencalonkan diri jadi ketua osis? "Ayoo Rand.. rapat mau dimulai" ucap Dini wakil ketua osis menepuk pundakku pelan, aku pun hanya mengangguk Aku pun berjalan mengikuti Dini yang ada didepanku menuju ruangan yang biasanya dipakai untuk rapat osis. Aku datang dan ruangan yang tadinya berisik pun hening seketika ketika mereka melihatku datang. Saat aku memasuki ruangan ini mereka pun bersorak "Happy birthday Randy" ucap mereka serentak, setelah itu diam sejenak, tidak ada yang membuka mulut jika aku sudah memandang dengan tatapan tajamku. "Terimakasih" ucapku dengan sedikit senyum. Aku berdiri didepan dan fokus untuk rapat pemilihan calon ketua osis baru. Disampingku sudah ada Dini dan Angga "Oke, mari kita mulai rapatnya" Setelah ngomong panjang lebar didepan, akhirnya rapat pun selesai. Anggota yang lain pun setuju untuk pemilihan anggota dan ketua osis baru akan dilaksanakan hari senin pada saat selesai upacara bendera. "Oh, iya satu lagi gue ingin mengundang kalian semua diacara ulangtahun gue nanti malam di restoran grand bintang jangan lupa dateng" ucapku lalu berlalu meninggalkan ruangan yang sudah ribut kembali. Aku melihat jam yang melingkar ditangan kiriku sekarang pukul tiga sore.. pasti Tiara sudah menungguku lama, aku pun mempercepat jalanku menuju taman belakang sekolah. Aku melihat gadis berhijab duduk di bawa pohon besar. Taman ini sudah sepi hanya ada beberapa orang. Dengan cepat aku menghampirinya "Hai, Ra maaf sudah nunggu lama" ucapku lalu duduk disamping Tiara "Hei ka.. iya gpp, oiya ini ada sesuatu buat kaka, happy birthday ya ka" Tiara menyodorkan kotak kecil yang berbalut kertas berwarna hitam putih dari tas nya kepadaku "Hemm makasih ya Tiara" ucapku sambil menerima kotak kecil itu Tiara perempuan yang aku sukai sejak pertama bertemu saat dia mos. Ternyata dia adiknya Ola, kalau dilihat lihat sih memang mirip apalagi mereka memakai hijab. disekolah jarang yang memakai hijab karena ini sekolah swasta umum jadi kebanyakan siswa perempuan tidak memakai hijab. Walapun terlihat mirip tapi sifat Tiara beda dengan sifat Ola. Kalau Tiara lebih terlihat aktif dan mudah dekat dengan cowok tapi tetap jaga jarak, kalau Ola orangnya kalem walapun aktif juga dia tetap pada pendiriannya untuk tidak terlalu dekat dengan cowo. Aku memandangi terus wajah Tiara dari samping, Tiara yang merasa diperhatikan menengok "Kenapa ka? Ko liatinnya gitu banget sih" Aku yang dipandang tersenyum "Eh enggak ko Ra, oiya kamu calonin diri jadi ketua osis ya?" Tanyaku "Iya ka, gue emang kepengen jadi ketua osis dari dulu" "oh iya ada yang ingin kaka omongin sama kamu Ra" "Ngomong aja kali ka, ehh tunggu ko jadi "aku kamu" sih " "Yaa gpp Ra, aku kan sebentar lagi jadi kaka ipar kamu" jawabku pelan Tiara memandangku dengan tatapan anehnya "Maksud kaka apa?" "Jadi gini Ra, kaka mau minta maaf dulu sebelumnya sama kamu, maaf selama ini kaka udah gangguin kamu terus, jujur sampai saat ini kaka masih sayang dan cinta sama kamu, hemm kamu emang belum tahu tentang itu ?" Tiara mengernyitkan dahinya lalu menatap kembali aku "Tahu apa ka?" Aku pun diam sejenak lalu memulai cerita "Tadi malam keluargaku bertemu dengan keluarga kamu Ra yang ternyata adalah sahabat mama papa ku, kamu tahu? Aku menghela napas Aku dijodohin sama kakak kamu Ra, karena orangtua kita sudah menjodohkanku dengan Ola saat kami masih dikandungan, makannya ulangtahunku dengan Ola sama karena itu sudah direncanakan, dan aku gak bisa nolak itu semua Ra" ucapku lirih "Apa? jadi lu kak orang yang dijodohin buat ka Ola, gue udah diceritain perihal perjodohan ka Ola tapi mama gak bilang siapa orangnya dan ternyata elu kak" Aku mengangguk dan menatap kembali Tiara. Tiara terlihat kaget tetapi dengan cepatnya dia menutupi kekagetannya dengan wajah datarnya "Iya Tiara, maafin kaka ya karena kaka ga bisa nungguin kamu dan lebih memilih perjodohan ini, kaka tau kamu sebenarnya juga mencintai kaka kan? " "G.u..e ... gak ko kak gue gak cinta sama lo kak so tau, gue setuju ko kaka menikah sama ka Ola" Kaka tau Ra kamu juga suka sama kaka, walau kamu gak pernah balas cinta kaka dengan menerima kaka jadi pacar kamu. Kamu menutupi itu semua karena prinsip kamu yang sama dengan Ola tidak mau berpacaran "Sekali lagi maafin kaka ya Ra.." "Kenapa harus minta maaf ka? Gue gpp ko, oiya lo harus lupain gue ya ka hilangin rasa cinta lo ke gue.. gue gak mau lo sampe nyakitin ka ola, gue harap lo bisa mencintai ka ola seperti lo mencintai gue" ucap Tiara lalu menepuk pundakku "Makasih Ra atas pengertian kamu" aku tersenyum tipis "Yaa lo harus janji harus bahagiain ka Ola, karena ka Ola satu satunya kakak gue ka" "Iya aku janji Ra, aku akan coba mencintai Ola dan akan membahagiakannya" "Iya ka gue pegang janji lo, pulang yuk ahh udah sore nih" "Ayo aku anter pulang Ra" Tiara mengangguk lalu mengikutiku ke parkiran. Maafin gue Ra, tapi gue janji ga bakalan sakitin Ola. Makasih atas semuanya Tiara. .... Ola menunggu Tiara yang belum juga pulang, dilihatnya jam yang menempel didinding ruang tamu sekarang sudah jam 5 kurang, Tiara kemana ya.. tidak lama Ola mendengar suara motor berhenti didepan rumah, dengan penasaran Ola melihat dibalik jendela dan ternyata Tiara yang pulang diantar oleh Randy. Ola pun duduk kembali di sofa sambil menunggu Tiara masuk. "Assalamualaikum" ucap Tiara lalu membuka sepatunya didepan lalu menaruhnya di rak sepatu dekat pintu "Waalaikumsalam, ehh Tiara akhirnya pulang juga" Tiara hanya tersenyum lalu menaiki tangga yang ada di ruang tamu tapi dicegah oleh Ola yang sudah memegang tangannya "Kenapa ka? Aku mandi dulu ya kak nanti aku turun lagi oke, aku tau kaka pasti mau cerita, iyakan?" Tanya Tiara yang dijawab anggukan oleh Ola Tiara masuk kekamarnya lalu menutup pintu dan menguncinya, ditaruhnya tas di meja lalu ia menghempaskan badannya di ranjang. Menghilangkan rasa lelah sebelum mandi. Tiara menatap langit langit kamarnya ia memikirkan tentang ka Randy yang dijodohkan dengan ka Ola. Dengan tatapan kosong tiara menghembuskan nafasnya, lelah dengan perasaan nya sekarang ini yang disimpan lama dan sekarang harus merelakannya dan melepaskannya. Gak boleh sedih Tiara, lo harus kuat, lo harus bahagia melihat kaka yang lo sayangi menikah dengan orang yang lo sayangi juga.. semangat Tiara .. batin Tiara Setelah selesai mandi Tiara pun turun kebawah menemui kakanya. Jam menunjukan setengah enam sore "Eh mama udah pulang mah" sapa Tiara kepada mamanya yang ada disamping Ola "Iya Ra, oh iya ini dress buat kamu, dipake buat nanti malem ya" kata mama sambil memberi sebuah paperbag "Iya mah makasih, ka Ola jadi cerita gak? Ayo dikamar kakak aja sekalian siap-siap" tanya Tiara pada kakaknya "Iya ayo Ra, mah aku keatas dulu ya sama Tiara" pamit Ola "Oh iya La nanti kamu sama tiara dijemput nak Randy ya jam 7, mama sama papa duluan berangkatnya habis magrib" ucap mama yang dijawab anggukan oleh Ola dan Tiara.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN