Part 12

2507 Kata
Alarm berbunyi nyaring membuat orang yang mendengar terbangun, jam menunjukan pukul 04.30. Ola terbangun dari tidurnya ia mengerjapakan matanya lalu beralih menatap seseorang yang tidur di sofa kamarnya. Ola tersenyum ia baru sadar kalau mulai hari ini ada seseorang yang menempati kamarnya yang tak lain adalah suaminya. Ola turun dari ranjang dan berniat membangunkan suaminya untuk solat subuh. "Randy bangun udah subuh nihh..  kamu solat di masjid gih.." ucap Ola sambil mengoyangkan badan Randy. Randy yang merasa tidurnya terganggu pun mengerjapkan matanya dan melihat seseorang yang sedang membangunkannya lalu langsung duduk di sofa dan menatap orang yang membangunkannya. "Ola, ngapain? Ko lo ada disini?" Ucap Randy, yang ditanya hanya melongo. "Hah ini si Randy lupa apa gimana sih" gumam Ola  pelan "Lupa apa emangnya Ola, ko lo bisa disini sih, terus ini dimana?" Ucap Randy yang masih belum sadar dengan keadaannya sekarang "Kamu lupa ya, baru kemarin kita menikah, sekarang kamu ada dikamar ku, lihat kamar pengantin kita" ucap Ola sambil menunjuk pada sisi kamarnya. Randy yang melihat menepuk jidatnya "Astaghfirullah, sorry la ko gue bisa lupa ya?" Ucap randy sambil mengusap wajahnya "Hem yaudah rand mungkin kamu terlalu cape sampe bisa lupa begini, udah sekarang kita siap siap solat subuh ya" ucap Ola lalu berdiri meninggalkan Randy dan beralih masuk ke kamar mandi. Sedangkan Randy menggeleng gelengkan kepala karena ia memikirkan kenapa bisa lupa kalau ia sekarang sudah menikah dengan Ola. ... Pagi yang cerah di hari minggu. Hari ini adalah sarapan pertama keluarga Rahman dengan menantunya. Mereka pun sarapan dengan hening hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. Setelah sarapan mereka berkumpul diruang tv untuk menikmati hari libur bersama keluarga apalagi sekarang keluarga Rahman mendapatkan orang baru dirumahnya. "Kalian besok tetap ingin masuk sekolah?" Tanya Rahman pada anak dan menantunya "Iya pah, Ola sedang banyak tugas dan ulangan, takut ketinggalan materi juga" ucap Ola sambil memakan buah yang sudah dipotong potong oleh mamanya yang terletak diatas meja. "Hemm tapi kan kalian baru menikah masa gak ada liburannya sih?" Ucap Gita "Liburannya kan bisa kapan aja mah, aku dan Ola lagi banyak tugas dan berbagai ulangan untuk persiapan ujian nasional nanti mah, jadi gpp ya kalo Randy dan Ola besok masuk sekolah?" Ucap Randy "Yasudah terserah kalian deh, mama ikut yang terbaik aja buat kalian" ucap Gita "Mulai besok kalian berangkat bareng ya, sekalian dengan Tiara juga. Jadi kalian berangkat bertiga" ucap Rahman "Hmm Ola naik motor aja ya pah, ga enak nanti kalo temen sekolah pada liat" ucap Ola "Iya pah, Ara sama ka Ola aja naik motor seperti biasanya." Ucap Tiara "Yasudah kalau itu mau kalian, kalo kamu Randy biasanya naik apa ke sekolah?" "Naik motor sih pah tapi kadang naik mobil juga, hari ini Randy niatnya mau ambil barang-barang perlengkapan sekolah yang masih dirumah sama motor pah"ujar Randy "Ya sudah Rand, kamu ambil aja sekarang biar ga kesiangan, Ola kamu temenin suami kamu ya" ucap Rahman "Iya pah" ... Ola dan Randy membawa mobil Ola untuk menuju kerumah Randy. Diperjalanan hening karena tidak ada yang membuka obrolan sampai tiba dirumah randy. "Ayo La turun, sudah sampai" ucap Randy sambil melepas seatbelt nya. "Eh.. iya Rand" Ola membuka seatbeltnya sedangkan Randy turun membukakan pintu ola. "Makasih Rand" Ola tersenyum Randy dan Ola pun mengetuk pintu rumahnya, tak lama pintu terbuka dan terlihat Irma kakak Randy yang membukakan pintu. "Ehh Randy Ola kalian kok udah kesini aja?" Ucap Irma. Randy dan Ola pun menyalami kakaknya "Iya kak, aku mau ambil barang-barang yang masih dirumah kak sama motor sekalian" ucap Randy pada kakaknya "Ohh yaudah ayo masuk" ucap Irma "Mama dan papa dimana kak?" Tanya Ola. Karena dari tadi ia belum melihat mertuanya. "Ada dikamar, sebentar ya kakak panggilin" Ola mengangguk sedangkan Irma berjalan masuk kedalam "Duduk La, berdiri aja"ucap Randy yang sudah duduk di sofanya "Iya" Ola pun duduk disamping Randy. Tak lama keluar dua orang paruh baya yang tak lain adalah kedua orangtua Randy. "Eh ada anak sama menantu mama" Rahma menghampiri menantunya, sedang Ola langsung mencium tangan mama mertuanya disusul dengan mencium tangan papa mertuanya "Iya mah, katanya Randy mau ambil barang yang belum dibawa kemarin" kata Ola "Ohhh.. kenapa gak minta dianterin aja Rand sama  supir" tanya Rahma "Gak mah, ga enak ngerepotin, Randy kan masih bisa ambil sendiri, lagi ada yang dibutuhin buat besok sekolah" ucap Randy "Kalian besok sekolah? Gak liburan dulu beberapa hari gitu?" Tanya Andhika "Gak pah, nanti saja setelah tugas dan ulangan selesai, iya kan Ola?" Jawab Randy "Iya pah soalnya lagi banyak tugas dan ulangan jadi takut tertinggal" ucap Ola, Andhika dan Rahma menganggukan kepala. "Ola nanti lain waktu kalian nginep disini ya" ucap Rahma sambil memegang tangan Ola "Iya mah insyaallah nanti Ola sama Randy juga nginep disini" "Yaudah mah pah aku sama Ola pamit kekamar dulu ya mau membereskan barang-barang dulu" Randy pun berdiri sambil menarik tangan Ola pelan seraya berkata "ayo La kekamar aku" Sesampai dikamar Randy Ola takjub melihat kamar randy yang begitu bagus dan rapi. Kamar yang didominasi warna biru tua. "Ini kamar kamu Rand?" "Iya Ola" "Kamu mau bawa apa aja Rand?" Ola yang melihat suasana kamar yang adem mencoba membuka pintu balkon. "Buku pelajaran, seragam, sama pakaian gue yang lainnya La" Randy menghampiri Ola yang masih belum bisa membuka pintu karena masih terkunci. Randy memberikan kunci pada Ola. "Ini kuncinya La, gue beberes dulu ya sebentar lo kalau mau disini juga gpp" Ola mengangguk lalu membuka pintu. Ola termenung di balkon kamar Randy sambil melihat pemandangan yang cukup indah. Ola sedikit sedih karena Randy masih berkata menggunakan "lo, gue" yang tandanya masih berbicara seperti sahabat. Satu jam Randy membereskan barangnya akhirnya selesai. Randy melihat Ola yang masih betah di balkon kamarnya menghampiri Ola dengan langsung memeluk Ola dari belakang. Ola kaget karena tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang. "Ngelamun aja, mikirin apa sih La?" Tanya Randy tanpa melepas pelukannya. Ola yang masih belum terbiasa membalikan badannya "Ehh Randy, gak kok ga mikirin apa-apa?"elak Ola. Randy melepas pelukannya lalu memandang Ola "Yakin nih gpp, gue liat ngelamun aja dari tadi" Tanya Randy lagi. "Ha gpp kok, kamu udah selesai beberesnya, mau dibantu gak?" Tanya Ola "Udah selesai kok La, oh iya gue kan mau bawa motor, barang-barangnya dimasukin kemobil lo ya La, gpp kan?" Tanya Randy "Ohh.. iya gpp Rand, kan emang tadi niatnya begitu" "Yaudah nanti lo duluan aja, nanti gue ikutin dari belakang ya La" "Iyya randy" ... "Udah gak ada yang ketinggalan lagi nih Rand?" Tanya Ola saat  menutup pintu bagasinya "Iya udah semua ko La, makasih ya udah bantuin" kata randy sambil mengusap kepala Ola yang tertutupi hijab. Ola merasakan desaran desaran saat disentuh Randy. Ola hanya menganggukan kepalanya. Setelah berpamitan dengan orangtua Randy, Ola pun memasuki mobilnya dan segera menjalankan mobilnya. Sedangkan Randy sedang memakai helm nya setelah itu Randy menjalankan motor ninja yang berwarna hijau nya. Menyusul Ola dan mengikuti Ola dari belakang mobilnya. Hari senin dimulainya aktivitas Randy dan Ola sebagai pelajar. Ola sedang memakai jilbab putihnya sedangkan randy masih didalam kamar mandi. Ola sudah mulai menyiapkan keperluan randy. Ola mengambil seragam Randy di lemari lengkap dengan dasi, topi,ikat pinggang, serta kaus kaki. Randy keluar kamar mandi hanya memakai handuk yang dililitkan sampai pinggangnya membuat tubuh bagian atasnya terlihat. Ola yang sedang memasuki buku kedalam tasnya kaget saat melihat Randy tidak menggunakan bajunya dikamar mandi "Astghfirullah Randy kenapa gak pake bajunya dikamar mandi aja sih" ucap Ola sambil memutar badannya ke arah lain. "Hehehe lupa La, gue pake disini aja ya sebentar doang,  jangan balik badan dulu ya" ujar Randy "Iya, cepetan" Randy segera memakai seragamnya setelah selesai ia pun menghampiri Ola yang masih berbalik badan dengan dasi yang melingkar di lehernya "Udah nih La, tolong pakein dasi dong" ucap Randy sambil memutar badan Ola "Kenapa gak pake sendiri sih" "Aku kan mau dipakein sama istriku ini" ucap Randy sambil mencubit pipi Ola gemas. Muka Ola sedikit merah karena Randy yang baru saja mengatakan bahwa dirinya adalah istrinya. Ola pun mulai memasangkan dasi, karena Randy yang agak tinggi ia pun sedikit berjinjit membuat jarak yang sangat dekat. Setelah selesai Ola baru saja ingin pergi tapi tangan Ola ditahan oleh tangan Randy di d**a Randy. Ola meneguk ludahnya ia sekarang berada di jarak yang sangat dekat dengan Randy. Randy menatap Ola penuh dan semakin dekat jarak diantara mereka. Ola yang seperti terhipnotis dengan tatapan randy membuat ola diam saja dan memejamkan mata. Tiba-tiba benda kenyal menempel di bibir Ola. Randy yang kehilangan kendali menempelkan bibirnya ke bibir Ola. Ola yang kaget membuka sedikit bibirnya membuat Randy bisa masuk sedikit kedalam mulut Ola. Randy melumat bibir Ola, Ola yang merasakan hanya diam tidak membalas ciuman Randy. Jantung Ola berdetak begitu kencang karena baru pertama kali ia ciuman. Randy terus melumat bibir ranum Ola hingga tanpa sadar Ola membalas ciuman Randy seadanya, walau Ola baru pertama kali ciuman begitu juga dengan Randy. Mereka menikmati ciuman mereka masing-masing sampai suara ketukan terdengar Tok tok tok "Ola Randy kalian tidak turun nanti terlambat sekolahnya lho" teriak sesorang dari luar kamar membuat Ola dan Randy melepaskan ciuman mereka. Randy dan Ola mengambil nafasnya setelah beberapa detik berciuman. Randy menjadi salah tingkah begitu juga dengan Ola. Ola mengambil tasnya dan segera keluar kamar karena Ola malu dengan kejadian tadi. Randy yang masih dikamar merasa dirinya bodoh karena terbawa suasana ia mencium Ola. Tetapi ia sejujurnya senang karena bisa mencium Ola dan Ola membalasnya. Randy  segera keluar kamar untuk sarapan. Ola yang masih mengingat kejadian tadi tidak mau menatap Randy dan hanya menunduk karena ia malu bisa-bisanya ia menerima ciuman Randy. Ia mengambil piring lalu menyendoki nasi goreng untuk dirinya. mamanya yang melihat ada yang aneh dengan putrinya menegurnya. "Kamu kenapa sih La? itu ambilin dong nasi gorengnya juga buat suami kamu" kata mama Ola sambil menyendoki nasi goreng untuk suaminya. Ola mengangkat kepalanya lalu tersenyum tipis "Ehh, iya mah" Ola pun menyendoki nasi goreng dipiring Randy lalu menyerahkan kepada Randy "Segini cukup Rand?" Tanya Ola tanpa menatap Randy "Iya cukup, makasih Ola" ucap Randy sambil menerima piring yang diberi Ola. Randy tahu kalau Ola sedang canggung karena kejadian tadi. Randy hanya tersenyum tipis sambil memakan sarapannya. Setelah sarapan Ola, Randy dan Tiara pamit kepada orangtuanya untuk sekolah. Mereka pun berjalan bertiga ke garasi rumah. Ola ingin mengeluarkan motornya tapi sayang saat dilihat ternyata ban motornya kempes. Tiara yang melihat kakaknya belum mengeluarkan motor pun bertanya "Kenapa kak motornya" tanya Tiara "Ini de, kempes motornya" jawab Ola "Yaudah naik mobil aja kak" ucap Tiara Randy yang melihat ban motornya kempes pun juga bingung karena kemarin sepertinya baik-baik saja kok bisa kempesnya barengan begini "Motor gue juga kempes nih Ra, kok bisa sama begini ya?" Ucap Randy pada Tiara "Yaudah kalian naik mobil aja, biar Randy yang nyetir ya" ucap papa Ola yang tiba-tiba datang sambil berjalan kearah mobilnya "Iya kak, barengan aja dari pada ribet harus mompa dulu" ucap Tiara, Ola mengangguk, Randy pun segera mengambil kunci mobil Ola yang ada diatas kulkas. Rahman tertawa sendiri di dalam mobilnya karena ia lah yang mengempesi motor anaknya agar mereka ada alasan untuk berangkat bersama. Setelah itu Randy memasuki mobil Ola, sedangkan Tiara sudah membuka pintu belakang dan masuk kedalam mobil disusul Ola yang ingin masuk dan duduk dibagian belakang tetapi ditahan oleh Tiara "Eh kakak kenapa dibelakang, didepan sana kasian kak Randy dia kan bukan supir" ucap Tiara mendorong pelan  kakaknya keluar mobil. Ola mendengus pelan lalu terpaksa membuka pintu depan dan segera masuk kedalam. Randy yang melihat hanya tersenyum. Randy pun segera menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah menuju sekolahnya. Diperjalanan pun hening. Randy sesekali melirik Ola yang sedang melihat kearah jendela. Sesampainya diparkiran sekolah, Tiara pamit untuk keluar duluan karena ia sedang buru-buru. Randy melepaskan seatbeltnya begitu juga Ola, disaat Ola ingin keluar dari mobil tangan Randy menahannya. Ola pun menengok ke arah Randy. "Ola maafin gue yang tadi ya.. guuee.."belum Randy selesai berbicara sudah dipotong Ola "Ga ada yang perlu dimaafin Rand" ucap Ola singkat "Tapi.. lo sepertinya marah ya?" Tanya Randy, Ola tersenyum sambil menggeleng "Ennggak ko Rand, kita kan sudah sah, wajar kalo kamu mau hal itu" ucap Ola "Tapi kok dari tadi diem aja" "Akku cuman maaluu aja Rand" ucap ola lalu menundukan kepalanya. Randy mengangkat wajah ola dengan lembut ia kembali menatap mata Ola "Makasih ya La" Ola hanya mengangguk. Dengan cepat Ola mengambil tangan Randy dan mencium punggung tangannya "Aku sekolah dulu ya suamiku, assalamualaikum" ucap Ola dan langsung keluar dari mobil. Randy yang masih dimobil menggelengkan kepalanya. Padahal kan kita sama sama sekolah, kenapa harus pamitan? Padahal kan nanti pasti ketemu lagi dikelas batin Randy Randy pun keluar mengikuti istrinya yang sudah jalan terlebih dahulu. Sesampainya didepan kelas Ola dan Randy masuk kedalam kelasnya barengan.  Didalam kelas sudah ramai oleh para siswa. "Assalamualaikum" ucap Ola "Waalaikumsalam" jawab semua temannya. teman-temannya menatap ke arah Ola dan Randy karena tumbenan Ola bareng sama Randy. "Tumben lu la bareng Randy" tanya Mirna teman sekelas Ola yang diketahui menyukai Randy "Hemm iya, tadi motornya Randy kempes jadi dia nebeng sama aku" ucap Ola apa adanya "Ohh.." Mirna beralih kepada Randy "Rand, pulangnya bareng gue aja yuk, sekalian kan kita searah" ucap Mirna merayu Randy "Gak usah, gue bisa pulang sendiri" ucap Randy dingin lalu ia berlalu dan duduk disamping Dhika. Mirna pun manyun dan kembali duduk ditempatnya "Oyy bro, ko lo udah sekolah aja sih, gimana malam pertamanya?" Bisik Dhika pada Randy yang baru duduk "Hemm parah Dhik masa gue bangun bangun lupa kalo gue udah nikah sama Ola" ucap Randy pelan yang hanya bisa didengar Dhika. Dhika tertawa terus masih mendengarkan cerita Randy "Eh lu ngapain sih pada bisik bisik" ucap Silvi yang melihat pacarnya berbisik bisik dengan suaranya yang keras membuat Ola dan Fani yang duduk didepan menengok. Dhika hanya tertawa melihat pacaranya yang kepo. "Sini lah Sil" Silvi pun mendekat Dhika mendekatkan bibirnya di telinga Silvi "Lagi nanyain malam pertama Randy dan Ola" bisik Dhika pada Silvi. "Astaga.. gue kira apa, Ola Fani sini dah" panggil Silvi. Ola dan Fani pun menghampiri mereka lalu duduk mengitari meja berlima. "Kenapa sih?" Tanya Ola yang bingung karena sahabatnya pada tertawa. Silvi membisikkan sesuatu kepada Ola. Ola kaget karena perkataan Silvi. "Astaghfirullah kalian kenapa sih, aku gak ngapa-ngapain kok sama Randy" ucap Ola pelan. Randy hanya tertawa melihat istrinya yang terlihat panik "Sudah sudah kasian tau Ola mukanya udah merah, tadi pagi gue sama Ola cuma kissing kok iya kan Ola?" Ucap Randy pelan karena takut ada yang mendengar perkataanya. Ola yang mendengar melotot pada Randy lalu mencubit tangannya pelan "Aduhh sakit tau La" ucap Randy sambil megusap tangannya "Lagi apaan sih kaya gitu masa diceritain" ucap Ola yang wajahnya terlihat merah. Yang lainnya hanya tertawa "Ciee Ola uhuyy .. gue belom pernah tuh sama Silvi" ucap Dhika sambil menggoda Ola dan Silvi "Ihhh apaan sihh ya gak ada kissing kissingan sebelum halal" ucap Silvi sambil mencubit tangan Dhika, Dhika pun meringis kesakitan "Udah ah kalian mah malah mesra mesra an kan kesian gue yang jomblo" ujar Fani sambil cemberut "Ehh iya lupa kan ada yang jomblo" ucap Randy sambil tertawa yang diikuti tawa Silvi dan Dhika. Mereka pun tertawa dan bercanda pagi-pagi sampai bel pun berbunyi. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN