Gadis Cuek

1062 Kata
Saat Dyandra sedang berjalan di koridor kampus, dia tidak sengaja berpapasan dengan beberapa juniornya. Ya, junior itu ternyata adalah Putri dan Mela yang sedang berjalan sambil mengobrol setelah habis kelas mereka. Saat berpapasan, Dyandra dan Putri pun menghentikan langkah mereka. Dyandra yang langsung bergeser ke kanan pun juga tidak sengaja di halangi oleh Putri yang dengan refleknya juga ikut bergeser ke kanan, dan ketika Dyandra menggeser posisinya kembali ke kiri, Putri pun juga ikut bergeser ke kiri. Dan setelah itu keduanya pun malah saling bertukar tatap heran. Bentar, kok kayaknya orang ini nggak asing ya? Apa aku pernah ketemu dia? Tapi dimana? Batin Putri mencoba mengingat-ingat wajah Dyandra. Karena kesal, akhirnya Dyandra pun memberanikan dirinya untuk bertanya. "Kenapa? Apa yang kamu liat?" tanya Dyandra heran. "Hah??" Putri hanya merespon pertanyaan Dyandra dengan wajah kebingungannya. Dia tidak tahu kalau aksi nya itu akan di sadari oleh senior yang saat ini sedang dihadapannya. "Ih, nggak jelas banget deh, awas! Buang waktu orang aja!” bentak Dyandra langsung menerobos Putri dan Mela dengan sangat tidak santai hingga Putri dan Mela hampir saja terjatuh. "Aww!! Iihh, nyebelin banget sih!!!" teriak Putri emosi. Dyandra sama sekali tidak peduli dengan teriakan Putri. Dia terus melanjutkan langkahnya untuk cepat-cepat pergi dari sana. "Put, udah Put! Dia senior kita. Nggak usah deh kita berurusan sama senior." Cegah Mela agar Putri berhenti berteriak walaupun faktanya tangan Mela pun kesakitan akibat ulah Dyandra. "Abis dia yang nyebelin Mel. Maksudnya apa coba tadi? Ih, ngeselin banget kan? Tangan kamu gimana? Sakit nggak?" Mela pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Udahlah nggak apa-apa kok." Jawab Mela. Putri pun mengusap-usap tangan Mela karena khawatir namun bibirnya terus saja mengomel karena kesal. "Awas aja tuh orang kalau ketemu lagi!" gumam Putri mendelik. "Emang kenapa kalau ketemu lagi? Mau kamu apain dia? Mau kamu marahin? Atau kamu hajar? Hahaha." Tanya Mela terkekeh panjang melihat ekspresi Putri yang sedang kesal. "Ya, mau aku omonginlah Mel. Jadi orang jangan nyebelin kaya gitu! Emang dia fikir dia siapa? Mentang-mentang dia senior gitu, terus dia mau seenaknya sama junior. Halah!” "Putri-Putri… udah ah, ayok kita balik." Kata Mela hanya tertawa sambil menarik tangan Putri yang saat ini masih saja kesal. *** Dyandra saat ini sedang berjalan menuju ke arah gerbang kampus. Rencananya dia hendak akan pulang. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti saat Akmal memanggil-manggil nama Dyandra dari kejauhan. "DYANDRAAAAA!!" teriak Akmal begitu sangat kencang hingga membuat semua orang di sekitarnya menoleh pada Akmal. Dyandra yang sedang berjalan pun memberhentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah sumber suara yang terus memanggil namanya. Akmal pun langsung berlari menghampiri Dyandra yang saat ini sedang memperhatikan Akmal. "Ada apa Mal?" tanya Dyandra heran menatap Akmal yang sedang terengah-engah. "N-nggak kok, hehe aku cuma mau ngasih tau kamu sesuatu Ndra." Kata Akmal canggung. "Sesuatu apaan?" "Jadi gini Ndra, rencananya aku sama anak-anak kepengurusan mau bikin acara baksos." Jelas Akmal. "Oh, gitu... terus ?" "Ya makanya, maksud aku ini tuh mau ajak kamu gabung buat ikut bantuin. Ya, biar kamu juga bisa sekalian cari inspirasi buat bahan tugas foto kamu kan?” Mendengar penjelasan Akmal, Dyandra pun tiba-tiba merasa sangat terharu dengan ajakan Akmal. Dia hampir mau menangis saat menatap wajah Akmal yang sedang tersenyum canggung pada Dyandra. Memang patut Dyandra akui, karena Akmal memang selalu mengerti Dyandra selama ini. "Aaaaaa Akmal, pengertian banget sih kamu. Kok, kamu tau sih kalau ada tugas fotografi. Aaaaaaa Akmal..." kata Dyandra dengan wajah imutnya yang membuat Akmal jadi terkekeh melihatnya. “Ndra apaan sih?!” tanya Akmal terkekeh geli sambil menggaruk tengkuk kepalanya salah tingkah. "Yaudah Aku ikutan! Tapi, aku boleh ajak Andy juga kan?" tanya Dyandra antusias. Akmal pun terdiam sejenak karena merasa sedikit heran. "Eh, emang Andy nggak bilang ya sama kamu kalau dia juga mau ikut bantu buat acara baksos ini?" tanya Akmal. Dyandra pun menatap ke arah Akmal. "Hah?! Emang dia udah tau ya?" tanya Dyandra heran. "Iya, dia udah tau, tadi kita ketemu di deket toilet. Terus aku bilang deh sama Andy. Dan, dia bilang kalo dia juga mau ikut buat bantu. Aku kira sih dia bilang soal ini sama kamu..," "Hah? Boro-boro Mal. Aku aja baru tau dari kamu barusan.” Kata Dyandra memutar bola matanya malas saat mengingat Andy. "Oh gitu ya. Apa mungkin dia lupa?" jawab Akmal terkekeh canggung sambil menggaruk-garuk kepalanya. “Tau deh.” Sebenernya, niat Akmal bicara pada Andy sebelumnya itu agar Andy yang mengajak Dyandra. Jadi saat nanti Akmal mengajak Dyandra, Akmal tidak terkesan mengemis agar Dyandra ikut. Namun, kenyataannya memang Andy ini sedikit sensitif pada Akmal, karena dia memang tahu kalau Akmal ini menyukai Dyandra, itulah alasannya kenapa Andy tidak menyampaikan dan tidak mengajak Dyandra. Alasannya, agar Dyandra tidak bertemu terlalu sering dengan Akmal. "Emang nanti yang ikut bantuin siapa aja Mal?" tanya Dyandra penasaran. "Rencananya sih, kita mau ajak mahasiswa baru juga Ndra." Jawab Akmal. "Mahasiswa baru???" Akmal pun menganggukan kepalanya. "Hmm, pantesan aja si Andy mau ikutan Mal. Trus, acaranya kira-kira kapan nih?" "Kalo nggak hari kamis ini, berarti hari Sabtu ini kita kumpul dulu Ndra." Jawab Akmal mencoba mengingat waktu yang cocok. "Oh gitu. Yaudah nanti kalo gimana-gimananya kasih tau aku ya Mal..." "Siap Ndra!" "Yaudah kalo gitu aku balik duluan ya Mal. Dah." Pamit Dyandra pergi sambil menepuk-nepuk lengan Akmal. "Ok Ndra..." jawab Akmal dengan senyuman terbaiknya untuk Dyandra. Dyandra, si gadis cuek itu pun pergi meninggalkan Akmal sendirian. Mata Akmal bahkan tidak bisa beralih dari langkah kaki Dyandra yang semakin menjauh. Akmal ini memang menyukai Dyandra sejak pertama kali mereka bertemu saat pertama masuk kuliah. Dan sejak awal pertemuannya itu pun, Akmal sudah sangat yakin jika Dyandra itu adalah pilihan yang tepat untuknya. Menurut Akmal, Dyandra itu berbeda dari kebanyakan gadis yang dia temui. Ya, walaupun Dyandra itu memang terkesan aneh di mata kebanyakan pria, namun hal itu justru berbeda dengan Akmal yang menganggap semuanya tentang Dyandra itu sangat mengemaskan. Tapi, dalam menghadapi Dyandra memang sedikit butuh kerja keras. Wajah tampan ternyata tidak menjamin seorang Dyandra bisa tertarik pada Akmal dengan sangat mudah. Dyandra tidak seperti kebanyakan gadis yang jika melihat pria tampan, pintar dan populer seperti Akmal akan langsung terpesona dan berlomba mendekatinya. Sejak saat pertemuan mereka hingga detik ini, Dyandra masih saja seperti itu. Bersikap biasa saja dan cuek. Itulah sosok yang di harapkan oleh Akmal selama ini. Dyandra, sosok gadis yang hatinya bahkan sudah tidak berfungsi dengan baik. Itulah alasannya kenapa Akmal harus bekerja lebih keras lagi untuk mendekatinya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN