Part 14

2791 Kata
Setelah pulang dari rumah sakit Ola dan Randy segera istirahat dikamarnya. Karena masih siang papa dan mama belum pulang begitu juga dengan Tiara yang masih ada urusan disekolah. Hari ini Randy dan Ola gak ke kantor melihat kondisi Ola yang sedang hamil. "Kamu makan dulu ya, aku ambilin makan dulu sebentar kamu ganti baju aja dulu" ucap Randy pada Ola yang sudah duduk diranjang, Ola mengangguk Randy mengambil sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya dan segelas air putih. Dibawanya kedalam kamar ia melihat Ola yang sedang menyenderkan badan di kepala ranjang. "Makan dulu ya La abis itu minum obat" ucap Randy sambil menaruh nampan dikasur "Suapin Rand" ucap Ola. Randy pun duduk disebelah Ola dan memulai menyuapi Ola. "Aaa ayo yang terakhir nih" ucap Randy sambil menyodorkan sendok kemulut Ola. Ola menerima dan mengunyahnya. Setelah makan Ola segera minum obat "Pintar deh kamu makannya banyak, jaga bunda ya dede biar bunda sama dede sehat selalu" ucap Randy sambil mengelus perut datar Ola "Gak nyangka aku bakalan jadi bunda Rand, dan kamu jadi papa. Aku seneng dan bahagia banget walau awalnya aku sedikit kaget" ucap Ola sambil memegang tangan Randy yang masih diperutnya. Randy mengangguk "Ia sayang aku juga seneng kita bakalan jadi orangtua diusia muda, orangtua kita juga pasti seneng kamu hamil" ucap Randy "Tapii apa aku masih bisa sekolah Rand?, kalau satu sekolahan tahu bagaimana?" Tanya Ola khawatir "Aku yakin kamu masih bisa sekolah kok, toh kita sekolah tinggal beberapa bulan lagi, kehamilan kamu masih bisa tertutupi karena masih belum kelihatan" ujar Randy menenangkan istrinya. Malam pun tiba kebetulan orangtua Randy sedang mampir kerumah besannya untuk menengok anak dan menantunya. Mereka pun makan malam bersama. Hanya ada suara dentingan sendok dan garpu di meja makan. Ola yang sedang hamil nafsu makannya naik apalagi ia melihat masakan kesukaannya di meja makan. Setelah makan malam selesai mereka semua berkumpul diruang keluarga untuk mengobrol. "Gimana sekolah kalian?" Tanya Andhika "Baik pah" jawab Randy dan Ola barengan "Hemm Randy papa lihat kamu dan Ola begitu cepat mengerti dengan pelajaran yang diberi pak Anton dan bu Siska ya?" Tanya Rahman "Iya pah alhamdulillah Randy sudah sedikit mengerti mengenai dunia perbisnisan" jawab Randy. Rahman dan Andhika tersenyum bangga karena melihat perkembangan anaknya dikantor. "Pah mah, ada yang Ola dan Randy ingin beritahu" ucap Ola pelan "Kenapa sayang?" tanya Gita "Ola hamil" gumam Ola pelan "Apa? Hamil?" Jawab mereka serentak. Ola mengangguk "Kok bisa?" tanya Rahma "Bisa lah mah, waktu ke puncak Randy kebablasan menyentuh Ola" Randy menjawab pertanyaan mamanya dengan santai "Astagfirullah Randy, kalian kan masih pelajar, apa kalian siap mengurus anak kalian nantinya?" Tanya Andhika "Insyaallah kami siap pah" "Alhamdulillah berarti sebentar lagi mama bakalan punya cucu" ucap Gita senang. Yang lainnya juga ikut senang karena Ola hamil tetapi mereka juga khawatir karena usia Ola yang masih muda. "Kalau begitu kamu Ola gak usah ke kantor lagi ya, biar Randy aja nanti Tiara juga bisa bantu Randy" ucap Rahman pada anaknya "Yee selamat ya kak, aku bentar lagi punya ponakan" ucap Tiara "Iya Ra makasih, kamu bisa jaga rahasia ini kan disekolah" tanya Ola "Iya kak pasti" kata Tiara "Selamat ya sayang sebentar lagi kamu bakalan jadi ibu" ucap Gita lalu memeluk anak pertamanya. "Kamu harus banyak istirahat dan makan yang bergizi ya Ola, kurangi aktivitas berat, mama khawatir soalnya kamu kan masih 17 tahun banyak resikonya jika hamil muda begini" ucap Rahma menasihati "Iya mah insyaallah Ola kuat " "Kamu pindah kamar aja ya La, kamar bawah kan kosong biar kamu gak naik turun tangga" ucap Gita Gita dan Rahma sangat khawatir dengan kandungan Ola, Gita dan Rahma benar-benar bawel menasihati Ola agar tidak melakukan hal ini itu. Ola hanya mengangguk mendengarkan mama dan mama mertuanya berbicara panjang lebar tentang kehamilan. Mulai besok Ola dan Randy pindah kamar dibawah. Pagi-pagi Ola mual dan muntah kata mama itu memang hal yang wajar saat hamil. Itu yang dinamakan morningsickness. Setelah enakan Ola bergegas bersiap siap untuk sekolah. "Yakin nih kamu kuat untuk sekolah?" tanya Randy "Iya kuat ko, aku udah bawa aroma teraphy kalau nanti mual lagi" ucap Ola "Yasudah ayo nanti setelah pulang sekolah kita langsung ke dokter kandungan ya? Bawa baju ganti aja La" Ucap Randy sambil memasuki kaos dan celana panjangnya kedalam tas. Ola pun mengangguk lalu mengambil rok dan baju panjangnya. Setelah pulang sekolah Randy dan Ola berniat ke dokter kandungan. Mereka sudah mengganti baju di toilet sekolah. Saat Randy dan Ola berjalan menuju parkiran sekolah tak sengaja bertemu dengan Fahri teman rohis Ola. "Assalamualaikum La, lama gak keliatan" sapa Fahri "Waalaikumsalam eh Fahri iya nih aku lagi sibuk" jawab Ola dengan senyumannya "Iya sekarang udah jarang kumpul dirohis nih, banyak yang tanyain kamu" kata Fahri Randy memandang Fahri tidak suka, ia tahu Fahri dulu pernah nembak Ola dan menaruh rasa pada Ola "Hemm gitu ya, salam aja buat yang nanyain aku ya" "Iya La, btw kamu mau kemana sama Randy sekarang? Kemarin aku liat kalian di rumah sakit, kamu sakit La?" Tanya Fahri "Hah enggak kok aku gpp, aku pergi dulu ya Ri, lain waktu kita ngobrol lagi assalamualaikum" ucap Ola lalu berlalu meninggalkan Fahri. Randy yang dibelakang Ola menatap tidak suka Fahri. Begitu juga Fahri menatap Randy tidak suka. Karena baru kali ini Fahri melihat Ola mau jalan berdua saja dengan laki-laki. ... Setelah diperiksa oleh dokter kandungan Ola dan Randy mampir ke supermarket untuk membeli s**u hamil dan juga snack-snack ringan untuk menghilangkan rasa mual. Kata dokter kandungan tadi, kandungan Ola sudah berjalan 4 minggu kandungannya cukup kuat. Tetapi harus tetap hati-hati dan menjaga kandungan dengan baik. Karena usia ola yang masih 17 tahun rentan terhadap resiko keselamatan ibu dan bayi. Ola disarankan untuk tidak menjalankan aktivitas berat dan juga harus hidup pola sehat dengan teratur dengan perbanyak makan buah, minum s**u kehamilan dan juga minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup dan juga olahraga ringan serta tidak boleh stress. Ola mengambil dua box s**u bubuk ibu hamil rasa coklat dan vanila. Setelah itu mereka membeli snack yang cocok untuk ibu hamil serta membeli buah buahan segar. Setelah selesai berbelanja yang dibutuhkan mereka membayar ke kasir. Setelah itu pulang dengan 2 kantong plastik besar. "Rand aku mau ice cream" ucap Ola sambil menunjuk tukang ice cream yang sedang mangkal dipinggiran jalan. Randy menepikan mobilnya dipinggir jalan "Oke, kamu mau rasa apa?" Tanya Randy "Rasa nya yang asem asem gitu"ucap Ola "Emang ada la ice cream yang rasanya asam, rasa vanila aja ya atau strawberry" "Enggak mau, maunya yang asem asem" "Yaudah aku tanya dulu ya ada apa enggak, kamu tunggu sini aja bentar" kata Randy lalu keluar dari mobil. Tak lama Randy datang tidak membawa apa-apa "Gak ada La yang rasanya asem asem katanya coba di minimarket" "Yaudah ayo cepetan kita ke minimarket" Randy geleng-geleng kepala karena tingkah istrinya yang berbeda dari pada biasanya. Sampai di minimarket Ola pun mencari ice cream yang rasanya asem asem. Ia pun membeli satu dan Randy membeli satu ice cream rasa vanilla. Setelah itu mereka duduk di bangku yang ada didepan minimarket. Ola dan Randy membuka ice creamnya. Ola menjilat ice creamnya sedikit, Ola melihat Randy yang makan ice cream vanilla pun ingin mencobanya "Randy aku mau ice cream kamu, yang ini buat kamu aja" ucap Ola sambil menyodorkan ice creamnya "Lho katanya tadi kamu mau ice cream itu" "Iya tapi sekarang aku mau ice cream kamu" "Yaudah bentar aku beliin dulu ya kedalam" Ola menggeleng "Gak mau.. mau nya punya kamu" "Tapi inikan bekas aku" ucap Randy heran "Gpp sini, terus kamu makan ice cream aku ya" Randy memberikan ice creamnya pada Ola begitu juga dengan Ola. Ola menjilat ice creamnya dengan cepat. Randy yang bingung dengan tingkah istrinya hanya memperhatikan istrinya. "Ihh makan dong ice creamnya Randy jangan liatin aku mulu" ucap Ola sambil mengigit ice creamnya. Randy menurut lalu memakan ice cream bekas istrinya "Asem tau La rasanya" "Gpp kamu abisin pokoknya" ... Hari terus berjalan, beberapa hari ini Ola sangat manja kepada Randy dan tidak mau lepas dari Randy. Saat disekolah juga Ola maunya duduk sebangku dengan Randy. Teman-temannya pun heran karena biasanya Ola tidak mau duduk dengan cowok. Tapi mereka menghiraukannya. Tak peduli dengan sikap Ola yang menurut teman-temannya sedikit berubah. Randy sempat khawatir dengan perubahan Ola yang selalu ingin dekat disekolah akan mengundang teman-temannya akan tahu perihal status mereka. Setiap sebelum tidur Ola ingin dipeluk dan juga diusap punggungnya. Ola meminta pada Randy tanpa malu-malu. Randy pun menuruti semua permintaan Ola. Karena menurut Randy sifat Ola seperti ini karena baby nya. Randy ingin menjadi suami yang siaga. Fani, Silvi,Dhika sudah tahu perihal kehamilan Ola, mereka mendukung penuh Ola dan selalu menjaga Ola. Dua bulan sudah kandungan Ola. Perut Ola sudah sedikit membuncit. Ola senang karena kandungannya baik-baik saja. Selama ini masih aman saja karena Ola masih menyembunyikan kehamilannya. Ola sedang berada di toilet dengan Silvi dan Fani. Ola tiba- tiba saja merasa mual. Ia memuntahkan isi yang ada diperutnya Hoek hoek hoek Silvi mengurut tengkuk Ola agar bisa dikeluarkan semuanya "Udah enakan la?" tanya Silvi "Hemm udah kok makasih ya" jawab Ola "Emang sekarang udah berapa bulan la?" Tanya Fani pelan sambil melihat kearah sekitar toilet takut ada yang mendengar "Dua bulan fan, liat deh udah agak keliatan kan?" Ucap Ola sambil mengeratkan bajunya supaya terlihat. Selama ini Ola memakai baju seragam yang sedikit longgar agak tidak terlihat kalau Ola sedang hamil. "Iya La" ucap Fani sambil mengelus perut Ola. Tanpa ia sadari didalam toilet tersebut ada seseorang yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka. Seseorang itu tersenyum menyeringai. Berita kehamilan Ola sudah tersebar luas disekolahan, Ola yang belum menyadarinya hanya biasa saja, saat ini ia sedang bejalan sendiri sehabis dari perpus sepanjang jalan ia merasa aneh karena dari tadi ia jalan dilihatin terus dengan tatapan tidak suka sambil berbisik bisik. Ola mencoba cuek dan tidak memperdulikannya. Sampai 3 orang perempuan datang menghampirinya dan menghadang Ola. Ola yang tidak terlalu mengenalnya mencoba untuk pergi. "Permisi, saya mau lewat" bukannya memberi jalan mereka malah menghadang Ola sambil sedikit menjorokan Ola. Untung saja Ola bisa menahan diri dan tidak jatuh. Karena masih istirahat banyak yang melihat kejadian dimana Ola dihadang oleh 3 orang yang bisa dibilang penguasa sekolah. "Dasar jalang disekolah aja alim, eh diluar kaya begitu" ujar perempuan berambut pirang yang bername tag Sherly. Ola tidak mengerti maksud orang itu hanya diam saja "Mending buka aja jilbab lo dari pada buat aib sekolah aja, malu dong sama jilbab lo" ucap perempuan berambut hitam yang bername tag Debby. Mencoba membuka jilbab ola. Ola menahan dengan tangannya "Maksud kalian apa sih?" Tanya Ola, Ola sudah mulai menangis karena banyak orang yang melihatnya "Masih ga sadar juga lo, lo hamil kan, pasti dihamilin om om ya" ucap perempuan yang bername tag Shilla. Ola kaget setengah mati, hal yang ia takuti akhirnya terjadi. Ia berighstifar dalam hati. Ola sudah mengeluarkan air matanya, ia sungguh malu karena dipermalukan disekolah. Ola tidak menjawab ia hanya menundukkan kepalanya. "Jawab jalang,  jangan nangis" ucap Debby. Ola masih tidak menjawab ia menangis sesegukan. Randy yang sedang mencari Ola melihat kerumunan yang berada dikoridor sekolah. Ia menghampirinya karena perasaan Randy yang gak enak. Ia melihat Ola yang sedang di maki-maki langsung menerobos kerumunan lalu menarik Ola ke sisinya "Heh jaga omongan lo ya, Ola ini istri gue, gue yang hamilin Ola tapi gue sudah menikah dengan Ola 5 bulan lalu" teriak Randy dengan meninggikan suaranya. Ola yang disamping Randy langsung memeluk Randy. Ia menangis sesegukan di d**a Randy. Orang yang mendengar pengakuan Randy kaget mereka pun langsung berbisik-bisik. Mereka tidak percaya seorang mantan ketua osis yang paling disegani dan diidolakan sudah menikah dan telah menghamili seseorang. "Bubar semua" teriak Randy Semua orang pun bubar meninggalkan Ola dan Randy "Sudah ya yang jangan nangis lagi, ada aku disini" ucap Randy sambil mengusap punggung Ola. "Ola lo gak papa?, sorry tadi kita gak nemenin lo" teriak Fani "Iya la, maaf banget tadi gue sama Fani lagi disuruh guru" ucap Silvi Ola tidak menjawab ia langsung beralih kearah Fani dan memeluknya. Fani pun memeluknya dan Silvi mengusap punggung ola "Hiks hiks hiks" "Sudah ya La jangan nangis lagi, gak usah dengerin kata orang" ucap Silvi "Iya La kasian baby lu la, nanti juga ikutan sedih kalau bundanya nangis" ucap Fani melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Ola. Ola mengangguk. "Randy, Ola kalian dipanggil kepala sekolah diruang BK, Ola lo gpp?, sabar ya La, gue yakin lo pasti kuat" ucap Dhika yang baru saja datang. Ola dan Randy berjalan menusuri koridor sekolah menuju ruang BK "Tok tok Assalamualaikum"ucap Ola dan Randy sambil membuka pintu "Waalaikumsalam, ayo silahkan duduk Ola, Randy" ucap ibu Aulia guru bk. Ola menurut dan langsung duduk. Diruangan ini juga ada ibu Dina kepala sekolah. Ola dan Randy tidak bertanya, mereka sudah tau kalau mereka akan dipanggil kesini "Apa benar kamu hamil? Seperti yang dikatakan teman-teman kalian" tanya ibu Dina to the point. "Iya benar bu" ucap Ola pelan "Berapa bulan kamu hamil?" tanya ibu Aulia "Duuuaa bu..lan bu" jawab Ola terbata "Kamu ini, kamu ini siswa berprestasi kenapa bisa kamu kaya begini, saya kecewa Ola" omel bu Dina. Ola tidak menjawab. "Lalu apa benar kamu yang menghamili Ola, Randy?" Tanya bu Dina "Iya bu saya ayah dari bayi yang dikandung Ola, tapi..." ucap Randy, belum selesai berbicara omongan Randy sudah dipotong "Astaghfirullah Randy kamu ini anak ketua yayasan sekolah ini, kenapa kamu bisa menghamili Ola.. ibu gak tahu harus bilang apa sama bapak kamu, ibu sungguh kecewa pada kalian." Ucap bu Dina, "Tapi bu sayaa..." baru mau menjelaskan ucapan Randy dipotong lagi "Sekarang panggil orangtua kalian" ujar bu Aulia Ola dan Randy pun menelpon kedua orangtuanya. Untung saja orangtua mereka sedang tidak sibuk. Satu jam menunggu kehadiran orang tua Randy dan Ola akhirnya pun datang. Yang datang hanya papa Randy dan papa Ola. Para Mamanya tidak ikut. Papa Randy yang merupakan ketua yayasan dari sma ini datang dengan santainya bersama besannya. Ia sudah menebak akan terjadi hal seperti ini. "Selamat siang bapak bapak, silahkan duduk" ucap bu Dina ramah. Karena mengetahui ketua yayasan sekolah datang yang merupakan ayah dari Randy "Ada apa bu memanggil kami? Saya hadir sebagai ayah dari putra saya Randy" ucap Andhika basa basi "Begini pak, maaf sebelumnya..." bu Dina diam sebentar "...putra bapak, Randy mengaku telah menghamili teman kelasnya yaitu Ola" ucap bu Dina sopan "Memang benar" ucap Andhika santai. Bu Dina dan bu Aulia kaget karena pak Andhika sudah tahu. Ola dan Randy hanya diam saja "Jadi bapak sudah tahu perihal ini?" Ucap bu Dina kaget "Ya saya sudah tahu" "Sekarang Lla sedang hamil dua bulan, dan satu sekolah mengetahuinya bahwa Ola hamil diluar nikah, dan Randy mengaku bahwa ia sudah menikah 5 bulan lalu, apa benar itu pak?"ucap bu Aulia "Anak saya tidak hamil diluar nikah, Ola dan randy memang sudah menikah sekitar lima bulan lalu" ucap Rahman "Ya betul, saya sendiri yang menyuruh mereka berdua menikah" tambah Andhika "Hem baiklah jika memang itu benar kenyataannya" ucap bu Aulia "Tapi menurut peraturan sekolah siswa siswi dilarang ada ikatan pernikahan pak apalagi sampai hamil" ucap bu Dina "Iya saya tahu, saya yang salah karena membiarkan anak saya melakukan hal itu hingga Ola hamil" ujar Andhika "Iya pak sesuai peraturan yang ada jika siswa melanggar maka akan dikeluarkan dari sekolah siswa tersebut" ucap bu Dina lagi "Saya mohon kali ini saja kebijakan untuk anak dan mantu saya bu, ujian nasional kan sebentar lagi dan mereka sebentar lagi lulus saya mohon dengan sangat hormat jangan mengeluarkan mereka dari sekolah" ucap Andhika memohon sebagai seorang ayah "Lagi pula kan Ola dan Randy juga termasuk siswa berprestasi disekolah, jangan karena hamil anak saya tidak bisa mengejar pendidikannya. Saya mohon bu untuk tidak mengeluarkan Randy dan Ola." Ucap Rahman "Baiklah saya mengerti, lagi pula saya tidak perlu menanyakan hal ini dengan yayasan sekolah karena sudah ada bapak sendiri sebagai ketua yayasan." Ucap bu Dina pada Andhika. Andhika mengangguk "Dengan syarat ya Ola dan Randy kalian harus giat belajar dan bisa mendapatkan nilai yang terbaik pada saat ujian nasional nanti" ucap bu Dina "Iya bu, terimakasih ya" ucap Ola sambil menyalami bu Dina "Yasudah kalian boleh kembali ke kelas, untuk masalah teman kalian tidak usah khawatir" ucap bu Dina lagi "Baik bu terimakasih, pah Randy sama Ola kekelas dulu ya" ucap Randy lalu berdiri dan menyalami papa dan papa mertuanya serta bu Dina dan bu Aulia begitu juga dengan Ola. Randy dan Ola meninggalkan ruangan bk dan kembali kekelasnya. Karena bel masuk sudah bunyi dari tadi, koridor sekolah sudah sepi. Ola dan randy berjalan berdampingan mereka menghela nafas karena masalahnya selesai tinggal mengurus teman-temannya yang sudah menggosipi Ola. "Terimakasih atas kebijakannya bu, saya harap sekolah bisa melindungi mantu saya" ucap Andhika sambil berjabat tangan dengan kepala sekolah "Sama-sama pak itu semua karena prestasi Ola dan Randy yang sudah membanggakan sekolah" ucap bu Dina "Terimakasih sekali lagi bu, saya permisi assalamualaikum" ucap Rahman Rahman dan Andhika pun keluar dari ruangan bk.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN