Raisa menatap balik Bima dengan tatapan manisnya. Kadang ada masa di mana dia sedih karena sikap Bima yang jauh dari keinginan. Lalu ada masa di mana semua sikap kekanakannya menjadi bumerang untuk kehidupan pribadinya dan dimaafkan begitu saja oleh Bima. Selama masa itu pula, Raisa lebih memilih Bima dari semua lelaki yang mendekat. “Aku juga cinta kamu. Banget banget!” Sebuah jawaban dari semua masalah, jawaban dari kesakitan hati, dan jawabannya adalah pernikahan suci. Tanpa ragu dan tanya, hanya keyakinan yang datang dari hati. Raisa memilih untuk melangkah dengan Bima dengan semua ketidak jelasan yang melatar belakangi kehidupan mereka berdua. Ciuman hangat dari Bima pun mendapat sambutannya. Tidak masalah selagi masih ada Raisa di hidupnya. Tidak masalah jika semua materi di dunia

