27. Perjalanan hidup

1723 Kata
Dalam menjalani hidup tentunya semua orang ingin selalu merasa bahagia, karena dengan merasa bahagia, maka akan dengan lebih mudah mengerjakan hal apa pun. Karena mood mempengaruhi semua nya. Hidup bahagia adalah dambaan semua manusia. Tak ada manusia yang ingin hidup tak bahagia. Bahagia merupakan kebutuhan asasi semua umat manusia. Sebagian ada yang kebahagiaannya berorientasi duniawi, sebagiannya lagi ada yang berorientasi ukhrawi, kehidupan akhirat. Mungkin mencari kebahagiaan bisa terlihat rumit, dilihat dari rintangan hidup yang ada. Namun, terkadang kebahagiaan bisa ditemukan dalam hal-hal kecil dalam hidup. Sudut pandang perihal kebahagiaan memang berbeda. Tergantung setiap orang dalam melihatnya. * Kebahagiaan adalah seni untuk tidak pernah mengingat apa pun yang tidak menyenangkan di benakmu. Itulah setidak nya yang pernah Naira pelajari tentang Kebahagiaan. Tetapi nyatanya, setiap tak ada kegiatan apapun pikiran itu datang, hinggap tanpa tahu waktu terus mengguncang hati dan merubah mood lalu selanjutnya air mata yang akan keluar, menceritakan pada dunia jika hati benar-benar perih, jika pundak benar-benar berat. Dan di dunia yang luas seseorang harus mencari sesuatu yang dapat menghentikan semua itu, yang dapat merubah perih jadi pulih selanjutnya bisa sembuh dari semua tekanan batin, mental dan kehidupan yang keras. Naira kira dewasa itu menyenangkan tetapi anggapan nya adalah salah. Menangis nya sekarang ini bukan lagi perihal permen tetapi perihal lain yang membuat semua nya kacau dalam sekejap. "Kenapa melamun?" Tanya Kenzi yang baru saja masuk ke dalam kamar milik nya yang setelah ada Naira setiap hari ia biarkan terbuka. Karena wanita itu entah kenapa sangat sekali menyukai kamar nya. Sedangkan Kenzi sangat peduli akan hal itu. Kenzi baru saja pulang dari kantor polisi, dan melihat pintu balkon kamar nya ia pasti sudah dapt melihat jika di sana adalah naira, gadis itu tak salah lagi pasti sedang sahtai sembari merenung. ini yang Kenzi tak suka di saat naira sudah berada di balkon nya. maka wanita itu pasti akan bersedih, Kenzi mendengar sendiri dari bibir gadi itu jika dia sangat lelah, tak tahu harus bagaimana lagi dengan hidup. Ingin sekali Kenzi membuka hati untuk Naira, agar Naira masuk ke dalam kehidupan nya tetapi itu sulit untuk Kenzi lakukan. kenzi tak ingin berkhianat dengan ucapan nya sendiri pada satu orang wanita. Perlahan tapi pasti, dengan langkah tegap kenzi berjalan ke arah kamar. Menyimpan semua peralatan yang ia bawa tadi saat ke kantor nya, dan menyimpan nya di atas meja. langkah nya menuju pada jalan ke arah balkon. Benar di sana dia melihat Naira yang tengah duduk, membawa gitar dan baru akan memetik nya. naira menggunakan Piyama tidur berwarna biru tua, rambut nya di cepol sembarangan, kulit nya yang putih mendukung kecantikan nya. Kenzi tak berniat untuk menganggu acara Naira, perlahan tangan kecil itu memetik senar gitar hingga menimbulkan irama. Siring dengan irama yang di ciptakan, suara Naira mulai terdengar. Pelan tapi masih bisa di dengar dan di nikmati, suara naira tak terlalu jelek dan malah bisa di bilang bagus. Dulu waktu sekolah menengah pertama, Naira pernah lomba nyanyi tingkat kelas, tetapi kelas Naira lah yang menjadi juara nya. Waktu itu Naira menyanyikan lagu yang berjudul "Ayah" Sewindu sudah Ku tak mendengar suaramu (suaramu) Ku tak lagi lihat senyumanmu (senyumanmu) Yang s'lalu menghiasi hariku (menghiasi hariku) Sewindu sudah Kau tak berada di sisiku Kau menghilang dari pandanganku (pandanganku) Tak tahu kini kau di mana (kau di mana) Ternyata belum siap aku Kehilangan dirimu Belum sanggup untuk jauh darimu Yang masih s'lalu ada dalam hatiku Sewindu sudah Kau tak berada di sisiku Kau menghilang dari pandanganku, oh-oh Tak tahu kini kau di mana, ho-oh Ternyata belum siap aku Kehilangan dirimu Belum sanggup untuk jauh darimu Yang masih s'lalu ada dalam hatiku Tuhan, tolong mampukan aku 'Tuk lupakan dirinya Semua cerita tentangnya yang membuatku S'lalu teringat akan cinta yang dulu hidupkanku Ho-ho (Sewindu sudah) Hu-hu (hu-ha) Ho-oh Ternyata belum siap diriku Kehilangan dirimu Belum sanggup 'tuk jauh darimu Yang masih s'lalu ada dalam hatiku Tuhan, tolong mampukan aku 'Tuk lupakan dirinya (lupakan dirinya) Semua cerita tentang dirinya yang membuatku S'lalu teringat akan cinta yang dulu S'lalu teringat akan cinta yang dulu Hidupkanku Hm-hm Naira terlihat mengeluarkan air mata nya, satu hal yang tak Kenzi suka adalah saat wanita sudah menangis, ia paling benci akan hal itu. apalagi tangisan Naira sangat diam, menandakan jika wanita itu benar-benar sakit, dia mempunyai suatu sifat dimana tangisan nya tak ingin terdengar. Menangis dengan lirih di keheningan saja sudah membuat Naira lebih dari cukup lega. Setiap air mata yang jatuh dari diri seseorang memiliki berbagai makna. Mulai dari rasa haru bahagia atau justru rasa sedih. Terkadang air mata juga menyimpan beragam cerita penuh kenangan yang mengingatkan kisah masa lalu. "Enak juga suara nya," ucap Kenzi tiba-tiba sambil memegang pundak Naira. Kenzi duduk di sebelah Naira, sementara wanita itu sibuk dengan tangan dan mata nya, apalagi jika bukan mengelap air mata nya sendiri. "Hum, kata bunda kak kenzi gak akan pulang, jadi aku duduk di sini. Maaf ya, aku bakalan balik ke kamar kok." Ucap Naira, saat akan beranjak tangan nya di cekal oleh Kenzi. "Temenin saya, disini." Ucap Kenzi. Padahal bukan Kenzi yang membutuhkan Naira melainkan Naira lah yang tengah membutuhkan teman untuk sekarang, ah lebih tepat nya teman berkeluh kesah melampiaskan segala amarah yang ada, agar hati nya tenang. "Ada masalah apa, sampai nangis?" Naira segera menggeleng, dan berpikir perkataan Kenzi begitu lembut. Apa dia harus seperti ini terlebih dahulu, sehingga Kenzi dapat melihat nya? Ya! Sebut saja kenzi hanya kasihan pada nya. Oke Naira! jangan asal mengartikan apapun itu. "ini air mata bahagia kak, jangan sok tahu." Ucap Naira membuta kenzi tersneyum kecil lalu menggeleng-geleng kan kepala nya pelan. "Perjalanan kehidupan memang penuh lika-liku." Ucap Kenzi membuat Naira sedikit terhenyak dengan perkataan Kenzi. "Memang berliku." Jawab Naira "Oleh sebab itu, untuk menetralisir beban. Air mata adalah cara untuk berkata-kata hal yang tidak bisa diungkapkan oleh hati, kalau kamu mau nangis sekarang, nangis aja luapkan emosi kamu dalam keadaan sadar sepenuhnya." Ucap Kenzi membuat Naira terdiam. Apa harus dirinya meluapkan emosi di depan Kenzi. Tanpa Naira sadar, beberapa hari yang lalu luapan emosi juga di terima oleh Kenzi sampai Naira menangis dan tertidur di pundak nya. Tetapi Naira tak sadar akan hal itu. * Perjalanan hidup tiap-tiap orang tentu saja berbeda-beda. Ada orang yang memiliki hidup nyaman sejak kecil, harus banting tulang untuk menghidupi keluarga, hingga merasa tidak bahagia dengan kehidupan yang dijalaninya. tentang perjalanan hidup dapat kamu jadikan sebagai sebuah pelajaran bahwa dalam hidup ini tak selalu berjalan dengan mulus. Seperti halnya sinar mentari di langit, yang terkadang dapat tertutup oleh awan mendung. Itulah hidup, yang tak selamanya akan selalu bersinar. emui berbagai hambatan dan rintangan. Hanya saja hambatan dan rintangan yang dihadapi oleh setiap orang tidak akan sama. Ada yang harus menghadapi jalanan yang berkerikil, dan ada juga yang sedang berusaha menyeberangi derasnya arus sungai. Tak jarang kita mengeluh akan beratnya rintangan hidup yang sedang kita hadapi. Apalagi jika kita melihat bagaimana orang lain bergerak maju tanpa hambatan yang menyulitkan mereka. Padahal, sebelum mendapatkan kemudahan, mereka juga berjuang menghadapi rintangan mereka sendiri. "Nai, saya mau bicara serius." ucap Kenzi membuat Naira membulatkan mata nya. Seperti nya Kenzi memang ingin bicara serius dengan nya. Ah apakah Kenzi akan menyatakan perasaannya terhadap Naira, apa kata-kata cinta dari bibir Kenzi akan di lontarkan? Kalau benar begitu, Maka Naira sudah siap untuk menjalin sebuah hubungan dengan Kenzi. "Bicara apa, hmm?" tanya Naira, duduk dengan benar menghadap Kenzi. Naira mengerutkan kening, ia melihat wajah Kenzi seperti sedang gundah gulana. Pembawaan gusar, tak seperti biasa-biasa nya. Ah kenapa dengan Kenzi? Apakah sesuatu itu menyakitkan? "Maaf..." ucap Kenzi. membuat Naira semakin kebingungan, entah Naira harus melakukan apa dan kenapa tiba-tiba Kenzi meminta maaf pada nya? Apa salah Kenzi. "Maaf untuk apa, kak?" tanya Naira membuat Kenzi menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan. Ah apakah yang akan di katakan oleh Kenzi adalah hal buruk yang akan membuat hati Naira semakin sakit, atau malah hal bahagia tetapi Kenzi gugup untuk mengungkapkan nya. "Ayo kak bicara, kenapa suka bikin penasaran sih!" Naira rupa nya sudah tak sabar untuk menunggu apa yang akan Kenzi katakan. Jujur saja, Wajah Kenzi yang serius membuat Ke-kepoan Naira meningkat dari biasa nya, Naira juga jadi ikutan gelisah karena raut wajah Kenzi yang sangat tak bersahabat. Menurut nya, Kenzi terlalu tak berani. "Hmmm, Nai. Maaf untuk semuanya." ucap Kenzi. "Maaf a-p" "Kamu cukup dengerin aja, Okey?" Naira menghela nafas, lalu mengangguk setuju. Naira yakin ini adalah kabar bahagia untuk Naira dari Kenzi, semoga saja takdir memihak pada nya kali ini, sungguh Naira akan senang jika memang Kenzi menyatakan perasaannya suka pada nya. Kenzi kembali mengela nafas, "Nai kamu tau level tertinggi mencintai itu apa?" tanya Kenzi membuat Maya menganggukkan kepala. "Level tertinggi mencintai itu, saat kedua orang bersatu dalam ikatan yang sakral kan?" Kenzi menggeleng pelan, wajah tampan nya nampak lesu seperti tak bersemangat. "Kamu salah Nai," "Kok salah?" tanya Naira penasaran "Karena level tertinggi mencintai adalah mengikhlaskan, karena tidak semua orang berhasil melakukannya." jawab Kenzi membuat Naira speechless terlalu sulit untuk mengartikan semua yang di ucapkan oleh Kenzi. "Jadi menurut mu?" tanya Naira menggantung kan ucapan nya. Kenzi mengangguk, "Ikhlas kan saya bersama orang lain Nai." jawab Kenzi membuat Naira terdiam. "Kak?" "Nai, kita gak bisa bersama. Bagaimana di paksa juga, saya tak menyimpan perasaan lebih ke kamu, Nai. Saya hanya menganggap kamu adalah anak dari sahabat bunda saya, itu saja tak lebih." ucap Kenzi mampu membuat hati Naira teriris. Apa ini balasan semua perjuangan nya mencintai Kenzi? Apa ini balasan atas hancur nya persahabatan. Dan yang memenangkan kontes ini bukanlah diri nya, harus kah Naira diam mematung atau berbicara pada Kenzi kalau diri nya tak terima. Tetapi Naira hanya akan memilih opsi pertama yaitu, pergi dari kehidupan Kenzi sejauh-jauhnya! "Umh oke kalau begitu, Naira permisi ke kamar dulu sudah malam." Naira langsung beranjak dan berlari dari kamar Kenzi untuk sampai ke kamar nya. "Nai....." Benar-benar menyakitkan, tetapi Naira harus menerima keputusan Kenzi. Bagaimana pun juga cinta tak bisa di paksakan, biar lah kisah nya mengalir, biarlah perasaan nya hilang dengan sendiri nya. Iya! Naira hampir saja akan menabrak sebuah trauma, tetapi belum apa-apa sudah di patahkan di garis awal. Begitu lah, Naira seperti nya memang menunggu saja sampai ada orang yang benar-benar menyayangi diri nya. Untuk soal Kenzi dan rasa trauma diri nya mencintai, itu biar sembuh dengan sendiri nya. Karena jujur, Naira saja tak tahu cara apa yang bisa ia lakukan untuk membunuh perasaan nya terhadap Kenzi. Pria itu terlalu memikat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN