Part 13

2823 Kata
Setelah pulang sekolah Randy dan ola memasuki kamar Ola yang sekarang adalah kamarnya juga. Randy merebahkan dirinya langsung diranjang Ola, sedangkan Ola mengambil pakaian ganti dan segera menggantinya di kamar mandi. Ola keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya tak lupa dengan jilbab langsungan juga. Randy yang tidak tidur memandang istrinya yang baru keluar dari kamar mandi lalu duduk ditepi ranjang. "Ola ko masih pake jilbab sih, emang gak gerah?" tanya Randy "Enggak sih biasa aja Rand, malah enak" kata Ola sambil menaruh pakaian kotornya dikeranjang pakaian kotor "Buka aja sih, gue belum liat rambut lo La, kan kita udah mukhrim" kata Randy sambil membuka seragamnya meninggalkan kaos dalamannya saja "Ehh.. hem iya deh" ucap Ola sambil membuka jilbabnya. Randy terperangah melihat rambut Ola yang hitam panjang. Kemudian randy mengambil sisir, dan menyuruh Ola duduk disampingnya "Sini gue sisiri La" Ola mengangguk ia duduk disamping Randy, Randy pun memulai menyisir rambut Ola yang lurus dan lembut. "Hem Rand  boleh minta sesuatu gak?"ucap Ola "Lo mau minta apa emangnya" jawab Randy "Hemm kamu kalau ngomong sama aku bisa diganti gak dari "gue,lo" jadi "aku,kamu" biar enak gitu didengernya" ucap Ola pelan takut Randy tidak mau melakukan permintaannya "Hemm emang kenapa La, harus ya?" Ucap Randy asal "Hemm gak sih, yaudah deh kalau kamu gak mau" ucap Ola pasrah "Siapa yang bilang gue gak mau, iya aku coba ya Ola" ucap Randy menyudahi menyisir rambut Ola. ... Malam pun tiba, segala aktivitas hari ini sudah selesai dan waktunya beristirahat. Ola yang melihat suaminya yang harus tidur di sofa merasa kasihan. Ia menghampiri Randy dan mengajak Randy tidur seranjang "Rand, tidur di ranjang aja ya, kasian kamu nanti badannya pada sakit semua" ucap Ola "Kamu yakin gak papa?"tanya Randy meyakinkan Ola "Iya gpp, kita kan gak ngelakuin apa-apa cuma tidur doang" ucap Ola sambil berjalan menuju ranjangnya "Yaudah bener nih ya" Randy menghampiri Ola yang sudah duduk diranjang. Dan akhirnya mereka pun tidur seranjang dan dibatasi guling ditengahnya. Adzan subuh berkumandang, Ola yang mendengarnya terbangun dan membuka matanya saat ingin bangun dari ranjangnya ada sebuah tangan melingkar diperutnya. Ola kaget dan reflex melepaskan tangan Randy dengan kasar. Randy pun terbangun  dari tidurnya. "Kenapa sih La" kata Randy sambil mengucek matanya "Kamu nih tidurnya peluk-peluk emang aku guling?" Ucap Ola yang sedikit kesal "Hahaha aku kira kenapa, maaf aku juga gak sadar meluk kamu, abisnya anget sih dipeluk kamu" ucap Randy "Hemmm, yaudah ayo siap-siap solat subuh" ... Pagi ini Randy berangkat bareng dengan Ola dan Tiara karena motornya masih kempes dan belum sempat dipompa. Randy menaiki mobil Ola dan langsung berangkat saat Ola dan Tiara sudah masuk ke mobil. Mulai hari ini Ola dan Randy harus kekantor  untuk belajar lagi. Ola dan Randy harus pintar-pintar memilah pelajaran. Mereka juga harus fokus untuk ujian nasional nanti. Ola dan Randy sama-sama sibuk belajar. Mereka benar-benar belajar keras mulai hari ini dan seterusnya. .... Hari demi hari dilewati Ola dan Randy bersama. Setelah 2 minggu tinggal dirumah Ola, Randy mengajak Ola untuk tinggal dirumah orangtuanya. Ola pun menyetujui. Ola dan Randy pun pindah kerumah orangtua Randy untuk 2 minggu kedepan. Orangtua Randy menyambut kedatangan anak dan mantunya. Mama Rahma sangat menyayangi Ola seperti anaknya sendiri. Begitu juga dengan Ola. Memang Ola dan mama Rahma langsung dekat dan cepat sekali akrabnya. Setelah dua minggu Randy dan Ola tinggal di kediaman orangtua Randy, mereka balik lagi kerumah orangtua Ola untuk tinggal disana. Karena orangtua Ola dan Randy masih belum mengizinkan anaknya tinggal sendiri jadi Ola dan Randy menurut saja. Dan akhirnya setelah beberapa kali mereka bolakbalik tinggal mereka memutuskan untuk tinggal dirumah Ola dengan jangka waktu yang agak lama karena capek harus bolak-balik setiap dua minggu sekali dan sesekali mereka menginap dirumah orangtua Randy. 3 bulan sudah usia pernikahan ola dan randy. Selama itu mereka berdua semakin dekat. Menjaga satu sama lain, saling menutupi kekurangan masing-masing dan masih banyak hal yang dilakukan pasangan muda ini. Tetapi Randy dan Ola masih belum melakukan hubungan suami istri karena mereka masih takut, mereka berdua hanya melakukan hal yang sewajarnya. Randy dan Ola merasakan nikmatnya pacaran setelah menikah, mereka gak harus kuatir memikirkan dosa. Ola yang sudah mencintai Randy dari awal pernikahan mereka. Ola merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Randy adalah cinta pertama ola yang juga menjadi suaminya. Randy pun juga sama, sekarang ia benar-benar mencintai Ola karena seiring waktu berjalan cinta hadir ditengah kehidupan mereka. Randy juga sudah melupakan cintanya terhadap adik iparnya. Selama 3 bulan ini rumah tangga randy dan Ola lancar dan mulus saja tanpa ada hal besar di rumah tangganya. Ola bersyukur karena rumah tangganya baik-baik saja. Disekolah juga ia masih merahasiakan statusnya hanya sahabat saja yang tahu dan masih mendukungnya. Diawal tahun baru ini Ola dan Randy memutuskan untuk refreshing sejenak sebelum akhirnya ia benar-benar fokus dengan ujian nasional yang kurang lebih 3 bulan lagi. Randy mengajak Ola kepuncak hari ini, Ola setuju dan segera menyiapkan perlengkapan yang mau dibawa. Karena mereka tidak menginap jadi hanya membawa sedikit barang "Ayo Rand udah siap semua nih" ucap Ola lalu menggendong ranselnya "Sini La aku aja yang bawa, ayo kita berangkat sekarang" ucap Randy sambil menggandeng tangan Ola Setelah berpamitan dengan papa mama, Ola dan Randy berangkat menuju puncak menggunakan mobil Randy. Beberapa jam perjalanan mereka pun sampai di puncak, mereka memutuskan untuk singgah dulu di masjid at ta'awun puncak. Lokasi masjid yang dikelilingi  pemandangan indah membuat suasana Hati menjadi sejuk. Ola menikmati suasana masjid setelah ia solat. Dibelakang masjid ini juga terdapat curug, air terjun at ta'awun. Setelah menikmati pemandangan di sekitaran masjid Ola dan Randy melanjutkan perjalanannya menuju restoran rindu alam. Yang lokasinya tidak jauh dari masjid ini. Cukup menyusuri terus jalan lalu menanjak sampai melihat restoran rindu alam disisi kanan jalan.  Ola dan Randy makan siang bersama sambil menikmati pemandangan yang indah sekitar restoran. Karena suasana yang masih liburan diawal tahun kawasan puncak bogor ini sangat ramai dikunjungi wisatawan. Randy dan Ola mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di puncak Bogor. Tidak banyak yang mereka kunjungi karena waktu yang terbatas dan juga cuaca yang kurang mendukung. Ola dan Randy memutuskan pulang besok pagi karena cuacanya yang tidak mendukung. mereka menginap di hotel. Setelah chek in Ola langsung menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Karena tidak membawa pakaian ganti Ola hanya menggunakan kaos lengan pendek dan juga celana pendek selutut yang baru dibeli tadi. Begitu juga dengan Randy. Hujan diluar cukup lebat ola menatap jendela yang belum tertutup dengan gordennya. Ola yang merasa dingin mengosokkan tangannya. Randy yang melihat ola kedinginan menghampiri Ola yang masih berdiri dan menatap keluar jendela "Dingin ya La, sini aku peluk" ucap Randy sambil memeluk Ola. Ola yang merasa kedinginan merengkuh di pelukan randy. Semakin lama pelukan yang diberi randy membuat Ola nyaman dan terasa hangat. Ola mendongakan kepalanya untuk melihat wajah randy. Randy tersenyum lalu semakin mengeratkan pelukan membuat jarak wajah mereka semakin dekat. Lama menatap Ola, Randy terbawa suasana untuk mencium Ola, Randy menempelkan bibirnya dibibir Ola, lalu mulai melumatnya, Ola yang sudah mulai terbiasa dengan ciuman yang diberi Randy pun membalasnya. Ciuman mereka semakin panas. Randy melepaskan ciumannya, Ola yang terlihat tidak ikhlas dilepas kembali meraup bibir Randy. Randy yang kaget karena Ola yang melanjutkan  ciumannya pun ikut membalas ciuman Ola. Ola melepaskan ciumannya, nafas mereka terengah-engah karena beberapa menit ciuman Randy menatap Ola lalu mengecup mata hidung dan bibir Ola hingga turun ke leher jenjangnya Ola. Ola menggeliat geli karena Randy menghisap lehernya. Karena suasana yang semula dingin menjadi panas, Randy tanpa sadar mengangkat tubuh Ola ke ranjang. Sambil mengecupi leher ola, tangannya mulai nakal menyentuh d**a Ola dan meremasnya. Ola yang terhipnotis hanya diam menerima perlakuan suaminya. Setelah itu Ola dan Randy melakukan hal yang begitu mereka takutkan dari awal pernikahan. Randy melakukan hal itu dengan Ola. Ola yang seperti terhipnotis hanya mengikuti Randy tanpa menolaknya Hingga kantuk menghampiri mereka berdua. ... Alarm di hp Ola berbunyi membuat Ola terbangun karena bunyinya yang begitu keras. Ola mengerjapkan matanya lalu ia bangun dan melihat suaminya yang tidur sambil memeluk dirinya. Ola berusaha bangun dan menyingkirkan tangan randy. Disaat ingin bangun dari ranjangnya ola meringis karena bagian bawahnya yang sedikit nyeri. Ia mengangkat selimut dan kaget karena ia baru menyadari tidak ada sehelai benangpun ditubuhnya. Ola merapatkan selimutnya ia kaget karena mengingat kejadian tadi malam. Kemudian ia membangunkan suaminya "Rand bangun.. " ucap Ola sambil menggoyangkan tangan Randy. "Randy bangun..." Randy yang merasa terusik akhirnya bangun dan segera duduk "Iyaa Ola, emang sekarang jam berapa?" Tanya Randy yang masih menguap "Randy a...paa yang kita la..kuk..aan sema.. lam?" Ucap ola terbata karena menahan nangis. Randy yang baru ingat kejadian tadi malam mengusap wajahnya kasar "Maafin aku La, maafin aku yang udah ambil keperawanan kamu" ucap Randy sambil menggenggam tangan ola erat. Ola menunduk tidak berkata apa-apa karena Ola juga salah tidak menolak apa yang dilakukan Randy. "Ola.. jangan nangis yaa, kita ngelakuin ini juga sudah sah jadi kamu gak usah khawatir ya La. Maafin aku yang gak bisa menahan nafsuku . Aku gak bisa jaga kamu, maafin aku" ucap Randy lalu menarik Ola kedalam pelukannya. ... Setelah mandi besar, Ola dan Randy melaksanakan solat subuh berjamaah. Setelah solat mereka merapikan barang-barang lalu segera check out dari hotel. Pagi ini mereka pulang. Karena hari senin sudah kembali sekolah lagi dan akan mendapatkan aktivitas yang lebih banyak lagi. Ola belum melupakan kejadian tadi malam. Ia masih diam saja dari tadi dihotel sampai perjalanan pulang. Randy yang melihatnya merasa bersalah. "Ola jangan diem aja dong, kamu masih marah ya?" Tanya Randy sambil menyetir mobilnya. Ola menggeleng kepalanya "Gak kok, aku cuma cape aja" ucap Ola tanpa melihat kearah Randy "Hadap sini dong yang, jangan marah lagi ya masa pulang dari jalan-jalan cemberut sih" rayu Randy. Ola menengok ke arah Randy lalu tersenyum tipis "Iya, gak cemberut lagi nih udah senyum" jawab ola, Randy pun tersenyum "Nah, gitu dong kan cantik" .... Setelah kepulangannya dari puncak, Ola memulai kesibukannya dengan belajar materi-materi dan mengerjakan soal-soal yang di UN kan. Ia mencoba untuk melupakan kejadian di puncak dengan menyibukkan diri. Hari demi hari dilewatkan Ola dengan belajar dan fokus pada ujian nasional. Begitu juga dengan Randy ia juga belajar semaximal mungkin. Ola dan Randy saling membantu dalam belajar. Mereka juga sering belajar bareng dengan Silvi, Fani, dan Dhika. Mereka berlima bertekad untuk mendapatkan nilai terbaik. Randy dan Ola juga masih mengikuti pembelajaran dikantor papa Ola. Mereka benar benar disibukkan dengan belajar. 4 minggu sudah waktu berlalu begitu cepat. Sekarang sudah memasuki bulan Februari kurang dari 3 bulan lagi ujian nasional tiba. Hari ini dikelas Ola sedang membahas pelajaran matematika, pelajaran yang sangat disukai Ola, tetapi hari ini Ola sedang tidak fokus karena dari tadi pagi ia merasa pusing dan mual serta muntah. Ola menutup mulut dan hidung dengan tangannya karena mencium aroma makanan dari arah kantin yang berada di belakang kelasnya. Kemudian Ola kedepan kelas meminta izin ke toilet. "Bu, saya izin ke toilet ya" bu Ferly melihat wajah ola yang pucat menyuruh Fani menemani Ola ke toilet "Fani tolong temani Ola ya, sepertinya kamu sakit ya La" tanya bu Ferly pada Ola Ola menggelengkan kepalanya lalu segera keluar kelas dengan Fani menuju toilet. Hoekk,  hoeekk,  sesampainya di toilet Ola memuntahkan apa yang dari tadi ia ingin muntahkan tetapi hanya cairan bening yang keluar. Fani memijat tengkuk Ola dan Ola mengeluarkan lagi cairan dari mulutnya. "Ola kayanya lo sakit deh, pucet banget muka lo, kita ke uks ya" ucap Fani sambil mengusap pundak Ola "Iya Fan, aku tadi mual banget waktu cium aroma makanan dari kantin" ucap Ola "Tumben La, biasanya lu malahan suka wangi makanannya" ucap Fani "Gak tau nihh, biasanya juga begitu, aku lemes banget Fan, nanti tolong bilangin bu Ferly ya aku izin istirahat di uks." Ujar Ola Mereka pun berjalan menuju uks. Sesampainya di uks Ola berbaring diatas tempat tidur yang ada diuks. Fani membuatkan teh hangat dan juga memberikan minyak kayu putih. Setelah Ola enakkan Fani meninggalkan Ola menuju kelasnya. "Maaf bu Ola sepertinya sakit, jadi saya suruh istirahat di uks" ucap Fani pelan pada gurunya "Oh yasudah, iya sepertinya Ola sakit mukanya pucet banget tadi, tapi sekarang sudah gpp?" Tanya bu Ferly "Iya bu udah enakan katanya" Randy yang mendengar Ola di uks seketika panik karena gak biasanya Ola sakit. Tadi dirumah juga Randy mendengar Ola muntah-muntah, Randy takut Ola kenapa-napa. Bel pulang berbunyi para siswa berhamburan keluar kelas, Ola masih berada di uks. Randy membereskan bukunya cepat dan segera keluar menuju uks. "Fan,kira-kira Ola kenapa ya, gak biasanya dia begini" tanya Randy saat di meja Fani "Iya gak tau gue juga Rand, lu bawa kedokter lah, kasian tadi Ola lemes terus pucet banget mukanya" ucap Fani sambil memasukan buku Ola kedalam tasnya "Iya nanti gue ajak kedokter deh, yaudah ayo Fan" ucap Randy mengajak Fani "Ayo Sil, Dhik lo ikut gak liat Ola?" Tanya Fani pada dua teman dibelakang bangkunya "Iya lah ayo Fan" ucap Silvi Mereka pun berjalan keruangan uks yang tidak terlalu jauh dari kelas. Sesampainya di uks mereka langsung memasuki uks dan melihat Ola yang masih terbaring ditempat tidur. Ola yang merasa ada orang yang  memasuki ruangan uks menengok kearah pintu "La, kamu gpp? Kamu kenapa?" Tanya Randy khawatir. Ola tersenyum tipis "Gpp ko Rand, tadi cuma pusing sama mual doang" ucap Ola pelan "Kamu yakin gpp, kita kedokter ya sekarang" ucap Randy sambil mengusap tangan Ola. Ola menggeleng lalu tiba-tiba ia duduk dan langsung memeluk Randy. Randy yang sedikit kaget dengan Ola  mengusap punggung Ola pelan. "Kayanya Ola kangen sama lu Rand, liat meluknya erat banget" ucap Dhika. Ola yang baru sadar kalau ia memeluk Randy segera melepaskan pelukannya "Yahh ko kenapa dilepas Ola" ujar Fani "Kamu kenapa sih La, tumben langsung peluk-peluk aku gitu apalagi didepan teman kita" tanya Randy lalu mengambil posisi duduk dipinggir ranjang dekat Ola. Ola menggelengkan kepalanya "Enggak tahu kenapa, udah yuk pulang, aku udah enakan nih" ucap Ola. Ola yang malu dengan sahabatnya langsung turun dari ranjang dan Randy segera mengikuti Ola "Kita duluan ya La, Rand, cepet sembuh ya La, oiya ini tas lo La" ucap Fani sambil memberikan tas Ola. "Iya makasih ya Fan, aku pulang dulu" Ola dan Randy sudah berada di mobil Randy menuju perjalanan pulang. Ola yang merasa perutnya begejolak ingin memuntahkan lagi isinya. Randy yang melihat Ola menutup mulutnya menahan agar muntahnya tidak keluar  menepikan mobilnya. Ola keluar dari mobil langsung dan memuntahkannya dipinggir jalan Hoek hoek Baru Randy ingin keluar Ola sudah masuk kembali kemobilnya. Ola Mengambil tisu didalam tasnya dan mengelap mulutnya "Ola kita kedokter sekarang ya? Kamu gak biasanya muntah seperti ini" tanya Randy "Gak usah Rand, paling ini masuk angin biasa" baru enakan Ola sudah merasa mual lagi hoek "Tuh kan udah kita kerumah sakit ya, aku gak mau kamu kenapa-napa" tanpa Ola menjawab Randy melajukan mobilnya kearah rumah sakit terdekat. Sesampainya dirumah sakit Randy melakukan pendaftaran setelah itu mereka menunggu nama Ola dipanggil diruang tunggu. Ola yang masih lemas duduk disamping Randy sambil bersenderan di pundak randy menunggu namanya dipanggil. "Ny. Dheviola, silahkan masuk" ucap suster yang baru keluar dari ruangan Ola dan Randy pun segera masuk dan dipersilahkan duduk di hadapan dokter cantik bername tag Diah Ayu "Keluhannya apa ibu?" Tanya dokter Diah ramah "Ini dok saya muntah muntah terus dua hari ini, terus pusing dan sering mual" ucap Ola pelan "Oh begitu, mari saya periksa dulu" kata dokter diah menyuruh ola bebaring. Setelah diperiksa dokter Diah menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis. Lalu kembali duduk ditempatnya. Begitu juga dengan Ola "Jadi Ola sakit apa dok?" Tanya Randy "Maaf sebelumnya mas ini siapanya ya?" tanya dokter "Hemmm saya ssua.."ucapan Randy terpotong "Dia pacar saya dok, jadi saya kenapa dok?" Jawab Ola memotong perkataan Randy "Aduh kalian masih muda bahkan masih pakai seragam, kenapa bisa kalian pacaran seperti ini, dari gejalanya dan setelah saya periksa ibu Ola tengah mengandung"ucap dokter Diah sambil menghela nafas "Apa? Hamil?" Ucap Ola dan Randy bebarengan "Iya benar ibu Ola hamil, jika ingin tahu keadaan dan usianya lebih jelas bisa kedokter kandungan. Sebenarnya kalian masih muda dan belum menikah kenapa sudah melakukan hal itu." Ucap dokter Diah Ola diam saja, ia tidak menyangka kalau dirinya tengah mengandung janin anaknya bersama Randy. "Sebenarnya saya sudah menikah dokter, Ola ini istri saya, waktu itu saya kebablasan tidak bisa mengontrol diri" ucap Randy sejujurnya "Ohh jadi kalian sudah menikah, yasudah ini saya buatkan resep obat untuk penguat kandungan dan juga vitamin untuk menghilangkan rasa mualnya. Kalian bisa periksa lebih lanjut di dokter kandungan" ucap dokter Diah lalu memberikan resep kepada Randy "Makasih ya dok"ucap Randy "Iya dijaga istrinya ya mas, jangan terlalu capek dan stres" Randy mengangguk lalu berdiri menuntun Ola. Ola hanya tersenyum tipis sambil mengucapkan terimakasih. Mereka pun keluar dari ruangan lalu menuju apotek untuk menebus obat. "Ola maafin aku, aku gak tau kamu bisa jadi seperti ini" "Sudahlah Rand ini udah terjadi, mungkin memang ini anugerah buat kita, aku gpp kok, aku juga senang karena sebentar lagi kita akan punya baby" ucap Ola "Aku juga senang La, makasih ya kamu sudah mau menerima ini semua" ucap Randy sambil merangkul Ola. Ola tersenyum sambil mengusap perutnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN