Dengarkan baik-baik bagaimana seseorang membicarakan orang lain di hadapanmu. Seperti itu jugalah caranya berbicara tentangmu di hadapan orang lain.
*
"Naira kamu di tempat kan di untuk meminta semua berkas di kantor polisi, bersama dengan Maya." Ucap Dosen membuat Naira membulatkan mata nya tak percaya.
Maya segera mengacungkan tangan nya. "Maaf pak, saya keberatan." Ucap Maya membuat hampir semua orang menatap Maya
"Kenapa keberatan Maya, bukan nya kamu adalah sahabat naik Naira? Seperti nya kalian akan cocok dan akan bekerja sama dengan baik." Ucap Dosen, membuat Maya mendelik taj suka.
"Karena semuanya tak lagi sama!"
Ya benar! Naira tersenyum miris. Semuanya memang tak sama, tak seperti dulu yang selalu bersama-sama. Sayang sekali pertemanan mereka harus bubar karena sesuatu yang tak terlalu penting. Mereka berdua memikirkan ego, ah bahkan Naira tak merasa diri nya salah, naira hanya menyalahkan Maya. Seperti Maya menusuk diri nya dari belakang.
Persahabatan dalah anugerah terindah dari Tuhan. Jika seseorang memiliki sahabat setia, maka orang itu adalah orang yang paling bahagia di dunia ini. Tetapi, jika sahabat setia itu berkhianat salah satu nya, pasti seseorang itu akan kecewa dan terluka.
Pengkhianatan bisa muncul dari banyak sisi. Tak hanya dalam dunia percintaan, tetapi juga persahabatan. Meski konon banyak yang mengatakan sahabat tak mungkin berkhianat. Tapi nyata nya sekarang banyak sahabat yang berkhianat karena ego.
Tidak dapat dipungkiri perasaan sakit, sedih dan kecewa menyelimuti hati saat kalian mengetahui penghianatan dari teman sendiri. Sosok teman yang begitu dekat dan akrab dengan kalian tiba-tiba menjadi penghianat yang bermuka dua. Kesakitan dan kecewa itulah yang di rasakan oleh Naira sekarang ini.
"Tidak bisa Maya! Kamu dengan Naira sudah ada daftar dan ini sudah benar-benar matang penyiapannya. Saya tak mau tahu, mau kalian lagi marahan atau apapun itu. Yang terpenting tugas harus selesai dalam waktu dua minggu!" Ucap Dosen dengan tegas.
Maya dan Naira sama-sama menghela nafas kasar. Jika sudah seperti ini tak ada yang dapat di lakukan selain menurut dan pasrah.
Naira bukan benci pada Maya, tetapi dia hanya ingin menjauhi racun yang akan membunuh hati nya. Sudah cukup patah dan tak usah ada orang lagi yang mematahkan. Sekarang naira memang kuat, lantas bagaimana kedepan nya jika dia masih berkumpul dengan orang-orang yang toxic. naira tak ingin berada di pihak yang salah terus, dia akan mencoba melawan. Dan lihat lah kedepan nya bagaimana Naira bermain.
*
"Kalau mau makan teman, pakai nasi sekalian biar kenyang." Ucap Maya saat melewati Naira, Cindy dan Keisha.
Cindy dan Keisha ingin melawan tapi di tahan oleh Naira. Naira hanya ingin melihat sejauh mana Maya akan seperti itu. Untuk sekarang Naira akan mencoba diam saja, sungguh tak akan guna nya. Fokus utama diri nya Kenzi bukan lah teman palsu semacam Maya.
"Gue gak akan restuin lu sama abang gue, Maya!" Teriak Keisha menggebu, membuat Maya menutup mobil baru nya dengan kencang, mungkin menahan amarah karena Keisha memilih pihak naira. Tak ada satu pun yang berada di pihak nya.
Maya jadi berpikir, selama ini teman-teman berbuat baik dan bijak pada nya hanyalah palsu. Terbukti sekarang Cindy maupun Keisha malah membenci diri nya dan memilih bersama dengan Naira, membela wanita itu.
"Kenapa lo nahan gue sih, Nai!"
"Huum, gue Gedeg tau gak sih liat dia." Tutur cindy membuat Naira menggeleng pelan, lantas segera membawa teman-teman nya untuk masuk ke dalam mobil.
"Kata nya lo cinta sama abang gue, tapi kok lawan Maya aja gak bisa. Lo gak berjuang banget sih!"
Naira sekarang menyetir mobil, dan berniat untuk ke kantor polisi. Dia sendiri akan mengurus semuanya dan meminta izin, perihal Maya Naira tak akan memperdulikan nya walau mereka berdua satu kelompok sekali pun.
Di antar oleh Keisha dan Cindy. Tak lupa di jalan mereka akan membeli beberapa makanan cepat saji untuk Kenzi dan teman-teman nya. Tapi bukan penyogokan ya!
"Itu dia guy, fokus gue tuh ke Kenzi bukan ke Maya. Kalau gue cuman layanin amarah sama ke-egoisan nya Maya yang ada nanti gue gak akan pernah dapetin Kenzi." Jawab Maya, membuat Keisha dan Cindy seperti berpikir.
"Tapi, Maya itu sudah keterlaluan tadi bicara nya. Dia memutar balik kan fakta!" Ucap Cindy tak terima. Memang kenyataan nya Maya membalikkan fakta. Seharusnya yang berbicara seperti tadi itu Naira ke Maya bukan malah sebalik nya.
"Yaudah gak apa-apa, nah yang jadi pikiran gue tuh kenapa Maya bisa satu apartemen sama Kenzi?"
"Ah masa sih?" Tanya Keisha.
"Iya, gue ketemuan sama Maya abis dari kantor polisi itu. Terus Maya bilang mereka udah seranjang, dan gue harus jauhin Kenzi."
Mata Keisha melotot tak percaya. "Lo gak lagi bohong kan? Serius gak lo!"
Naira mengangguk lesu, "ngapain gue bohong b**o!"
"Tapi.. gue yakin Maya yang ngebohong soal nya gue tuh udah tau banget gimana watak nya bang Kenzi." Ucap Maya membuat mereka semua mengangguk tetapi agak ragu juga. Logika nya tak ada kucing yang tak mau jika di suguhi makanan kesukaan nya yaitu ikan.
Nafsu laki-laki itu ada satu, jika sudah nafsu tak akan melihat situasi dan kondisi. Jika iman nya lemah kepada Tuhan, maka apapun akan di lakukan nya.
"Gimana kalau mereka memang udah-"
"Nai udah mending kita seneng seneng aja. Lo gak boleh banyak pikiran tau,"
Naira menghela nafas lalu mengangguk. "Iya deh,"
*
Malam ini sangat cerah, mendukung sekali untuk mereka mengadakan BBQ. BBQ di adakan di halaman depan. Tak hanya Naira, Keisha dan juga Cindy, Melati serta tukang kebun pak Yono, supir pribadi di rumah itu bernama Pak Dani. Tak lupa dua assisten rumah tangga mbok Dilla dan mbak Nisa juga ikut bakar bakar karena di ajak oleh yang mengadakan nya. Sedangkan, Kenzi masih berada di kantor dan belum pulang.
Yang mereka jadikan bahan BBQ adalah, daging yang sudah di grill, sosis, jagung dan bakso-baksoan.
Yang paling antusias di sini bukan lah Naira, akan tetapi di ramaikan oleh mbok dilla. Sangat ramai dan seru mereka mengadakan BBQ pada jam 9.
"Tante, Abang Kenzi kok belum pulang?" Tanya Keisha sembari memakan bakso yang sudah di bakar oleh pak Yono.
Melati tersenyum, "Palingan juga bentar lagi pulang. Kalau Kenzi ada tugas tambahan dia bakalan bilang kok." jawab Melati membuat mereka semua mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.
Tiba-tiba saja saat tengah menikmati, suara deru mobil terdengar membuat mereka semua terlonjak . mereka melihat ke arah mobil dan di sana ada Kenzi yang turun dengan baju seragam kebanggaan nya. pria itu beribu-ribu tampan jika sedang menggunakan baju seragam.
"Wah wangi.." ucap Kenzi membuat Melati terkekeh.
"kamu nikmatin aja di sana sayang, atau mau ganti baju dulu ke dalam?" ucap dan tanya Melati.
kenzi menggeleng, "Tadi ada urusan di apartemen sebentar jadi nya Kenzi udah mandi. pake baju ini aja,"
deg
saat mendengar kata apartemen entah kenapa hati Naira gelisah dan nyeri. takut kalau Kenzi ke apartemen bersama dengan Maya.
Pikiran nya semakin berkecamuk, apa benar mereka ada hubungan spesial, apa benar mereka bermain di belakang, ah bagaimana bisa ini di sebut permainan di belakang sedangkan Maya terang-terangan menyukai Kenzi dan dari Kenzi pun tak ada sedikit pun penjelasan yang bisa membuat Naira tenang. Wanita itu terus memikirkan sesuatu hal yang masih jadi tanda tanya besar.
jika memang benar mereka saling mencintai, pernah tidur atau bahkan sering tidur bareng di apartemen, dan menjalin sebuah hubungan apakah Naira harus merelakan nya begitu saja? Merelakan untuk sahabat nya sendiri? Ah lebih tepat nya mantan sahabat. naira mengklaim jika Maya bukan lah sahabat nya lagi.
Tetapi jika Kenzi lah yang berjuang untuk Maya, maka dengan hati yang tak ikhlas Naira akan menerima keputusan sepihak itu.
Dihadapkan dengan keadaan harus merelakan orang yang di sayang memang terasa sulit. Sebab ada sejumlah faktor yang tidak memungkinkan Naira dan Kenzi bersama dan bersatu selama nya
Meskipun Cinta itu tidak selamanya harus memiliki. Terkadang kita harus merelakan orang yang kita cintai bahagia sama orang lain. Diputuskan pacar, ditinggal pergi tanpa alasan, diselingkuhi dan di tinggal menikah itu adalah hal yang biasa terjadi dalam kisah percintaan. Jika hal tersebut terjadi pada diri kita, tentunya kita harus bisa mengikhlaskan orang yang kita sayang bersama orang lain. Untuk apa mengejar seseorang yang di hatinya sudah tidak ada diri kita? Buat apa menangisi seseorang yang tidak mencintai kita? Lebih baik kita move on! Kalau sudah jadi mantan ya kita harus move on dari mantan, kita harus merelakan mantan. Mengikhlaskan dan melupakan semua kenangan indah bersamanya dengan begitu semoga kelak di masa depan kita akan mendapatkan yang lebih baik baik darinya dan kehidupan yang jauh yang lebih indah.
Melupakan seseorang yang telah memberi banyak hal untuk diingat adalah hak yang sangat sulit. Tapi jika itu yang terbaik, lepaskanlah. Untuk apa masih sama-sama jika ada satu hati yang tak menerima. Untuk apa masih bersama-sama jika tak ada kata cinta, untuk apa cinta jika mendua?
Ah bukan seperti itu yang Naira inginkan. percintaan indah bak pangeran berkuda putih dan Putri di Negeri dongeng. Dan Naira sedang menunggu pangeran berkuda putih itu, akan kah sesuai dengan keinginan nya atau malah jauh berbeda. Tetapi di balik semua itu Naira tahu Tuhan sayang pada nya. Jika Naira di jauhkan dengan seseorang, maka Tuhan sedang menunjukkan jika orang itu tak baik pada nya.
Bertemu bukan berarti menjadi takdir, bertemu bukan berarti bisa sama-sama sampai akhir. Belajar lah ilmu ikhlas!
"Nai, kok lo bengong sih!" teriak Cindy membuat semua orang segera menatap Naira tak terkecuali dengan Kenzi.
"Kesambet setan mana lo!" Keisha menambahkan membuat yang kain terkekeh pelan.
Naira berdecak, ini lah kemampuan yang harus terus ia kembangkan, yaitu pura-pura dalam keadaan baik-baik saja.
"Gue cuman lagi bingung aja, makan apa ya soalnya timbangan naik terus. bahagia gue!" ucap Naira membuat mereka semua menggelengkan kepala nya. Tak ada yang percaya Naira sedih karena wanita itu selalu ceria di dalam situasi apapun ketika sedang bersama dengan orang-orang.
"Gaya lu!"
Lantas Naira bergabung, duduk dengan Kenzi tanpa rasa canggung dan sebagainya. Tetapi yang Naira rasakan sekarang ini adalah malas jika melihat Kenzi, sakit nya bukan pulih tetapi semakin bertambah saja.
Mereka pun menikmati bakar-bakar malam ini dengan canda dan tawa. Tanpa ada yang menduga masing-masing yang duduk di sana mempunyai beban yang di pikul, bahkan sangat berat. tetapi mereka semua mampu menutupi luka itu dengan tawa. Topeng yang sangat bagus. Semua nya tak ingin terlihat lemah!
Menyembunyikan memikirkan memang tidak akan membuat hati tenang, tapi setidaknya orang lain tidak memperhatikan kita. Tidak semua senyuman bahagia, ada senyum yang menyimpan berbagai luka dan suasana yang tidak bisa dibagi dengan orang lain.