"Sayang kamu sebentar lagi kan 17 tahun kamu mau kado apa dari mama, sayang" ucap mama yang tiba-tiba masuk ke kamarku
"Eh mama, aku gak mau apa-apa ko mah, aku hanya minta doa agar semua yang dinginkan bisa tercapai dan aku hanya ingin membahagiakan keluargaku mah"ucapku sambil memeluk mama.
Mama tersenyum lalu membalas pelukanku "Hem, yaudah makasih ya sayang udah jadi anak yang baik dan selalu nyenengin hati orangtuanya.. sekarang kamu berangkat gih, Tiara dibawah sudah menunggu" ucap mama lalu merapihkan kerudungku. Aku turun kebawah menghampiri Tiara dan bergegas berangkat sekolah.
........
Ola memasuki kelasnya dengan langkah yang pelan. Lalu Ola duduk ditempat duduknya yang berada paling depan yang disampingnya sudah ada Fani. Ola tersenyum saat Randy dan Dika menatap kearahnya dan memberi senyumannya dari bangkunya yang berada disebelah kanan Fani
"Olaa,Randy... sebentar lagi kan kalian ultah yang ke 17.. cie yang sweet seventeen" teriak Silvi dari belakang bangku Ola yang mengagetkan para siswa dikelas.
"Ihh apa si kamu Silvi jangan teriak-teriak, biasa aja kali..." ucap Ola kesal lalu memanyunkan bibirnya.
"Tau nihh berisik banget sih lu Sil, biasa aja kali " ujar Randy yang juga kesal pada Silvi
"Eh, kalian itu kan mau sweet seventeen, jadi kalian berdua gak bikin acara gitu" timpal Fani yang dibalas Ola dan Randy berbarengan "Enggak Fani!!! "
Semua teman-teman Ola dan Randy tau bahwa ulangtahun mereka berdua jatuh ditanggal, bulan ,dan tahun yang sama yaitu 17 September jadi teman teman mereka semua setiap tahun selalu ingat dan meminta Ola dan Randy membuat acara ulangtahunnnya . mereka bilang sih kembar tapi beda ibu bapak. tetapi Ola dan Randy tidak pernah mau membuat acara karena menurut mereka tidaklah penting, paling mereka berdua hanya sekedar mentraktir teman-temannya.
"Woy, Rand bikin party dong dirumah lo, masa sweet seventeen ga ada party nya... " ujar Doni salah satu teman kelas
"Sorry ya guyss gue sama Ola ga mau bikin bikin party kaya gitu,, karena menurut gue dan Ola itu hal yang tidak penting dan wajib dilaksanakan saat ulangtahun" ucap Randy lalu berdiri dari duduknya
" Ahh, payah lu Rand" ujar teman kelas Randy lalu kelas ramai dengan hal tersebut.
Ola hanya bisa diam mendengarkan perbincangan temannya mengenai ulangtahunnya dan Ola lebih memilih membaca bukunya seraya berkata "huh, kenapa sih dengan teman-teman ku ini, ulangtahun kan ga harus dirayakan, kenapa mereka meminta terus sih.. "omel Ola disaat membuka bukunya.
"Iya iya Ola gue minta maaf ya karna gue teriak tadi jadi semua teman inget deh, dan minta ngadain party" ucap Silvi yang dibelakang Ola yang merasa bersalah
"Iya gpp ko Sil, aku mah bete aja sama kalian, kenapa sih pengen banget aku dan Randy ngadain party bareng?" ucap Ola lalu menghela napasnya
"Yaa, Ola kapan lagi lu ngadain acara party bareng sama Randy kan kita bentar lagi lulus" ujar Andika yang tiba tiba sudah disamping Silvi.
Randy yang ikut mendengar pun menambahkan "ya, memang sih tapi nanti gue pikirin dulu deh" ujar Randy yang berdiri di samping Fani.
....
Di tempat lain
Gita pov
Hari ini adalah hari kedua pertemuan kami para orangtua, yang sebelumnya saat ulang tahun anak kami yang ke 16 dan kami masih belum memperkenalkan anak-anak kami. Karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing kami baru bisa bertemu kembali sejak pertemuan pertama, dan kami bertemu lagi karena sekarang sudah mendekati ulangtahun anak kami yang ke 17.
Aku berjalan dengan mas Rahman menuju meja dengan nomor meja 15. Aku melihat dari kejauhan wanita dan pria paruh baya sedang duduk. Akhirnya aku pun sampai dimeja bernomer 15, salamku ucapkan dan dijawabnya. Aku bercipika cipiki dengan Rahma, sahabatku sejak sma. Aku senang bisa bertemu mereka lagi hari ini dan insyaallah akan seterusnya bertemu.
Setelah mengobrol melepas kerinduan, kami pun makan siang bersama dan dilanjutkan mengobrol tentang perjodohan anak kami. dan kami pun berencana akan membuat pesta ulang tahun secara sederhana saja dan didatangi oleh teman-teman mereka. sebelum itu aku akan mempertemukan anak perempuan ku dengan anak laki-laki pak Andhika dan jeng Rahma satu hari sebelum ulang tahun mereka berdua, yaitu malam ini. Aku dan jeng Rahma sangat senang sekali pada akhirnya bisa mempertemukan anak-anak kami.
....
Randy memasuki rumahnya dan tidak lupa mengucapkan salam dengan langkah kakinya masuk kerumah dan matanya melihat seseorang perempuan yang tengah duduk di sofa dan seraya berkata "Waalaikumsalam Randy, sini nak duduk mama mau bicara sama kamu" ucap perempuan itu yang ternyata mamanya.
"Eh mama ko tumben jam segini udah dirumah" sapa Randy sambil mencium tangan mamanya.
Setelah berganti baju Randy bergegas menemui ibunya yang sudah menunggu di sofa ruang tamu mereka. Randy menuruni tangga dan bergegas menghampiri mamanya yang ternyata sudah ada papa disebelah mamanya.
"Ada apa mah, eh papa tumben ko papa jam segini udah pulang?" ucap andy sambil mencium tangan papanya
Andhika yang baru pulang menyapa putranya "Iya papa sengaja pulang cepat, karena ada yang mau papa bicarakan sama kamu" jawab papa sambil menarik dasinya.
"Emang ada apa pah,? " Tanya randy penasaran, karena tumben sekali orang tuanya jam segini ada dirumah
"Jadi gini sayang, kamu bentar lagi 17 tahun kan?"
"Iya mah"
"Iya papa ingin kamu menjadi ceo diperusahaan papa, kamu akan diajarkan untuk mengurus perusahaan saat kamu 17 tahun dan mendapatkan pelatihan khusus dari orang kepercayaan papa karena kamu akan meneruskan perusahaan papa, jadi kamu harus belajar dari sekarang, agar kamu bisa sukses di usia muda" ucap papa panjang lebar yang membuat Randy diam mematung mendengarnya
"Yang benar pah? aku ini kan masih muda apa aku bisa memegang perusahaan papa nantinya?" ucap Randy kaget
Andhika memegang pundak randy dan menatap tajam putranya "Pasti bisa Randy, kamu anak laki-laki papa satu-satunya, jadi papa hanya berharap sama kamu. oiya satu lagi, papa akan mempertemukan kamu dengan sahabat papa, kami berencana akan menyatukan perusahaan kami dan yang nantinya akan dipegang oleh kamu semuanya."
"Ko bisa pah, emang sahabat papa bisa percaya sama Randy pah?" Randy menatap papanya
"Pasti bisa percaya lah, sudah jangan banyak tanya Rand, nanti kamu juga akan dibantu oleh anaknya sahabat papa" ucap papa tersenyum lalu memandang putranya yakin.
Rahma yang tadi diam saja membuka mulutnya dan berkata "Oiya Randy nanti malam kita akan makan malam dengan keluarga sahabat papa dan mama, jadi kamu siap-siap yaa, nanti malam jam 7 kita berangkat"
Randy hanya menganggukan kepala sesekali bilang iya kepada kedua orangtuanya.
...
Aku berjalan memasuki rumah kulihat mama sedang membereskan meja makan. Kuhampiri mama lalu memberi salam dan langsung dijawab oleh mama.
"Waalaikumsalam ehh anak mama udah pulang ya, lho Tiara mana La?" Tanya mama yang sibuk dengan piringnya
"Iya, mah tadi Tiara bilang kalau mau mengerjakan tugas dirumah temannya jadi pulangnya agak sore " jawabku sambil mencium tangan mama
Setelah berganti baju aku turun kebawah untuk makan siang. Setelah selesai kulihat mama yang menghampiriku
"Ayo, duduk La" ucap mama. Aku hanya mengikuti mama lalu duduk di meja makan bersebrangan.
"Jadi gini la, papa kamu kan sebentar lagi pensiun, jadi papa butuh orang untuk membantu perusahaan nya, dan papa juga sudah bertemu sahabatnya dan mereka berencana akan menggabungkan perusahaan papamu dengan sahabatnya itu, dan yang menjadi penerusnya adalah anak-anak mereka. Yaitu kamu dan Tiara, juga anak dari sahabat papa itu."ucap mama to the point. Aku hanya mendengarkannya tanpa memotong ucapannya
"Tapi, Ola kan masih sma mah, mana mungkin Ola bisa memegang perusahaan" aku menatap mama tidak percaya. Mama hanya tersenyum sambil memegang tanganku
"Iya mama tau, kan kamu sebentar lagi 17 tahun, jadi papa akan menyiapakan orang kepercayaan nya untuk memberikan kamu pelajaran khusus tentang perusahaan agar kamu setelah lulus bisa langsung memegang perusahaan yang dibantu dengan anak sahabat papa itu" aku hanya tersenyum gak tahu mau jawab apa
"Yasudah mah, jika itu yang mama dan papa inginkan Ola akan berusaha dan belajar lebih giat lagi"
"Terimakasih Ola, satu lagi nanti malam jam 7 kita akan makan malam bersama dengan keluarga sahabat papa, kamu siap-siap ya nanti, oiya jangan lupa kasih tau Tiara juga, supaya dia bisa siap-siap juga untuk makan malam nanti" ucap mama yang hanya dijawab anggukan olehku
...
Malam pun tiba setelah solat magrib aku bersiap, hari ini aku memakai pakaian seperti biasanya, aku memakai gamis berwarna ungu dengan hijabku yang senada dengan bajuku. Aku masih berfikir apa aku nanti bisa mengurusi semuanya? Aku dengan cepat turun kebawah karena mama sudah memanggilku
"Ola, ayo turun nak, kamu sudah siap belum?" teriak mama dari luar kamarku
"Iya, mah Ola udah siap ko" ucapku sambil meyelempangi tas selempang favoritku dan segera menuju kebawah
"Wah, anak papa cantik banget sihh" goda papa kepadaku
"Iya, nih ka Ola cantik banget, mau kemana sihh emang?" goda Tiara
Aku hanya tertawa saat papa dan Tiara bilang aku cantik, terimakasih .
Tiara tidak bisa ikut karena ia harus mengerjakan tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Aku mama dan papa sudah siap berangkat ke restaurant, sayang banget Tiara gak bisa ikut, jadi kan aku gak ada temennya yang akan bertemu dengan keluarga teman papa.
...
Restaurant grand bintang
Saat ini keluarga Agratama sudah menunggu di meja yang ia pesannya, karena yang mengundang adalah keluarga Agratama jadi mereka datang terlebih dahulu. Randy yang sudah bosan menunggu memainkan iphonenya. Dan tidak sadar jika keluarga teman papanya sudah datang
"Assalamualaikum semua, maaf sudah membuat menunggu" ucap Rahman dan disambut Andhika ramah dengan menjabat tangan dan sedikit pelukan khas laki laki.
"Waalaikumsalam pak, ayo- ayo silahkan duduk" Rahma tersenyum melihat Gita dan putrinya lalu Rahma cipika cipiki dengan Gita "hai, gimana kabarnya jeng, kok anaknya Cuma satu, yang satunya mana jeng?" Gita tersenyum dan membalas pelukan Rahma
"Iya, Alhamdulillah baik jeng Rahma, iya adiknya ga bisa ikut karena sedang banyak tugas yang ga bisa ditinggali"
Setelah semuanya duduk Andhika pun langsung memperkenalkan anaknya pada Rahman
"Oiya, kenalkan ini anakku Randy Agratama, Man" Andhika menyenggol tangan putranya untuk berdiri dan memberi salam pada sahabatnya
"Randy? Ucap Ola yang langsung menghadapkan wajahnya ketika mendengar nama Randy, wajahnya yang dari tadi menunduk terus karena tidak biasa menatap wajah orang, apalagi yang bukan muhrimnya langsung melihat kearah Randy yang baru saja berdiri dan sama kagetnya dengan Ola.
"Ola, om, tante?" sapa Randy lalu menyalimi om dan tante
"Oh, kamu Randy sahabatnya Ola sekaligus teman kelasnya Ola kan? Ucap Rahman tertawa, karena pada dasarnya Rahman sudah tau bahwa Randy adalah anak Andhika. Tetapi Rahman sengaja masih merahasiakannya sampai waktu yang menjawabnya.
"Iya om, tante, jadi tante sama om sahabatnya mama dan papa ya?" ucap Randy yang hanya tersenyum tipis sambil melihat ke arah Ola
"Iya, Randy mereka ini sahabat papa dan mama semenjak sma" jawab Andhika
"Ya allah berarti kalian selama ini sudah saling mengenal, apalagi menjadi sahabat, kok kita bisa gak tahu ya, pah" ucap Rahma lalu memandang suaminya
"Iya mah, berati kalian memang jodoh" ucap Andhika dengan senyum lebar diwajahnya
Randy dan Ola tidak menyangka bahwa kedua orang tua mereka sahabatan. Randy dan Ola pun mengobrol bersama dengan kedua orangtuanya. Setalah berkenalan dan mengobrol sebentar melepas kerinduan, acara pertemuan mereka pun dilanjutkan dengan makan malam.
Dan tidak lama setelah makan malam selesai mereka pun akan membicarakan hal yang kelihatannya serius. Karena terlihat wajah dari para orangtua yang sudah memasang wajah seriusnya.
Andhika mulai berbicara "Ola, Randy, kalian sudah tau kan kenapa kalian dipertemukan disini?"
Randy menjawab seadanya dengan santainya "iya, pah aku tahu jadi aku dan Ola akan berpartner menjalakan bisnis perusahaan kita dan om Rahman kan" lalu dilanjut dengan Ola yang menjawab dengan lembutnya
"Iya, om Ola juga tahu kok tapi Ola masih bingung, apakah Ola nantinya bisa bekerja sama dengan Randy?"
"Kalian pasti bisa, apalagi nanti kalian akan menjadi sepasang suami istri yang bisa saling bekerjasama" ucap Andhika tegas dengan menekankan kata suami istri.
"Suammiii issstrii ??? " ucap Ola dan Randy bebarengan, mereka saling pandang tidak percaya
Gita mengelus jilbab putrinya dan berkata "Iya, sayang kamu itu dan Randy sudah kami jodohkan, semenjak kami mengandung." Ola terbelalak dengan ucapan mamanya
"Iya, Randy makannya ulangtahun kalian sama karena kami saat itu sama-sama sedang mengandung dan tidak disangka kami melahirkan berbarengan dirumah sakit yang sama dan hanya jam nya saja yang berbeda dan ternyata ibu Gita melahirkan bayi perempuan, itu sesuai dengan janji kita dulu, jika anak pak Rahman dan bu Gita perempuan maka akan kami jodohkan pada saat anak-anak kami berumur 17 tahun" timpal Rahma lalu memandang penuh perempuan dengan hijab ungunya yang berada didepannya.
Ola dan Randy tidak berkata kata mereka hanya saling memandang orangtuanya
"Dan besok adalah ulangtahun kalian berdua, papa akan membuat acara ya ga harus besar , sederhana saja... dan akan diadakan di restaurant ini, jangan lupa undang teman teman kalian" ucap Rahman kepada Ola dan Randy yang kelihatannya masih bengong dengan ucapan para orangtua
"Oh iya mengenai perjodohan ini, kami berharap kalian bisa menerimanya, demi kebaikan masing-masing, dan pernikahan kalian akan dilaksanakan setelah kalian mengikuti ujian nasional, dan sekarang kalian ga harus berpacaran atau tunangan , kalian taarufan saja" ucap Andhika lalu menatap tajam anak lelakinya.
Anak lelakinya pun mulai mengeluarkan suaranya "Apa? Gak secepat ini juga dong pah, Ola itu sahabat aku mana mungkin aku bisa menikahinya? Dan kami pun masih sekolah" protes Randy yang disusuli Ola dengan suara lembutnya
"Iya, om Randy itu sahabat aku, aku gak bisa menikah dengan dia, karena bagaimanapun kami hanya bersahabat, dan juga kami masih muda dan belum siap untuk menikah"
"Tidak ada tapi-tapian, tidak masalah kalian menikah muda, karena menikah itu kan ibadah, jadi lebih cepat lebih baik dilaksanakannya" ucap Andhika lagi. Randy dan ola tidak bisa berkata kata mereka diam mendengar orangtuanya berbicara
"Iya Randy, Ola kalian tidak perlu takut, kami tau kalian kaget mendengarnya tapi kami hanya ingin memberi yang terbaik pada kalian" ucap Rahman
Ola dan randy hanya diam dan masih berfikir dalam pikirannya masing-masing kenapa bisa Ola dan Randy dijodohkan dan mereka masih belum terima dengan pikiran kedua orangtuanya masing-masing. sampai pada akhirnya acara pertemuan keluarga ini selesai. Keluarga Rahman pun pamit untuk pulang.