Hari dimana hari yang sangat berat bagi Naira, dimana dia harus menerima kenyataan untuk tak dekat lagi dengan Kenzi, itu semua atas permintaan Kenzi semalam.
Dia begitu tak menyangka, kala Kenzi meminta untuk berhenti mengejarnya karena Kenzi sudah mempunyai satu orang kekasih, mereka baru menjalin kasih beberapa hari yang lalu, dari pada cinta Naira terlalu dalam jadi Kenzi meminta Naira untuk berhenti mengejarnya dari sekarang. Dan Naira bertekad untuk menjauhi Kenzi dan memulai semuanya dari awal, dengan hati yang rapuh dan kecewa. naira akan menjauhi Kenzi, walau mereka satu rumah. Tetap saja mereka berdua akan menjadi asing dan pura-pura tak bertemu.
"Loh tumben kalian ini diam-diaman gitu?" Tanya Melati, biasanya meja makan akan ramai walau hanya ada Kenzi dan Naira. kenzi akan menggoda Naira dengan sebutan bocil begitu juga sebaliknya Naira akan manja dan cemberut. tetapi pagi ini tak di dapat kan dari keduanya membuat Melati bingung, kenapa dengan mereka berdua.
"Naira cuman lagi pusing mikirin tugas, bun." Jawab Naira berbohong, karena ia bingung harus alasan seperti apa lagi kepada Melati. Sedangkan Kenzi hanya diam saja, pria itu sangat cuek. Jangan kan pada diri nya, pada bunda nya pun sangat jarang sekali berbicara.
Melati menghela nafas lalu tersenyum, "Kamu jangan terlalu banyak pikiran yang sayang, kerja kan tugas sedikit demi sedikit jangan terlalu memaksakan, kesehatan lebih penting." Ucap Melati sembari mengelus kepala Naira penuh kasih sayang.
Ingin sekali Naira berteriak di depan Kenzi, Lihatlah kenzi Bunda mun saja sangat menyayangi ku kenapa kamu malah memilih bersama dengan orang baru. Belum tentu bunda setuju juga kan? Aku yakin orang baru di kehidupan mu itu tak lebih dari aku!" Ingin sekali Naira berkata seperti itu tapi ia yakin itu hanya akan membuat nya malu saja. Karena Naira nanti nya harus menerima kenyataan kalau orang baru yang di pilih oleh Kenzi itu lebih baik dari dirinya sendiri. Dan pada akhir nya yang akan tetap sakit hati adalah pihak Naira, karena pihak yang tak di pandang oleh Kenzi sedikit pun.
"Kenzi, kamu kan pasti berpengalaman. Coba bantuin Naira dikit-dikit aja," ucap Melati membuat Kenzi yang tengah menyantap sarapan segera melihat ke arah wajah Melati yang melas, yang Naira lihat, seperti nya bunda nya ingin dia dan Naira lebih dari sekedar dekat. Tapi itu tak bisa, dan tak akan terjadi.
"Kenzi sibuk, bun. Lagian kalau di bantuin mikir bukan nya kecurangan ya? Percuma dong nilai bagus tapi nanti cara ngamalin di dunia kerja nya bagaimana." Jawab Kenzi membuat Melati menghela nafas kasar,. Memang apa yang di katakan oleh Kenzi ada benar nya bahkan sangat benar.
***
Sosialisasi Bahaya n*****a Serta Hukum Bagi Pengedar Maupun Pengguna
Narkoba memang ancaman besar bagi sebuah negara. Saat ini, penyebaran n*****a bahkan tidak hanya di kehidupan masyarakat perkotaan saja, namun pedesaan juga. Oleh sebab itu, masyarakat desa harus diberikan edukasi tentang bahaya n*****a. Tidak hanya untuk kalangan anak muda saja, bahkan sosialisasi ini sebenarnya juga penting bagi orang dewasa.
Selain menjelaskan apa saja bahayanya, sampaikan juga tentang peraturan hukum Indonesia tentang n*****a. Apa saja hukuman yang akan diterima oleh pengedar, begitu juga untuk pengguna.
Itu TEMA yang akan Naira angkat untuk meminta penjelasan dan menerapkan kepada seksama. KKN harus nya di adakan nanti sekitar satu bulan lagi saat dirinya mencapai semester tujuh dan akan di laksanakan pada dua bulan. Tetapi pihak kampus ingin sebelum KKN nanti ada di laksanakan terlebih dahulu, anggap saja sebagai praktikum dan penambahan nilai saat nanti.
"May, mau sekarang ke kantor polisi." Ucap Naira yang menurunkan ego untuk pergi ke belakang dan bertanya pada Maya, bagai manapun juga diri nya dan Maya adalah satu kelompok. Naira ingin melupakan masalah kemaren terlebih dahulu, tetapi mengapa sangat sulit.
Maya tak menjawab, dia fokus pada laptop yang berada di depan nya. Entah sedang apa tapi sepertinya sedang membaca sebuah artikel, ah mungkin maya juga berpikir sama seperti diri nya.
"Ada yang mau gue bicarain juga ke elo, ini penting May." Sambung Naira saat itu Maya segera menatap Naira dengan tajam.
"Males, lo sendiri aja sana gue nyusul." Ucap Maya membuat Naira menghela nafas.
"Tapi gue beneran, mau bicara empat mata sama lo. Tentang semuanya,"
Maya tak menjawab sedikit pun, menurut nya tak ada yang perlu di jelaskan lagi. Apalagi menyangkut Kenzi ia tak ingin Naira meminta dirinya untuk menjauh dari Kenzi, sebab itu tak akan pernah Maya lakukan dan turuti. Walau dia harus memperbanyak musuh sekali pun. Termasuk Naira, Keisha dan Cindy. Walau Kenzi membenci pun dia tak akan pernah sampai melepaskan Kenzi.
"Tunggu gue di luar," ucap Maya akhirnya karena sangat penasaran dengan apa yang akan Naira katakan. Apakah menyangkut tentang Kenzi atau hal lain.
"Gue tunggu di mobil gue," jawab Naira dan segera pergi keluar. Karena niat nya sekarang dia akan ke kantor polisi untuk membuat surat laporan dan pernyataan, agar jika ia melakukan edukasi ini pada masyarakat sekitar diri nya di jaga oleh pihak berwajib, bukan hanya itu saja ia juga akan belajar di kantor polisi sedikit nya tentang hukum.
Maya tak menjawab sedikit pun, menurut nya tak ada yang perlu di jelaskan lagi. Apalagi menyangkut Kenzi ia tak ingin Naira meminta dirinya untuk menjauh dari Kenzi, sebab itu tak akan pernah Maya lakukan dan turuti. Walau dia harus memperbanyak musuh sekali pun. Termasuk Naira, Keisha dan Cindy. Walau Kenzi membenci pun dia tak akan pernah sampai melepaskan Kenzi.
Maya masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Naira, iya Naira membawa satu buah mobil brio itu kado ulang tahun dari mamih nya waktu dirinya sedang kelulusan sekolah menengah atas, dan Naira sampai sekarang tak pernah menuntut mobil baru pada popi, mamih nya.
"Mau ngapain?" tanya Naira.
Naira mulai menyalakan mesin dan segera membawa mobil untuk sampai ke kantor polisi.
"Apa lo beneran pacaran sama kak Kenzi?" tanya Naira to the point menurut nya berbelit tak akan membuat semuanya selesai sampai kapan pun.
Ah apakah Naira mengira bahwa diri nya berpacaran dengan Kenzi, jika iya maka ini adalah kesempatan emas bagi Maya membuat Naira sadar jika Kenzi hanyalah untuk diri nya, dan tak pantas sama sekali untuk Naira.
Maya tersenyum sinis, "Kalau iya lo mau apa?" tanya Maya dengan jengah.
Sembari tersenyum penuh kesakitan, Naira tersenyum kecil dan sesekali menatap Maya. Tampak sinar kebahagiaan tersorot dari Mata maya dengan bangga nya menyebut iya bahwa diri nya berpacaran dengan gebetan sahabat nya sendiri. Memang cinta bisa merusak segala nya termasuk persahabatan yang sudah lama di bangun. Tetapi selama apapun persahabatan, tak menjamin untuk selalu baik-baik saja. Karena itulah kehidupan kadang senang kadang sedih, kadang baik kadang kala jahat. Yang jahat tak akan selama nya jahat, yang baik pun belum tentu selama nya baik. Begitulah manusia, ada sisi tersendiri mau itu dalam hal positif atau bahkan dalam hal negatif sekali pun.
"Gue.. Gue gak akan ngapa-ngapain kok." jawab Naira, "Lagian gue gak ada hubungan apapun juga dengan Kenzi."
"Gak ada hubungan bagaimana maksud lo? Lo jelas-jelas tinggal di rumah pacar gue, apa bisa lo jelasin semua nya, selain menjadi w*************a kedepan nya lo mau jadi wanita apaan?" tanya Maya membuat Naira naik darah, tetapi sekuat tenaga Naira menahan nya. Karena percuma mau segimana pun dia melawan Maya, dia akan tetap kalah.
Saat seseorang merasa memiliki pasangan seutuhnya, maka perasaan tak rela berbagi adalah hal yang lumrah. Karena itulah, komitmen adalah satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan hubungan. Jika salah satu berkhianat maka kita bisa memikirkan kembali untuk mempertahankan atau melepaskan.
Seperti hal nya dengan Maya, mungkin Maya tak ingin jika kekasih nya di rebut, memang nya siapa yang tak mau dengan Kenzi, pria tampan berseragam. Masa depan nya tak perlu di ragukan lagi, pria itu sudah mapan.
"Apapun cerita sebenarnya, apa lo bakalan dengerin gue?" tanya Naira balik sembari tersenyum miring, "Bukan nya lo tak akan pernah nerima penjelasan orang. Lo mengerti tapi lo egois May, lo pengen menang sendiri, lo pengen semuanya lo yang dapetin walau pun harus merusak kebahagiaan orang lain." ucap Naira.
"Jaga mulut l-"
"Yang harus nya di jaga tuh mulut lo, May." potong Naira membuat Maya sedikit geram. "Hati lo terbuat dari apa sih may? Batu kah?" sambung Naira kembali, entahlah sudah terlanjur rusak persahabatan nya dengan Maya. Ia tak bisa menahan unek-unek yang sudah agak lama terpendam, perihal Kenzi itu urusan nanti. yang terpenting ucapan nya tersalurkan pada ornag yang sudah lama ini ingin ia temui dan ajak bicara seperti ini.
"Lo-"
"May, lo sadar gak sih? Sudah berapa banyak hati yang lo sakitin, sudah berapa banyak hati yang lo patahin?" ucap Naira kembali memotong pembicaraan Maya. Seperti nya Naira tak mengizinkan Maya untuk menjawab pertanyaan nya walau hanya sedikit, ia sekarang hanya ingin membuat Maya tersadar jika apa yang di lakukan Maya merupakan sebuah kesalahan yang cukup besar bagi hidup Maya sendiri.
"May, lo sadar gak sih? Yang pertama kenal dengan Kenzi itu gue, yang pertama stalking Kenzi itu gue, yang pertama chatting dengan Kenzi itu gue dan yang pertama cinta sama Kenzi itu gue. Apa lo gak sadar? Atu sudah sadar tetapi hanya pura-pura saja. Lo pikir gak sih, sejahat apa lo ini sekarang?" ucap Naira, setiap perkataan nya penuh penekanan.
"Gue tau lo kesepian, tapi gak usah rebut Kenzi dari gue." jawab Naira kembali, sebenarnya ia ingin menangis hanya saja malu jika lau dia menangis di sini.
"Kalau Kenzi milih nya gue gimana? Apa lo masih gak sadar diri, dan akan tetap gak terima kalau kenyataan nya Kenzi tak menganggap kamu sama sekali?" ucap Maya membuat Naira termenung.
Apa yang di katakan Maya memang ada benar nya, Kenzi menolak nya secara terang-terangan dan meminta diri nya untuk tidak berdekatan dengan Kenzi. Jelas-jelas Kenzi tak ingin dengan diri nya, jelas-jelas Kenzi tak memilihnya.
Mendengar perkataan menyakitkan itu membuat Naira malas, mood nya turun begitu sajam apa yang Maya katakan ternyata benar.
Naira tersenyum kecil, ini adalah saat nya. "Gue ikhlasin Kenzi sama lo May, jangan sampe lo sakitin dia. Gue ikhlas, may!" ucap Naira air mata nya hampir keluar tetapi ia tahan sebisa mungkin.
"Lo-"
"Gue seriusan May, lagian gue sadar diri Kenzi gak pantas buat gue. Mending lo berjuang buat Kenzi, gue Ikhlas kok. Perihal gue di rumah Kenzi, orang tua Kenzi sama nyokap gue sahabatan, jadi gue di suruh menginap untuk beberapa hari ke depan." ucap Naira membuat Maya menganggukkan kepala.
"Gue pegang ucapan lo, Nay! Gue harap lo sungguh-sungguh dalam mengatakan hal ini, karena gue udah sayang banget sama Kenzi." ucap Maya membuat Naira mengangguk lalu tersenyum kecil.
Level tertinggi mencintai adalah mengikhlaskan karena tidak semua orang berhasil melakukannya. Tidak bisa dipungkiri banyak orang yang mengucap ikhlas pada mulutnya tetapi merasa terluka dalam hatinya. Sikap demikian sebenarnya adalah penghambat ikhlas yang menjadi kebiasaan banyak manusia. Itu adalah kebenaran. Dan Naira akan mencoba pasrah kepada Tuhan, jika Kenzi adalah jodoh nya makan Tuhan akan mendekatkan di waktu yang tepat.
_Apapun cerita sebenarnya, bagaimana pun kondisi maupun perasaanmu. Jangan terlalu berharap akan ada yang bersimpati padamu. Bersikukuh merebut si dia dari pasangannya hanya akan menganugrahimu cap kotor, perebut pasangan orang, dan berbagai julukan mengerikan lainnya_