Pagi hari di hari minggu membuat Ola malas keluar kamar setelah acara tadi malam. Ia memutuskan untuk dikamar saja sambil berdiri di balkon kamarnya menghirup udara pagi. Hari ini Ola benar-benar masih tidak percaya bahwa dirinya sebentar lagi akan menikah, ia masih bingung dengan keputusan yang sudah dibuat apa ia bisa menjalankan ini semuanya? Ola bertanya tanya pada dirinya sendiri sambil memandangi cincin yang ada dijari manisnya.
Lalu ia beralih pada kotak berwarna pink yang diberi Randy kemarin, la pun membuka kotak itu yang ternyata isinya sebuah kalung dan sepucuk surat. Ola pun memakai kalung tersebut lalu membuka amplop untuk membaca suratnya.
Dear Ola
Happy birthday sahabatku ola, semoga sehat selalu, panjang umurnya, Tiada kado yang lebih berharga dihari ulang tahunmu
selain doaku untukmu.
Semoga pikiranmu semakin luas dan cerdas,
semoga hatimu semakin bersih dan bijak,
semoga akhlakmu semakin terampil menawan dalam kebajikan..
Met Milad sahabatku
Hai ola aku mau minta maaf jika selama ini aku banyak salah, apalagi dengan adikmu tiara, selama ini aku selalu mengganggu tiara dengan mendekatinya dan berharap bisa dekat dengannya.. tapi takdir berkata lain.. kita dijodohkan.
Ola mungkin ini terlalu cepat buat kita. Ola aku tahu mungkin aku tidak pantas untuk menjadi calon imammu, karena aku tahu kau mengidamkan suami yang baik dan mapan sesuai dengan kriteriamu, tapi aku tahu aku sangatlah jauh dari calon suami idamanmu, tapi aku akan mencoba menjadi suami yang kamu idamkan ola.
Kamu itu terlalu baik untukku, sifatku dan sifatmu sangatlah jauh berbeda, apakah kamu bisa menerimaku nantinya?
Jujur, saat pertama aku dengar kita dijodohkan awalnya aku menolak la, karena kamu adalah kakak dari orang yang kucinta, rasanya mungkin gak enak dan aku ingin menolaknya tapi mungkin ini memang takdir dan aku pun tidak bisa menolak permintaan orang tuaku untuk menikah denganmu, jadi aku terima permintaan mereka
Mungkin memang kita belum saling mencintai. Tapi aku akan berusaha mencintaimu disaat kamu menjadi istriku nantinya.
Ola kau adalah sahabat dan wanita yang terbaik yang ku kenal, maukah kamu menikah denganku??
-Sahabatmu Randy-
Seketika jantung Ola berdegup kencang setelah membaca ini, Randy yang dikenal telah melamarnya, Ola gak nyangka Randy bisa menerima semua ini padahal Randy masih mencintai Tiara adiknya. Ola masih memegang kertas itu dengan perasaan yang tidak karuan.
Tak lama suara ketuka pintu bunyi
Tok Tok Tok
"Ka Ola" seru tiara dari luar kamar
Ola menyimpan kertasnya didalam laci lemarinya, setelah itu membuka pintu kamarnya.
"Kaka gak papa?" tanya Tiara saat pintu sudah dibuka.
"Gak papa, emangnya kaka kenapa" jawab Ola sambil berjalan masuk kedalam kamarnya lagi disusul Tiara
"Abis tumben kaka gak keluar kamar dari tadi" Ola tersenyum
"Kaka gpp ko dek, lagi mikirin tentang semalam aja" Tiara memandang kakaknya
"Kak serahin semuanya ke Allah, semoga ini jalan yang terbaik untuk kita semua, percayakan semuanya kepada Allah ya kak, aku yakin ka Randy bisa ngebahagiain kaka"
"Hemm iya Ra"
....
Hari demi hari pun di lewati Ola ia sekolah seperti biasanya dan melupakan perihal pernikahannya dengan randy sejenak.
Dua minggu sudah setelah acara lamaran berbagai persiapan pernikahan pun sedang disiapkan oleh para orangtua.
Randy dan Ola juga sudah mulai belajar dikantor yang diajari langsung oleh orang kepercayaan papa Ola dan papa Randy. Setiap pulang sekolah mereka belajar mengenal perusahaan dan mempelajari semua tentang dunia perbisnisan.
Hari ini Ola dan Randy berniat memberi tahu sahabatnya tentang pernikahan ini. Setelah pulang sekolah Randy dan ola mengajak sahabatnya berkumpul karena hari ini Ola dan Randy tidak ke kantor. Mereka berlima bertemu di cafe tempat mereka biasa nongkrong.
Setelah memesan makanan mereka pun ngobrol sambil tertawa bersama, bercanda ria. Mereka sangat merindukan moment seperti ini karena belakangan ini pada sibuk dengan urusan masing masing. mereka hanya bisa bertemu dan mengobrol dikelas saja jarang nongkrong bareng seperti ini.
"Akhirnya kita bisa kumpul juga yaa, udah lama kita gak pernah ke cafe ini berlima" ucap Dhika sambil meminum cappucino nya
"Iya.. gak terasa persahabatan kita sudah 5 tahun berjalan ya" ucap Fani
"Iya.. tinggal beberapa bulan lagi kita lulus sekolah, pasti nanti pada sibuk semua" ucap Silvi
"Iya semoga saja nanti kita masih bisa berkumpul seperti ini ya" tambah Ola
Yang lainnya mengangguk tanda setuju. Ola melirik Randy mengkode agar Randy bercerita
"Hemm sebenernya juga ada yang gue mau omongin kekalian" ucap Randy sambil memandangi sahabatnya
"Ngomong aja Rand, kita pasti dengerin kok" ujar Silvi
Randy mengeluarkan 3 buah kotak persegi panjang yang terbungkus plastik berwarna biru muda
"Gue sama Ola mau nikah"
"APA??" Ucap Fani, Silvi, Dhika serentak sampai orang yang ada di cafe memperhatikan mereka berlima
"Ssstt, iyaa aku sama Randy mau nikah 2 minggu lagi, aku sama Randy dijodohin" ucap Ola
Mereka bertiga membaca undangan yang diberi Randy tadi. Setelah itu mereka berkomentar banyak kepada Randy dan Ola
"Kok bisa?"
"Kalian serius?"
"Terus gimana sekolah kalian?"
"Ini gak salah La?"
"Kalian emang udah siap?"
Dan masih banyak pertanyaan lain yang keluar dari mulut Fani Silvi dan Dhika. Ola dan Randy pun menceritakan dari awal permulaan perjodohan sampai Randy melamar Ola. Ketiga temannya sungguh kaget luar biasa, tetapi mereka menerima apa yang sudah menjadi keputusan Randy dan Ola. Dan mereka hanya bisa menyemangati Ola dan Randy yang akan menikah muda.
"Gue hanya mengundang kalian, gue harap kalian bisa menjaga rahasia ini" ucap Randy
"Iya lo tenang aja bro" ujar Dhika
"Hemm Ola ku sayang bentar lagi nikah, berati yang masih jomblo gue dong, terus gue sama siapa?" Ucap Fani
Mereka tertawa karena ucapan Fani yang begitu menyedihkan.
"Hahaha yaudah ntar gue cariin jodoh buat lu yak" kata Dhika sambil menepuk nepuk pundak fani
"Iya Fan, abang gue lo mau gak dia lagi jomblo noh Fan" ujar Silvi sambil tertawa
"Ihh apa sih Sil gue masih bisa cari sendiri yak" ujar Fani sebal
Mereka pun tertawa bersama karena tinggal Fani lah yang masih menjomblo.
Silvi dengan Dhika masih berpacaran hingga saat ini, sedangkan Ola dan Randy akan menikah 2 minggu lagi.
...
Gak terasa waktu terus berjalan hingga 1 minggu lagi ola dan randy akan menikah. Berbagai persiapan sudah disiapkan. Tinggal menunggu hari H.
Ola dan Randy masih bersekolah seperti biasa. Tetapi perasaan ola begitu campur aduk. Sampai tidak berkonsentrasi belajar. Sibuk memikirkan bagaimana jika ia benar benar menjadi seorang istri.
Hari ini pelajaran matematika pelajaran yang disukai ola tetapi dari tadi ia tidak memperhatikan guru didepan sampai bel istrihat pun berbunyi.
Kring kring bel pun berbunyi tanda istirahat, para siswa pun berhamburan keluar kelas dan ada juga yang masih dikelas.
"Ola lo kenapa? Ko dari tadi gue perhatiin lo ga semangat banget" ujar Fani
"Ha.. gpp ko" ujar Ola sambil melipat tangan diatas meja dan menaruh kepalanya diatas tangan
Randy yang melihat Ola tidak bersemangat pun menghampiri Ola
"Lo kenapa ola? Sakit?"ujar Randy lalu duduk di kursi meja bagian depan. Ola yang melihat Randy langsung mengangkat kepalanya dan menggelengkan kepalanya
"Gpp ko Rand" ujar Ola sambil tersenyum
"Hemm gue tau lo kepikiran nanti hari sabtu ya?" Tebak Silvi
"Hemm yaa gitu deh"ucap Ola seadanya
Randy memandang ola
"Ga usah terlalu dipikirin La, gue yakin pasti akan baik-baik aja semuanya okey"
"Iya La udah jalani aja dulu... gue tau lu pasti tegang banget kan.. banyakin doa aja La" ujar Fani sambil memeluk Ola dari samping.
"Hemm iya makasih ya sahabat-sahabatku"
Yang lainnya hanya tersenyum melihat Ola kembali semangat. Sebenarnya Randy juga sama kepikiran perihal pernikahannya tetapi sengaja ia tutupi ketegangannya dengan memberi semangat kepada Ola.
...
Tiara pov
Gak terasa ka Ola dan ka Randy beneran mau nikah tinggal beberapa hari lagi mereka bakalan sah jadi suami istri. Semoga kakak bahagia ya kak.
Jujur aku kaget setengah mati saat acara ulangtahun mereka yang dibarengi dengan acara lamaran. Saat ka Randy melamar ka Ola kenapa hati ini rasanya sakit banget.
Sejujurnya aku juga sayang sama ka Randy aku gak bisa membohongi diriku lagi.. tetapi sudah terlambat karena aku baru menyadari perasaan itu.
Andai aku bisa memutar waktu untuk menerima ka Randy, tapi aku gak mau egois kebahagiaan keluargaku lebih penting dari segalanya. Aku tahu mama dan papa sangat bahagia karena ka Ola sebentar lagi menikah dengan lelaki pilihan mama dan papa.
Mungkin memang jodoh ka Ola adalah ka Randy, sahabatnya sendiri.
Hari ini aku sedang membantu mendekor bunga diruangan tengah. Ruang tamu pun sudah diubah sedemikian rupa. Walau sederhana tetapi masih terlihat indah dan mewah. Kulihat ka Ola yang baru pulang dari sekolahnya sedang memakirkan motor maticnya di halaman depan rumah.
"Baru pulang kak? Ko tumben sore banget" ucapku saat ka Ola sudah memasuki ruang tengah
"Iya nih Ra tadi ada tugas tambahan" ujar ka Ola sambil melihat suasana ruang tengah yang sudah diubah
"Ohh.. kak liat deh cantik kan bunga bunganya" kataku sambil mengambil bunga berwarna putih
"Hemm iya cantik banget Ra, ruangan ini juga cantik"
"Oh iya kak besok kan sudah jumat jadi kaka besok ijin gak usah masuk sekolah"
"Iya Ra.. aku gak nyangka sebentar lagi aku menikah Ra"
"Iya ka.. kakak udah siap kan? Selamat ya kakaku sayang" kataku sambil mencubit pipi ka Ola
"Iya Ra insyaallah aku siap"
Aku senang melihat kakaku bahagia walau kelihatan wajahnya yang begitu tegang. Aku akan selalu mendoakan kakak.