38. Aku Pingsan

1416 Kata

Sofa … mau duduk!” “Ga boleh. Saya masih mau peluk kamu!” ungkap Bima sambil mengukung tubuh ramping Raisa. “Ih … Bima. Sakit, tau!” Tapi Raisa sudah tidak tertolong lagi, karena kekuatan Bima melebihi jangkauannya. Sampai akhirnya Raisa menyerah dan mulai memeluk balik Bima dengan erat. “Kenapa? Kamu cape ya?” tanyanya sambil mengelus pundak belakang Bima pelan. Lelakinya itu meski kuat tetapi sebenarnya rapuh. Bima mengangguk dan langsung menciumi rambut Raisa. “Jangan ganti shampo. Saya suka wanginya!” Ucapan random yang lama kelamaan Raisa ketahui saat Bima merasa sangat lelah. “Ada apa? Banyak pasien hari ini?” Bima semakin menenggelamkan dirinya pada tubuh Raisa, tempat ternyaman baginya di saat kelelahan saat ini. “Ga banyak. Tapi sikap ayah membuat saya semakin kesal.” Raisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN