Pemikiran Berbeda Tentang Cinta

1172 Kata
Cinta? Cinta adalah perasaan tulus yang akan dimiliki setiap orang. Datang tanpa diundang, perasaan itu akan tumbuh dengan sendirinya. Sangat tulus dan selembut kapas, bahkan cinta itu bisa mengubah seseorang. Menjadi lembut atau kasar, itu adalah pilihan untuk setiap orang. Cinta, Cinta adalah dasar dari sebuah hubungan dan ikatan.           ~Elina  "Ti-tidak Tu-tuan, se-semuanya benar. Yang kau ucapkan itu be-benar. Aku meminta maaf tolong maafkan aku. Jangan lakukan ini padaku," wanita itu berbicara terbata-bata helaan nafasnya tersendat-sendat. Sambil memegang pergelangan tangan Felix wanita itu memohon untuk dimaafkan Karena sudah sangat lancang menawarkan dirinya pada pria itu. Felix melepaskan cengkramannya dengan kasar, pria itu kembali menyandarkan tubuhnya kesadaran ranjang, sambil mendongakkan kepalanya menatap plafon yang di cat putih mengkilap. Pria itu melipat tangannya dan d**a. Sementara wanita itu hanya terdiam tak bergeming sedikitpun, tubuhnya tampak bergetar hebat. Ia betul-betul terkejut dengan sikap Felix, membuat wanita itu gugup setengah mati berada di dekat pria itu. "Pergilah dari sini, tugasmu sudah selesai," suara datar Felix sedikit mengejutkan wanita itu. Tak membuang waktu wanita itu langsung beranjak turun dari ranjang. Mengambil pakaiannya yang berserakan di atas lantai, wanita itu dengan cepat memakai pakaian dalam. Lalu melangkah ke tas miliknya yang tergeletak di atas sofa, wanita itu tampak tergesa-gesa mengeluarkan gaun selutut miliknya dari dalam tas. Dengan cepat wanita itu memakainya. Ia menatap Felix sejenak sebelum keluar dari ruangan itu. Pria itu kini tengah bersandar dengan mata yang tertutup, bahkan hanya dengan melihatnya saja wanita itu merasa merinding. Ia langsung bergegas keluar dari kamar itu dengan tergesa-gesa.  Disamping di sebuah restoran mewah, dua Orang wanita cantik kini tengah berbincang.  "Apa!" Suara nyaring wanita berkulit putih dengan mata bulat dan bibir tipis merah muda. Bulu mata yang lebat, rambut hitam bergelombang, pria manapun yang melihatnya akan jatuh hati dengan wanita itu. Belum lagi wajah mungil dan ekspresi polosnya, tampak sangat menawan dan mempesona. "Stt, El…" wanita yang duduk di hadapannya sontak langsung berdiri dan menutup mulut wanita itu dengan tangannya.  "Emm," wanita itu memberontak tak terima. "Apa kau tidak bisa bicara dengan pelan, lihatkan semua orang jadi melihat kita sekarang!" sentak wanita berambut sebahu, wanita itu cukup cantik dan manis. "Iya maaf, kau membuat ku terkejut. Apa kau serius? Ibumu mau menjodohkanmu begitu? Dan kau menerima perjodohan itu begitu saja. Astaga itu sangat konyol. Kau tidak boleh menerima perjodohan itu kau harus menolaknya," wanita itu berucap dengan nada tinggi, memberikan penolakan keras atas keputusan wanita itu. Wanita itu mengulas senyum simpul yang manis, ia terlihat begitu tenang. "Nay, ayolah jangan cuma senyum aja. Kau harus bertindak, perjodohan itu tidak boleh terjadi bagaimanapun? Ini bukan jaman Siti Nurbaya Nay," jelas wanita itu, ia tampak berusaha keras untuk membujuk wanita itu. Agar tidak menerima perjodohan itu begitu saja. Naya dan Elina mereka berdua bersahabat sejak lama, saling mengerti satu sama lain dan memahami dengan sangat baik. Mereka sangat dekat, bahkan mungkin hubungan persahabatan mereka sudah seperti adik Kakak. Mereka selalu ada untuk satu sama lain baik senang maupun susah.  Meski sikap mereka cukup berbeda, Naya terbilang lebih bisa bersikap dewasa. Ketimbang Elina yang sikapnya masih kekanakan dan selalu berpikir atau melakukan sesuatu berdasarkan hati dan melakukan apapun yang menurutnya benar tanpa berpikir panjang.  Tindakan seperti ini mungkin terbilang ceroboh namun begitulah Elina. Wanita itu cukup unik dia sangat berbeda dari wanita kebanyakan, dan cinta? Bagi Elina cinta adalah dasar dari segalanya. "Katakan aku bisa apa? Memangnya apa yang bisa aku lakukan selain menerima perjodohan itu. Aku bukan Tuan putri sepertimu, yang hanya menjentikkan jari dan semua permintaanmu akan terkabulkan, orang tuamu sangat menyayangimu. Dan mereka akan melakukan apapun untukmu, lalu apa yang bisa aku lakukan. Sayangnya aku bukan kamu, aku tidak bisa menolak semudah yang kau katakan." "Ada saat dimana aku harus mengalah pada keinginanku dan menerima yang sudah ditentukan. Aku tidak bisa berbuat apapun," wanita itu berbicara dengan sangat tenang. "Tapi bukan berarti kau harus menikah dengan cara di jodohkan bukan, itu tidak masuk akal. Kau harus menikah dengan orang yang kau cintai." tegasnya berbicara. Wanita di hadapannya tertunduk sejenak sambil mengangkat sudut bibirnya. "Lalu katakan jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan," ujar Naya. "Tentu saja aku akan menolak keras perjodohan itu, aku tidak akan menerimanya. Dan satu hal lagi, aku akan menikah dengan pria yang aku cintai, kami akan menikah dan hidup bahagia. Memiliki keluarga kecil yang bahagia, dan kami akan menua bersama." "Kau tahu cinta adalah dasar dari sebuah pernikahan, aku rasa jika dua orang saling mencintai dan hidup bersama. Mereka akan bahagia selamanya," jelas wanita itu dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya. "Dan aku akan menikah dengan orang yang aku cintai, pria lembut, baik hati dan selalu tersenyum manis. Aku akan menikahi pria seperti itu," lanjut wanita itu berbicara. "Seperti Tristan makasumu El," sela Naya.  "Tristan?" Elina mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan Naya. Baru wanita itu ingin kembali berbicara tiba-tiba saja, ia merasa sakit di kepalanya, sakit yang luar biasa menyerangnya.  Elina mengangkat tangannya memegang kepalanya, dan menjambak pelan rambutnya. Dengan cepat Naya langsung bangkit dan dengan sigap memegang tangan Elina. "Apa kau baik-baik saja," sergah Naya. Wanita itu tampak sedikit panik melihat Elina. "Ya aku baik-baik saja, kepalaku sakit lagi," ucap Elina dengan pelan, wanita itu masih memijat pelipisnya. "Emm, lebih baik kau pulang sekarang," Naya kembali duduk. "Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Kau tahu kan ini sudah biasa terjadi," ucapnya lirih. "Terkadang aku merasa sedikit lelah dan bingung, kenapa ini terus saja terjadi padaku. Setelah kecelakaan mobil itu aku tidak bisa mengingat apapun masa kecil atau apapun itu. Semuanya hilang lenyap begitu saja, rasanya ini cukup melelahkan," ucap Elina. Tatapan mata wanita itu terlihat lesu raut wajahnya tampak gusar. "Kadang aku merasa tidak normal Nay. Semua orang bisa mengingat masa kecilnya tapi aku-" wanita itu menghentikan bicaranya. Matanya tampak berkaca-kaca menatap Naya yang ada di hadapannya. Bibir wanita itu menyunggingkan senyum miris. "El," Naya berucap lirih sambil memegang tangan wanita itu. "Ayolah, kau bukan Elina yang ku kenal jika seperti ini. Kau itu kuat dan ceria, Elina yang bisa melakukan apapun yang kau inginkan," lanjut Naya berbicara. Ia tersenyum lebar serta memberikan semangat pada Elina. Wanita itu langsung merubah raut wajahnya yang semula gusar, menciptakan senyum lebar seperti mentari pagi yang baru terbit memancarkan sinarnya. Elina terlihat sangat cantik bila sudah tersenyum. "Ya tentu saja aku akan melakukan apapun yang aku ingin kan," tutur wanita itu sedikit menyombongkan dirinya. "Bagus, ah kau membuatku panik untuk sesaat," ujar Naya dengan suara rendah. "Dan aku begitu suka melihatmu panik. Baiklah aku akan pulang sekarang, sampai bertemu besok," Elina lantas bangkit dari duduknya. "Ingat yang aku katakan pertimbangkan dulu perjodohan itu. Kau harus menolaknya, dah. Kau mengertikan. Aku pergi sekarang," Elina berbicara sambil melangkah mundur. Elina lantas bergegas pergi dari sana. "Dasar gadis konyol," tutur Naya sembari terus melihat punggung Elina yang perlahan berjalan menjauh.  Wanita itu kini melangkah di trotoar ia mengeluarkan headset dari saku jaket tebal berwarna coklat dan memasangnya di telinga.  Lampu jalan menerangi trotoar, terlihat beberapa orang masih Lalu lalang di sana. Langkah wanita itu tertuju pada halte bus yang berjarak tidak terlalu jauh dari restoran itu. Bersambung~
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN