Part 9

1674 Kata
Setelah solat magrib aku dan Tiara bersiap-siap aku memakai dress yang dibeli mama tadi berwarna pink dengan ku padukan hijab berwarna putih.  Sedangkan Tiara memakai dress berwarna biru muda dan dipadukan dengan hijab yang senada dengan dressnya. Setelah kami berdua sudah siap kami pun turun kebawah untuk menunggu Randy menjemput. "Ra kamu sudah tau kan perihal perjodohan kaka dengan anak sahabat papa?" Tanyaku pada Tiara. Karena tadi aku belum sempat curhat . Tiara yang sedang sibuk dengan handphonenya pun tersenyum lalu duduk di samping ku "Iya ka aku sudah tau, sabar ya kak.." "Iya Ra, masalahnya yang dijodohin sama kaka itu Randy sahabat kaka" "Hemm iya tadi ka Randy juga sempat bilang sama aku kak, terus gimana? Jalani aja dulu kak" "Iya de, tapi sebenarnya kaka gak enak banget sama hubungan kalian, apalagi sama Randy kaka seperti ngehancurin harapan Randy ke kamu, maafin kaka ya Ra karena kaka gak bisa nolak perjodohan ini" "Dengerin aku ya ka, aku sama ka Randy gak ada hubungan apa-apa, ka Randy juga udah nerima semuanya ko kak, jadi kaka ga usah merasa gak enak ya?" Tiara menggenggam tanganku erat lalu memelukku, aku pun hanya mengangguk. Tak lama  suara bel rumah  terdengar dibarengi dengan  salam Ting tong.. "Assalamualaikum" aku dan Tiara pun menyudahi pelukan Tiara tersenyum sambil menyemangatiku "Ayo ka mungkin itu ka Randy" kata Tiara sambil mengambil tas tangannya di mejaa "Iya ayo Ra" kami pun berjalan menuju pintu keluar dan segera membukakan pintu. "Waalaikumsalam, eh ka Randy udah dateng.. ayo kita langsung berangkat kan?" Tanya Tiara, yang ditanya pun bengong lalu menjawabnya dengan terbata Aku memandang Randy yang begitu berbeda tampilannya saat ini.. biasanya Randy hanya memakai pakaian biasa saja sekarang randy memakai jas dan kemeja berwarna pink yang senada dengan dressku, ko bisa sama ya? batin ku "Ehh... iya Ti..a..ra.. ehh ha..i O..la" ucap Randy terbata Randy pov Malam ini adalah malam yang paling menegangkan bagiku, karena apa?  Malam ini adalah acara syukuran ulang tahun ku dan Ola. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal biasa tapi apa iya dibilang biasa kalau acara syukuran ini dibarengi dengan acara lamaran. Yaa mama dan papa bilang kalau hari ini mama dan papa akan melamarkan Ola untuk diriku secara resmi walau ada atau tidaknya lamaran ini tetap saja perjodohan ini berlangsung. Aku pun hanya bisa mengikuti perintah kedua orangtuaku. Hari ini aku memakai kemeja berwarna pink dan jasnya yang sudah disiapkan oleh mama tadi, aku menata sedikit rambutku agar terlihat rapi. Jam sudah menunjukkan pukul 7 kurang 15 menit. Aku mengambil kotak kecil yang sudah dilapisi dengan kertas kado berwarna pink dan tidak lupa surat yang baru kubuat tadi sore yang sudah kusiapkan tadi sebagai kado untuk ola. Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan sedang. Tak lama mobilku sampai di depan rumah ola yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Aku menekan bel yang ada disudut kanan atas pintu "Assalamualaikum" Tak lama pintu pun terbuka "Waalaikumsalam, eh ka Randy udah dateng..ayo kita langsung berangkat kan?" Tanya Tiara "Ehh... iya Ti..a..ra.. ehh ha..i O..la" ucapku terbata Tiara dan Ola bener bener cantik malam ini Tiara yang memakai dress berwarna biru muda dan Ola memakai dress berwana pink.. tunggu kenapa Ola memakai warna yang sama sepertiku. Aku pun memperhatikan dress Ola dengan bajuku "Hai, Rand" sapa Ola dengan senyum di bibirnya "Cielah warna bajunya samaan nih, jadi cocok deh malam ini kalian berdua, serasi banget hehe" ucap Tiara sambil tertawa, Ola hanya diam lalu menundukkan kepalanya mungkin malu "Hahaha iya ko bisa samaan ya? Ya sudah ayo La, Ra kita jalan sekarang nanti telat lho" aku pun berjalan duluan ke mobil lalu membukakan pintu belakang untuk Ola dan Tiara. Tiara dan Ola sama sama duduk dibelakang sedangkan aku sendiri didepan karena aku yang menyetir. Perjalanan dari rumah Ola ke restauran tidak membutuhkan waktu yang lama karena jalanan kosong dan tidak macet. Kami pun sampai di restaurant. Kami pun turun dari mobil lalu masuk kedalam restaurant. Ola pov Aku, Randy, Tiara sedang berada diperjalanan menuju restaurant karena jalanan kosong kami pun sampai dengan cepat. Aku pun turun dari mobil lalu masuk kedalam restaurant. Aku dan Tiara berjalan dibelakang Randy. Setelah sampai dipintu masuknya aku melihat sekeliling Restaurant yang sudah diubah bentuknya. Indah dan mewah itulah kesan pertama saat aku memasuki resraurant ini. Suasana yang cukup ramai karena sebagian teman temanku sudah datang. Aku,Randy,dan Tiara akan menemui para orangtua terlebih dahulu yang sudah menunggu di ruangan private dilantai 2 yang dikhususkan untuk keluargaku dan keluarga Randy. Aku bingung kenapa mama dan papa memesan ruangan private untuk apa coba? Kenapa gak bergabung dilantai bawah saja? Kami pun sampai diruangan private setelah diantar oleh salah satu pelayan "Assalamualaikum" ucap kami bertiga "Waalaikumsalam" jawab mereka yang ada di dalam ruangan Kami pun menyalimi para orangtua, disitu ada mama,papa, om Andhika, tante Rahma, satu orang pria yang tidak kukenal juga satu orang wanita sambil menggendong anak yang usianya sekitar 3 tahunan yang juga tidak kukenal. Setelah bersalaman kami pun duduk dikursi yang sudah disediakan aku duduk ditengah samping kiriku Randy samping kananku Tiara lalu didepanku wanita dengan anaknya lalu disampingnya pria yang sepertinya suami wanita itu. Lalu diujung sebelah kananku orangtuaku, diujung sebelah kiriku orangtua Randy. Setelah itu aku dikenalkan dengan wanita dengan anaknya tadi dan pria disampingnya yang ternyata kakak Randy  ka Irma dengan suaminya Aldi Brawijaya serta anak mereka Adelia. Mama dan papa pun mengenalkan Tiara dengan om Andhika dan tante Rahma Setelah berkenalan dan sedikit mengobrol kami pun segera turun kebawah karena acara segera dimulai. Author pov Ola dan Randy berjalan berdampingan tetapi dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Banyak pasang mata para undangan yang melihat mereka. Terdengar suara mc yang sudah berdiri di atas panggung kecil yang dibuat di depan,membuat para undangan diam dan menatap ke arah panggung "Assalamualaikum wr wb" ucap si mc "Waalaikumsalam wr wb" jawab para tamu undangan "Selamat malam semua, selamat datang di acara syukuran ulang tahun Ola dan Randy yang ke 17" ucap si mc dengan suaranya yang lantang Ola, Randy serta keluarga sudah duduk di meja bagian paling depan "Oke sebelum acara kita mulai mari kita membaca doa untuk kedua teman kita yang sedang berulang tahun hari ini. Semoga apa yang diinginkan mereka berdua bisa tercapai. Doa menurut kepercayaan masing-masing  mulai" Para undangan pun menundukkan kepala sejenak lalu berdoa menurut kepercayaannya masing-masing "Selesai.. oke setelah ini kita sambut kedua teman kita untuk memberikan sepatah dua kata. Ayo Randy dan Ola silahkan naik ke panggung " ucap mc dan disambut dengan tepuk tangan para undangan. Randy dan Ola pun naik ke atas panggung. Randy mengambil mic dari mc lalu mengucapkan sepatah dua kata lalu diiikuti juga dengan Ola. Setelah memberi sambutan Randy dan Ola menemui teman-temannya. Teman-temannya pun memberi selamat dan juga kado. Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan-makan yang sudah disediakan di resraurant dengan diiringi lagu yang dinyanyikan oleh Randy. Suara tepuk tangan meriah karena Randy yang menyanyikan lagu dengan suara yang sangat bagus. Ola yang mendengarkannya ikut tersenyum karena suara Randy yang merdu "Suara yang bagus Rand, sepertinya aku baru mendengar suaramu saat ini" ujar Ola saat Randy sudah ikut berkumpul dengan Ola dan para sahabatnya "Iya karena ini spesial untukmu Ola, happy birthday ya ola, semoga apa yang kamu inginkan bisa tercapai, malam ini kamu terlihat lebih cantik Ola" ujar Randy Ola tersipu malu karena Randy yang tidak biasanya memuji sekarang memuji Ola cantik "Hemm kamu bisa aja Rand, iya amin kamu juga ya, selamat hari kelahiran, semoga kamu bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, makin sayang sama orang tua, teman dan juga sahabat, ini buat kamu Rand" Ola menyodorkan kotak kecil berwarna hitam, Randy pun menerimanya lalu ia juga memberi korak berwarna pink ke Ola, "Ini juga buat lo ola, semoga suka" mereka pun saling menebar senyum.. Fani,Silvi dan Dhika pun ikut tersenyum lalu mereka berfoto bersama. Acara pun telah selesai karena jam sudah menunjukan pukul 21.40 para tamu undangan pun sudah pulang.  Keluarga Randy dan keluarga Ola belum pulang.. karena menurut para orangtua acara belum selesai, dan mereka memasuki private room yang tadi sudah dipesan. Dua keluarga pun sudah duduk berhadapan. Andhika papa Randy membuka suara. "Sebelumnya selamat ulang tahun ya untuk Ola dan Randy" Ola dan Randy mengangguk "Sebenarnya saya disini berniat untuk melamar putri kamu Man, untuk menjadi istri Randy. Walau sebelumnya kita sudah menjodohkannya tapi saya rasa perlu untuk melamar Ola untuk Randy secara resmi" ujar Andhika, semua yang ada diruangan hanya diam tak ada yang berbicara "Dengan senang hati saya menerima lamaran kamu Dhik, tetapi lebih baik kita tanyakan langsung dengan Ola" jawab Rahman, Randy yang sedari tadi hanya diam karena gugup pun berbicara lalu menghadap ke depan Ola "Ola, maukah kamu menikah denganku?" Ucap Randy sambil mengeluarkan kotak cincin dari kantong jasnya dan menyodorkannya pada Ola Ola menatap nanar keseluruh orang yang ada diruangan, ia sendiri tidak tahu harus jawab seperti apa karena sejujurnya Ola belum siap dengan hal ini. Ola menghela nafas dengan mengucapkan bismillah ia pun menjawabnya "Bismillahirahmannirrahim, saya menerima lamaran dari om Andhika untuk Randy,  tapi apa ini tidak terlalu cepat?" Tanya Ola ragu Randy bernafas lega karena jawaban Ola ia pun duduk kembali ketempatnya. Kali ini yang menjawab adalah Rahman papa Ola sendiri "Insyaallah tidak Ola, walau kalian masih muda papa yakin kalian bisa menjalin rumah tangga dan juga terhindar dari zina jika kalian berduaan papa tidak kuatir lagi" ucap Rahman "Jadi bagaimana kalau kita percepat pernikahan mereka satu bulan lagi Man?" Tanya Andhika membuat Ola dan Randy kaget "apa satu bulan lagi?" Ucap Randy dan Ola barengan "Iya sayang  setelah mengurus ktp kalian bisa langsung menikah dengan berbagai persyaratan yang akan kami selesaikan" ujar Gita, mama Ola "Semakin cepat lebih baik, tentang sekolah kalian itu bisa diatur dan dirahasiakan, toh sebentar lagi kalian lulus" ujar Rahma mama Randy, yang lain seperti Tiara, Irma,dan Aldi hanya memerhatikan tanpa bicara sedikit pun. Setelah berdebat masalah pernikahan akhirnya Randy dan Ola pun menyetujuinya dengan syarat mereka hanya melakukan ijab&qabul dan syukuran yang dihadiri kerabat, saudara dan sahabat terdekat saja dirumah Ola tanpa ada resepsi sebelum mereka berdua lulus sekolah. Setelah itu Ola dipakaikan cincin oleh Rahma sebagai tanda ola sudah terikat dengan Randy, begitu juga dengan Randy.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN