24. Maya

1524 Kata
Naira sama sekali tak ingin mengakhiri percakapan dengan teman-teman nya di grup, tetapi ia juga tak boleh seperti ini di rumah orang. Meskipun sudah seperti rumah sendiri, tetapi attitude harus tetap ditegakkan. Orang tua nya beberapa kali mengajarkan tentang etika saat berada di rumah orang, Ya benar! Orang tua yang mengajarkan semuanya. Naira membereskan tempat tidur yang tak rapi, sehingga menjadi rapi. Dia pergi ke arah jendela yang menghadap langsung ke pohon jeruk. Naira membulatkan mata, bertanya-tanya dalam hati itu pohon jeruk siapa? Untuk menghilangkan rasa penasaran, Akhirnya Naira pergi keluar kamar dan segera pergi ke ruang keluarga dimana Melati dan Kenzi berada. Naira tanpa ragu duduk di sebelah Kenzi yang tengah memainkan handphone canggih nya. "Bund?" Melati mengerutkan kening, dalam gelagat Naira seperti nya ada yang ingin wanita itu tanyakan. "Kenapa?" tanya Melati. "Bun, itu di samping pohon jeruk siapa?" tanya Naira sembari menunjukkan ekspresi yang lucu bahkan Melati pun hampir tertawa di buat nya. "Oh itu.. Pohon jeruk punya kita, kenapa?" tanya Melati. Naira memelas, mata nya mulai sayu. "Bunda, pengen ke sana ya. Please please..." Melati tak bisa menahan ketawa nya, dan langsung mengangguk untuk menyenangkan Naira. "Di sana ada saung bambu, enak banget Nai. Nanti ya kita pergi sama-sama, atau enggak besok aja soalnya Kenzi libur." ucap melati membuat Naira bahagia bukan main. Bahkan Naira tak segan berteriak kata Yes, membuat Kenzi terkejut bukan main, dan sedikit terganggu juga dengan suara Naira. "Harus nya kamu masuk pertanian aja," ucap Kenzi membuat Naira berhenti berteriak kata Yes di ganti dengan mencebik kan bibir nya kesal. "Kakak gak tau aja, aku jago di bidang hukum" ucap Naira memamerkan diri nya sendiri. "Tidak meyakinkan." jawab Kenzi membuat Naira semakin kesal dengan Kenzi. Ia tak tahu saja kemampuan berdebat nya sangat baik dan bagus. Naira menatap Kenzi dengan tajam tatapan mata nya seolah-olah berkata jika lihat saja nanti. "Apa hmm?" * Kini Naira sudah di antarkan ke rumah nya oleh Kenzi. Dan mereka sedang berada di luar rumah. Apalagi selain berdebat, mendebatkan sesuatu hal yang tidak penting sama sekali, seperti sekarang ini. "Kak Kenzi ayo masuk!" Kenzi bersikeras menggeleng, "Enggak! Saya tunggu di luar aja." "Naira takut kak Kenzi!" Kenzi menghela nafas kasar. "Kamu hampir tiap malam, tiap hari sendiri di rumah tapi enggak takut, alasan yang klasik dan tidak masuk akal Naira. "Ah yaudah deh, padahal Naira beneran takut." jawab Naira sendu, lantas segera masuk ke dalam rumah. Naira pergi ke lantai atas, membuka pintu kamar nya, dari jendela dia bisa melihat pemandangan yang tak indah sama sekali, berbeda saat berada di rumah Kenzi. Naira segera memasukkan beberapa setel baju dan sepatu ke dalam koper yang tak terlalu besar, juga ada peralatan kuliah nya seperti buku dan laptop. Setelah itu dia melihat ke sekeliling kamar yang menjadi saksi bisu ketika dirinya menangis sendirian. Setelah di rasa cukup, Naira segera melangkah kan kaki keluar dan menemui Kenzi. "Ada apa di dalam?" tanya Kenzi dengan tatapan malas. Naira menggeleng, setelah mengunci pintu rumah Naira lalu melenggang pergi ke arah mobil tanpa mengajak Kenzi. "Beneran ketemu hantu kali ya tuh anak?" * Hidup ini tentu berjalan tidak hanya mulus-mulus saja, ada kebahagiaan, perjuangan, kesedihan, kekecewaan, hingga tekanan. Salah satu hal yang banyak dikeluhkan banyak orang adalah menghadapi tekanan karena seringkali merasa stres dan penuh beban.Tekanan bisa datang darimana saja, dari pekerjaan, orang tua, diri sendiri, dan masyarakat. Orang-orang seringkali cepat putus asa atau berusaha menghindari tekanan yang membuat stres. Padahal tekanan sebenarnya dapat membuat seseorang menjadi lebih dewasa, serta berkembang lebih baik. Tersenyum saat dikecewakan dan bersabar saat tak dihargai adalah dua hal yang membuatku merasa lelah karena harus ber-pura-pura. "Cil?" Kenzi bertanya pada Naira yang terdiam. "Kenapa?" tanya Naira. Kenzi menggeleng kepala nya pelan, lantas fokus kembali pada mobil yang ia kendarai. "Kenapa kak, kangen ya? Hehe." ucap Naira membuat Kenzi menghela nafas. Tetapi jujur saja, Kenzi lebih suka Naira yang seperti ini, ceria dan terlihat seperti tak mempunyai beban. "Kak, yang semalam lupain aja aya?" Kenzi ber-pura-pura mengerutkan kening nya, "Yang semalam? Emang yang mana?" tanya Kenzi, ia tak ingin Naira berpikiran yang tidak-tidak. "Yang semalam itu, saat Naira di balkon sama kakak." "Minum s**u bareng maksud nya?" "Bukan!" "Terus apa" tanya Kenzi "Yang setelah minum s**u kita ngelakuin apa?" "Nyanyi?" tanya Kenzi. "Bukan satu lagi kakak." Naira mulai merengek. "Yang mana?" tanya Kenzi , membuat Naira kesal. "Yang waktu Naira nangis itu, terus kakak juga yang pindahin Naira kan?" Kenzi mengerutkan kening sesekali menatap Naira yang sudah sedari tadi menatap nya dengan intens. "Kamu semalam mimpi apa Naira? Setelah saya bernyanyi kamu langsung pamit ke dalam kamar." ucap Kenzi membuat Naira membulatkan mata tak percaya "Kak, semalam Naira sadar loh." "Saya juga sadar, tidak mabuk!" "Kakak iihhh, yang bener dong ah." "Kurang beneran apa lagi Naira." Naira menghela nafas, apa memang benar semalam diri nya hanya bermimpi menangis di hadapan Kenzi lalu ketiduran dan bangun-bangun ada di kamar tepat nya di atas ranjang nya. Naira tak lupa, tetapi jika memang penuturan Kenzi seperti itu. Berarti bener, Naira semalam bermimpi. Saking berharap nya pada Kenzi, Naira jadi bermimpi seperti itu. Dalam hidup, ada kalanya manusia mengalami masa-masa yang sulit. Masa saat banyak beban masalah yang tak kunjung usai begitu saja. Kadang kala, kondisi inilah yang menyita pikiran hingga menimbulkan stres berkepanjangan. Jika dibiarkan begitu saja, kelak seseorang yang merasakan itu akan menyadari bahwa ada banyak hal berharga yang justru dilewatkan. Seperti hal nya dengan Naira, wanita itu sangat kuat karena tak ingin di pandang lemah, ah lebih tepat nya selalu mencoba menguatkan hati, mental dan pikiran. Naira, mempunyai banyak beban dan masalah di kehidupan nya tetapi saat bersama dengan para sahabat nya, Naira tak pernah menunjukkan itu. Keluarga, Pertemanan, lingkungan sekitar, serta percintaan membuat mental Naira Naik turun, Naira pernah mengalami down mental sampai tak makan, tetapi Naira harus bangkit harus kuat, ia tak boleh lemah, setidak nya Naira harus sembuh untuk diri nya sendiri. Naira pernah berada di mana dia tak ingin bertemu siapapun karena mental nya down, tetapi Naira tak boleh terus-menerus seperti itu, Naira harus bangkit dia harus membuktikan jika dirinya kuat dan bisa bangkit dengan kaki nya sendiri. * Jam setengah sembilan mereka berdua sudah berada di kediaman Kenzi, tepat nya rumah Melati. Mereka duduk di teras, di halaman yang ada gazebo nya sembari melihat kolam ikan. Duduk santai dengan menikmati secangkir teh dan buku majalah yang ada di genggaman Melati. "Bun, temen-temen Naira mau main kata nya." "Kesini?" tanya Melati, membuat Naira segera menganggukkan kepala dengan cepat. "Maya juga ada?" Kenzi refleks bertanya seperti itu, bertanya dengan cepat. Dan setelah bertanya seperti itu Kenzi merutuki kebodohan nya. "Maya siapa dia?" tanya Melati sembari menatap ke arah Kenzi. Naira tersenyum lirih, apa benar jika Kenzi sudah bersama dengan Maya, sama persis seperti apa yang Maya katakan sebelum nya? Kalau begitu harus kah dirinya benar-benar mundur mencintai Kenzi, atau memaksakan sampai Tuhan membuktikan jika Maya dan Kenzi benar-benar bersatu? Cinta sering disebut sebagai anugerah terindah dalam hidup seseorang. Pasalnya, saat mendapatkan cinta, kehidupan seseorang akan jadi begitu berwarna. Namun kenyataannya, cinta tidak selamanya menyoal kisah bahagia. Cinta juga sering hadir membawa kesedihan. Kata-kata sedih tentang cinta bisa jadi satu gambaran bahwa cinta bisa saja menyisakan luka. "Bukan siapa-siapa bun," jawab Kenzi membuat Melati menganggukkan kepala nya. "Jadi gimana, bun. Ada Keisha juga." Melati mengerutkan kening, dan berhenti sebentar dari kegiatan membaca nya. "Keisha? Kamu kenal?" tanya Melati tak percaya. "Kenal bun, Keisha itu temen baik Naira." jawab Naira "Kalau begitu di sini aja ngumpul nya ya." "Ok, bun." * Setelah lama menjalin hubungan serius dengan pasangan, modal yang dibutuhkan untuk melangkah ke jenjang selanjutnya adalah restu orang tua. Restu menjadi modal awal untuk membina hubungan rumah tangga yang diberikan oleh orang tua maupun keluarga besar kepada pasangan. Lalu bagaimana dengan kebalikan nya, Melati menginginkan Naira untuk menikah-berumah tangga dengan anak nya, sedang kan Kenzi sendiri tak melirik perasaan Naira lebih dalam lagi. apa mereka akan tetap bersatu? atau hanya sekedar seperti ini dan hanya menjadi angan harapan Melati untuk membuat keduanya bersatu. Menjalin hubungan yang serius memang tidak hanya berhubungan dengan kekasih hati saja, tetapi juga keluarganya. Tak heran jika setiap orang berusaha menjadi yang terbaik untuk meyakinkan orang tua pasangannya. Berusahalah semampu yang kalian bisa karena Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik.Ada banyak cara yang mungkin bisa dilakukan untuk sedikit meredakan kegelisahan karena hubungan dengan kekasih tak kunjung mendapat restu. Salah satunya dengan mengungkapkan kata-kata tentang cinta tak direstui menyentuh hati di media sosial atau sekadar dikirimkan langsung kepada kekasih Tak selalu berjalan mulus, jalinan asmara juga mengalami beragam persoalan salah satunya cinta tak direstui orang tua. Cinta tanpa restu orang tua menjadi persoalan yang cukup rumit antar pasangan, sebab restu adalah hal terpenting dalam sebuah hubungan. Tetapi jika Melati tak merestui Maya bersama Kenzi, apakah mereka berdua akan tetap nekat untuk menjalin sebuah hubungan rumah tangga. Atau mereka pada akhirnya akan saling meninggalkan satu sama lain? Ah- Tidak ada kesuksesan sejati tanpa penolakan. Semakin banyak penolakan yang dialami, semakin unggul, semakin banyak belajar, dan semakin dekat dengan harapan. Ada tawa yang hampir punah, ada perasaan yang hampir mati. Tetapi Naira harus tetap bangkit. Tak ada orang yang boleh meremehkan nya sekali lagi. Itu adalah janji Naira di hidup nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN