Sahabat sejati adalah seorang teman yang tidak bisa dikatakan hanya sebagai sekadar teman saja. Ya, hal itu karena sahabat sejati akan selalu ada di setiap suka maupun duka. Meskipun kita tengah berpisah dengan jarak yang begitu jauh, namun sahabat akan selalu mengingat dan mendoakan kita.
Persahabatan bukan tentang harta dan kekuasaan, tetapi persahabatan adalah tentang kebersamaan dan kesetiaan. Persahabatan tidak pernah diajarkan di sekolah, tetapi apabila kamu belum memahami arti persahabatan, itu berarti kamu belum memahami arti kehidupan.
Semua orang di dunia ini butuh sahabat sejati. Tapi tak semua orang beruntung mendapatkan sahabat sejati. iya hanya beberapa orang saja yang mempunyai sahabat benar-benar menjadi sahabat.
*
Naira sudah mengirimi alamat di grup kepada kedua sahabat nya. tetapi, Keisha langsung mengabari diri nya secara pribadi, ya sudah jelas jika Keisha tahu rumah Kenzi Karena keisha sering kesana.
"Hallo Tante." Ucap Keisha menyapa Melati, kebetulan Melati dan Naira sedang berada di depan lebih tepat nya di gajebo halaman depan yang sangat nyaman.
"Eh keisha, apa kabar kamu? lama gak ke rumah tante huh." Ucap Melati, membuat Keisha menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Umh sibuk kuliah, Tan." Jawab Keisha sekena nya. Padahal memang jika tidak ada keperluan Keisha tak akan pernah datang ke rumah Melati, memang ada butuh nya aja sih!
"Eh jadi Tante udah akrab ya sama calon menantu." Ucap Keisha di akhiri kekehan saat melihat mata Naira melotot kepada nya.
melati juga tertawa kecil, "Kamu ini Kei, akrab dong." Jawab Melati.
"Ayoo kalian semua masuk ke dalam sana," ucap Melati membuat Keisha dan Naira saling tatap
"Bun, kita mau BBQ tapi nanti malam, hehe. Sekarang boleh gak mereka bawa ke kamar?" Tanya Naira.
"boleh dong sayang, minuman sama cemilan nya ambil aja ya sendiri. Tahu kan tempat nya?" Ucap Melati membuat mereka bertiga tersenyum senang lantas berpamitan, Melati sangat baik. Ya kalau di banding-bandingin sih beda jauh dengan anak nya, Kenzi!
Melati menatap kepergian ketiga wanita itu dengan senyum getir. "Andai kamu masih ada nak, mungkin kamu juga pasti membawa teman-teman mu untuk bermain ke rumah, dan rumah dan akan sunyi." Ucap Melati lirih lantas kembali fokus pada majalah.
Kehilangan seseorang memang menyakitkan, tetapi apa yang harus Melati usahakan kembali? Sedangkan dirinya sudah mencari di berbagai belahan dunia, menghabiskan hampir separuh kekayaan nya tetapi hasil nya tetap nihil. Keira tak kunjung di temukan. Ia juga harus berbohong pada banyak orang supaya menutupi sesuatu yang sangat bersalah di kehidupan nya, apakah jika seperti ini dirinya seperti bersembunyi?
Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan seseorang, entah sahabat, gebetan, pacar ataupun orang terkasih. Ya ketika kehilangan seseorang, rasa sakit dan sedih pun akan terasa dalam hati. Rasa tersebut akan memberikan banyak pembelajaran untuk dapat diambil hikmahnya. Ketika kehilangan, seseorang mungkin juga akan merasa setengah jiwa nya hilang.
Mengalami kehilangan memang bukanlah hal mudah. Orang-orang yang biasa bersama dan dan mengiringi kita, tiba-tiba pergi meninggalkan kita. Tetapi seiring berjalan nya waktu kamu harus bangkit dan tidak boleh kalah dari rasa kesedihan itu. Sebab di luar sana banyak orang yang bernasib serupa.
"Aku mengenal sakit dari sebuah kehilangan, tetapi entah kenapa sampai saat ini aku belum bisa belajar ikhlas dari sebuah kehilangan itu. Tuhan! Ada apa dengan diriku? Apa Keira masih ada atau sudah tiada? Sekali lagi doa ku masih sama tolong tunjukkan."
***
"Lo harus ceritakan semuanya, kenapa bisa ada di rumah Kenzi." Ucap Keisha membuat Naira menghela nafas dengan kasar.
"Iya...iya gue cerita, tapi kita ke dapur dulu aja yuk. Ngambil cemilan, rasa nya kurang aja kalau tanpa cemilan." Ucap Naira membuat mereka bertiga mengangguk. Ketiga nya lantas berjalan ke arah dapur, dan mengambil beberapa cemilan seperti minuman segar karena cuaca di luar sedang panas, buah apel dan pir serta pisau, dan mengambil beberapa makanan ringan untuk menemani mereka.
Mereka semua sudah sampai di kamar, sebagian ada yang duduk di lantai di sofa dan ada juga rebahan di kasur seperti Keisha misal nya, ini adalah kamar yang sering keisha tempati jika diri nya menginap disini.
"Jadi gimana?" Tanya Keisha sembari memakan satu buah apel merah yang sudah di cuci, tetapi tak di kupas. Karena Keisha adalah team makan apel yang tak di kupas, ada yang sama?
Cindy mengangguk. "Iya kenapa lo bisa di rumah kak Kenzi? Apa benar lo di jodohkan atau lo beneran pacaran sama kak kenzi?" Tanya Cindy beruntun membuat Naira menghela nafas.
Sebelum Naira bercerita Naira menghela nafas kembali. "Jadi kalian tahu sendiri kan, waktu gue pulang malam-malam dari rumah Maya, terus kehabisan bensin dan di selamatkan sama kak Kenzi?" Tanya Naira mengulang kembali waktu itu, dimana dia hampir menangis karena ketakutan di tengah malam waktu itu.
Mereka berdua mengangguk, "Terus lo jadian?" Tanya Keisha.
Naira menggelengkan kepala nya kuat, "Bukan jadian hmm. Waktu itu gue di ajak mamih gue ke rumah sahabat nya, nah kebetulan sahabat mamah tuh bunda Melati. Sore itu, Kenzi baru pulang dari kantor dan kaget liat gue." Ucap Naira membuat mereka semua mengangguk-anggukan kepala nya tanda mengerti.
"Terus?" Tanya Keisha sembari memakan apel nya yang sisa setengah, selain suka ice di pagi hari Keisha juga sangat menyukai buah apel merah.
Naira menghela nafas, "Setelah kejadian pertemuan itu. Kita jadi lebih dekat, ah maksud nya gue sama Bunda melati, sedangkan Kenzi sikap nya kadang peduli kadang cuek." Jawab Naira.
"Lo jatuh hati sama Kenzi?" Tanya Cindy yang tengah tiduran di karpet bludru dengan bantal guling yang menjadi penyanggah nya
"Apa salah? Sedangkan mencintai Kenzi itu adalah sebuah kesalahan besar." Jawab Naira membuat kedua teman nya mengerutkan kening.
"Kenapa kesalahan besar?" Tanya Keisha, "Tante kayak nya setuju banget kalau lo jadi mantu nya." Tutur nya.
"Tapi bagaimana dengan Maya? Apa dia bakalan nerimain ini semua atau bakalan berbuat nekad buat semuanya?" Tanya Naira, dia tak bisa ber-pura-pura lagi tentang maya.
"Maksud lo apa?"
"Maya ngajakin gue ketemuan setelah pulang dari kantor polisi pas waktu lapor motor nya, nah di sana kalian berdua tau denger? Kalau maya pernah main ke apartemen Kenzi." Ucap Maya dengan nada yang entah kenapa kesal.
"Santai dong Nai, lo jangan mandang sebelah mata bisa jadi kan itu sebuah insiden yang mengharuskan Maya ada di apartemen Kenzi." Jawab Cindy.
Naira menghela nafas kasar, "setelah pulang dari kantor. Gue di ajak sama Maya buat ketemuan." Jawab Naira membuat mereka berdua semakin penasaran dengan ceritanya.
"Jadi gue di ajakin ketemuan sama Maya, kata nya dia pengen bicara sesuatu yang penting."
Flashback on
"Gue peringati lo sekali lagi, jauhi Kenzi atau lo bakalan nanggung semua akibat nya." ucap Maya penuh penekanan, membuat Naira tak habis pikir.
"May, lo sadar gak sih gue ini sahabat lo, sahab-"
"Cukup ya Naira!" Maya memotong pembicaraan. "Gue udah males lagi, selalu mengalah demi lo. Dulu Ardi lo tau kan gue suka sama Ardi tapi dengan tega nya lo malah ambil dia dari gue." ucap Maya penuh penekanan kembali, membuat Naira menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"May...." lirih Naira, "Cerita nya enggak gitu. Aku kan pernah jelasin semua nya sama kamu tentang aku sama Ardi,"
"Mau lo jelasin segimana pun juga, tetap aja hati gue sulit buat menerima nya. Gue sayang banget waktu itu sama Ardi, tapi lo tega Nai..." Maya tersenyum kecut.
"Kenyataan enggak git-"
"Lalu gimana Naira!" potong Maya penuh penekanan, jujur saja dia kesal pada Naira. Seakan-akan Maya tak memberikan kesempatan untuk Naira berbicara.
"Nai waktu itu ardi kan uda-"
"CUKUP NAI!" Maya berdiri dari duduk nya, menatap Naira penuh kebencian.
"Mulai sekarang jauhi Kenzi! Gue sama Kenzi udah seranjang dan lo harus terima kenyataan semuanya!" ucap Maya lalu segera melenggang pergi meninggalkan tanda tanya besar bagi Naira. Benarkah Kenzi sebejat dan sebrengsek itu? Jika iya! Maka Naira akan benar-benar merelakan Kenzi. Tetapi selama tidak ada klarifikasi dari Kenzi dan ternyata itu hanya akal-akalan Kenzi saja. Maka Naira berani bersaing dengan Maya, Naira tak main-main dengan ucapan nya.
Flashback off
"Serius, mereka pernah seranjang?" Keisha membulat kan mata nya, itu ekspresi yang di tunjukkan juga oleh Cindy.
"gila benar benar gila kalau benar begini!" ucap Keisha.
"gak bisa di biarin ini, liat aja bang Kenzi bakalan habis gue bilang ke Tante melati.. sekalian aja tuh si Maya biar di nikahin." sambung Keisha membuat Naira menggeleng kan kepala nya beberapa kali
"menurut gue jangan dulu di bilangin." ucap Naira, " Karena bisa saja, Maya cuman ngada-ngada supaya gue jauhin Kenzi."
cindy mengangguk, "Bener tuh sebelum bertindak kita harus cari bukti nya." saran Cindy membuat Keisha akhirnya mengalah untuk tidak menceritakan dulu masalah ini kepada Tante Melati. Karena jika di ceritakan masa semuanya akan rumit, bagus jika maya hanya berbohong maka ada kesempatan untuk Naira, lalu jika sebaliknya bagaimana? Apakah Naira harus bener-bener mengikhlaskan Kenzi?
***
Memiliki harapan adalah sebuah sikap yang terjadi secara natural pada siapa saja. Sebuah angan dan harapan untuk mendapatkan impian pasti kerap di rasakan seseorang. Nggak hanya dalam karier, namun juga harapan pada orang tua maupun diri sendiri.
Harapan akan selalu hadir untuk mereka yang mempercayai perubahan, dan sampai sekarang Naira masih berharap jika Kenzi akan memilih diri nya dari pada Maya. Setiap orang memiliki hak yang bukan, untuk kepada siapa dia berharap di balas perasaan nya.
Hanya sebuah harapan yang sampai sekarang ini, masih di pegang untuk membuat Naira tegar dan semangat dalam menjalani hari.