Dihadapkan dengan keadaan harus merelakan orang yang disayang memang terasa sulit. Sebab ada sejumlah faktor yang tidak memungkinkan kalian bersama dengannya. Alhasil sebuah kata-kata mengikhlaskan orang yang kita sayang dapat mewakili perasaan hati yang tengah galau, sedih, ataupun pasrah dengan keadaan.
Naira berjalan gontai, ternyata di dalam sana tak ada Kenzi, karena sedang mejalankan tugas. Inj adalah hari yang menyebalkan, dimana Naira harus menanggung banyak sekali beban dan masalah kehidupan.
Tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Tentang cinta yang tak di balas.
Tentang cinta yang harus merelakan.
Lalu kedepan nya tentang cinta yang seperti apa lagi, semoga kebahagiaan di dalam hal cinta sedang Tuhan persiapan kedepan nya untuk Naira.
Mengikhlaskan orang yang kita sayang memang terasa sangat sulit dan terkadang sakit. Terlebih jika kalian tidak dapat bersama karena beragam alasan tertentu. Misalnya saja karena perbedaan, tidak direstui ataupun masalah lainnya yang akhirnya membuat kalian memutuskan pergi ke jalan masing-masing.
Mengikhlaskan orang yang kita sayang memang terasa sangat sulit dan terkadang sakit. Terlebih jika kalian tidak dapat bersama karena beragam alasan tertentu. Misalnya saja karena perbedaan, tidak direstui ataupun masalah lainnya yang akhirnya membuat kalian memutuskan pergi ke jalan masing-masing.
Selalu Berdoa Kepada Tuhan
Meski berusaha mengikhlaskan orang yang kita sayang tetap saja rasanya mungkin masih sangat sulit melupakannya. Apalagi jika kalian telah mengukir banyak kenangan manis yang begitu membekas di hati dan pikiran. Sehingga untuk benar-benar melupakannya ataupun mengikhlaskannya butuh waktu yang cukup lama.
Namun sekali lagi keadaan menuntut seseorang agar satu sama lain benar-benar mengikhlaskan karena tak bisa bersama. Tapi ternyata yang hanya merasa berada di pihak harus mengikhlaskan di sini adalah Naira, sementara Kenzi pasti sedang bahagia bersama dengan pacar baru nya, siapa lagi kalau bukan sahabat nya sendiri yaitu Maya.
Maya dengan mudah nya masuk ke dalam kehidupan Kenzi, berbanding balik dengan diri nya.
Dari pada pusing memikirkan segala sesuatu hal yang semakin sakit untuk di ingat, Naira memutuskan untuk pergi liburan seorang diri, pergi healing kemana saja asal hati nya tenang. Dan kembali ke rumah saat malam nanti, karena Naira yakin kepergian diri nya tak akan ada yang khawatir.
Tak terasa Naira mengendari mobil sudah hampir dua jam, tetapi belum ada sesuatu yang pas untuk menjadikan hati nya tenang, Naira belok ke arah kiri. Dia melihat jalanan yang di tumbuhi oleh hutan, sebelum nya Naira tak pernah melewati jalanan ini sebelum nya. Naira terus melewati jalan, hampir dua puluh menit dan dia seperti melihat perkampungan.
Rumah itu jalan nya buntu, dia memarkiran mobil di sembarang tempat di pinggir jalan, karena takut ada mobil lain lewat. Naira melihat banyak sekali orang terutama anak-anak yang mulai mengerubungi mobil nya.
Naira keluar dari mobil dengan perlahan di sana banyak sekali anak-anak yang seperti nya tak terlalu terurus.
"Apa kakak membawa makanan?" Tanya salah satu anak itu membuat Naira terkejut bukan main.
Apa kini Naira tengah berada di pedalaman di kota nya? Atau diri nya sudah pergi dari kota dan malah terdampar disini, jika iya lalu sekarang Naira tengah berada dimana? apakah Naira akan hafal jalan pulang di tengah kecerobohan nya.
Naira masuk kembali ke dalam mobil dengan susah payah, dia selalu stok roti dan makanan ringan. Tetapi hanya ada beberapa saja, jika di bagikan tidak akan cukup, tapi Naira tak akan tenang jika tidak membagikan makanan nya.
Naira membawa makanan kembali keluar, belum sempat Naira menawarkan, anak-anak itu segera merampas makanan nya. Membuat Naira semakin terkejut.
"Jika kesini, bawalah makanan yang agak banyak. Banyak sekali anak-anak atau orang-orang yang tak cukup makan disini," Naira terkejut dengan suara seorang pria yang ada di belakang nya.
"Hah?" Tanya Naira karena gagal fokus, kala dia melihat orang yang berseragam loreng di depan nya sekarang, sudah dapat di pastikan jika pria itu adalah seorang tentara. Tentara muda yang membuat Naira membulatkan matanya, apa diri nya sekarang tengah berada di perbatasan negara sehingga melihat tentara sedang melakukan tugas nya, apa diri nya sedang berada di kota nya tetapi tak tahu jika di sekitaran nya ada pelosok seperti ini. Ah rasanya ini adalah....
Anak-anak itu berlarian pergi dari sana, saat melihat lagi ke arah depan ternyata ini adalah sebuah ladang sawah yang tak terlalu besar, nampak sudah mengering mungkin saja sudah di panen.
"Aku.. aku dimana?" Tanya Naira refleks dengan wajah lucu, membuat seorang tentara itu tersneyum kecil
"Kesini berteduh, panas." Ucap pria itu dan dia berjalan sendiri di ikuti oleh Naira sampai ke saung yang terbuat dari bambu, saung ini terletak di pinggir sawah, bahkan mobil nya masih terlihat di sana.
"Kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya pria muda itu dengan ramah. Terlihat tampak tapi tak setampan Kenzi.
"A..aku hanya umh,"
Pria itu mengerutkan kening dengan jawaban Naira yang setengah-setengah.
"Aku mengendarai nya, tapi tak tahu arah." Jawab Naira sembari menundukkan kepala nya.
"Ini adalah desa terpencil, yang berada di ujung kota. Jarang sekali ada orang kesini, dan kami para tentara sedang ada perbaikan dan pembangunan di desa ini untuk beberapa minggu ke depan." Jawab tentara itu membuat Naira menganggukkan kepala nya.
"Hum, kenapa warga di kampung ini kelaparan? Apa hanya beberapa saja?" Tanya Naira membuat pak Tentara itu tersenyum.
Lesung pipit, kulit putih serta rapi membuat Naira berpikir apakah ini tentara beneran atau hanya bohongan. tetapi mana mungkin bohong juga kan?
"Cerita nya sangat panjang, ini sudah jam tiga sebaiknya kamu kembali pulang." Ucap pak Tentara itu membuat Naira menggeleng pelan, dia masih betah disini.
"Di sini gak ada penginapan," ucap pria itu membuat Naira mengangguk mengerti.
"Kalau begitu, saya akan kesini lagi besok." Ucap Naira membuat pria itu menganggukkan kepala nya.
"Saya tunggu."
Naira tersneyum, ia mulai berpamitan dan segera berjalan menuju mobil nya. Sementara pria tadi melihat Naira penuh kagum.
Sebelum benar-benar meninggalkan kampung itu Naira melambaikan tangan nya terlebih dulu kepada pria tadi. Ah bahkan sampai di tengah jalan, dia melupakan perkenalan, dia tidak tahu nama pria itu, dan pria itu juga tak tahu nama nya.
Hujan ternyata mengguyur perjalanan pulang Naira kali ini, seperti sebelumnya Naira tak pernah merasa takut. Ia menyetir dengan santai, karena takut tergelincir. Masalah begal dan sebagainya, Naira sudah mempunyai kesiapan. Mau segimana pun juga orang meminta bantuan di jalan yang sepi, maka Naira tak akan menolong nya. Jika mereka benar membutuhkan bantuan, maka Naira akan segera menelepon pihak berwajib, biarkan itu di urus oleh team nya. Dan jika ada yang membuka jendela secara paksa atau pintu, maka Naira akan menerobos jalan. Keselamatan diri nya lebih penting, lagian Naira juga sudah mengunci semua pintu jadi cukup aman untuk perjalanan pulang kali ini. Dan semoga Naira selamat sampai ke rumah Kenzi.... ah maksud nya Bunda Melati.
Naira barus tiga hari di rumah bunda Melati, tetapi rasanya seperti sudah berminggu-minggu, sangat membosankan. Apalagi harus bertemu dengan Kenzi yang pura-pura baik hanya di hadapan bunda Melati saja. Sedangkan saat tidak ada Melati, maka Kenzi akan bersikap cuek dan bodo amat padanya. Apa itu bisa di bilang munafik?
Sepanjang perjalanan Naira menyetel lagu yang ada di radio mobil, agar fokus nya tidak terganggu karena bagaimanapun juga ini adalah area hutan, dan harus beberapa jam untuk sampai ke kota.
Naira menyetel lagu yang di bawakan oleh Sarah.
Fly me to the moon
Let me play among the stars
Let me see what spring is like on
Jupiter and Mars
In other words, hold my hand
In other words, baby, kiss me
Fill my heart with song and let me sing for ever more
You are all I long for all I worship and adore
In other words, please be true
In other words, I love you
Fly me to the moon
Let me play among the stars
Let me see what spring is like on
Jupiter and Mars
In other words, hold my hand
In other words, baby, kiss me
Fill my heart with song
Let me sing for ever more
You are all I long for, all I worship and adore
In other words, please be true
In other words
I love you
Fill my heart with song
And let me sing for ever more
You are all I long for all I worship and adore
In other words, please be true
In other words
I love you
Lagu itu terus berputar membuat Naira semakin menikmati suasana, apalagi saat hujan rintik-rintik melengkapi. Jika saja ini bukan musim p********n maka Naira akan membuka kaca mobil dan menikmati suasana alam yang sangat indah.
*
Apa benar jika sudah ada orang baru maka orang lama akan terlupakan?
apa benar jika sudah bertemu dengan orang cuek orang lama juga akan tersisihkan.
Maka jawaban nya adalah tidak benar, Naira merasakan sendiri rasa cinta nya terhadap Kenzi masih utuh walau sudah ada orang menyenangkan lain nya. Naira tak dapat membohongi semua perasaan nya, ia begitu mencintai Kenzi. seperti nya diri nya sudah jatuh terlalu ke dalam ke pelukan Kenzi.
Tetapi, Kenzi tak ada perasaan suka sedikit pun kepada nya. Apa ini masih pantas untuk di perjuangkan, jawaban nya adalah TIDAK.
Naira mengambil keputusan yang menurut akal logika nya benar, berbicara pada Maya dan mengikhlaskan Maya untuk bersama dengan Kenzi. Tetapi, di sisi lain- di sisi hati terdalam nya, Naira sangat tak ikhlas jika Maya bersatu dengan Kenzi, entah bagaimana nanti nya kalau Naira melihat kebersamaan mereka berdua. Rasanya Naira tak sanggup, membayangkan nya pun tak mampu! Sesakit ini kah mencintai tanpa di cintai?
Jika memang benar, Naira tak ingin jatuh cinta terlebih dahulu, Naira hanya ingin nya di cintai. Jika memilih antara di cintai atau mencintai, maka sekarang Naira hanya ingin di cintai, ternyata mencintai seseorang yang tak mencintai kita itu sakit bukan main. Lantas bagaimana luka ini akan sembuh?
Apakah akan sembuh dengan orang baru, atau malah akan lenyap dengan sendiri nya tanpa bantuan siapapun.
Atau mungkin, luka yang di berikan oleh Kenzi tak akan pernah hilang sampai kapan pun akan tetap membekas di dalam hati Naira. Jika memang begitu, maka Naira harus apa sekarang?
Naira sebelum nya belum pernah seperti ini mencintai laki-laki yang tak mencintai nya kembali. Ia tak pernah segila ini karena seorang lelaki. Banyak sekali pria yang menyukai diri nya, tapi dari banyak nya orang yang menyatakan cinta hanya Kenzi lah yang bisa berada di dalam hati nya. Tetapi mencintai Kenzi tak berjalan dengan mulus, diri nya harus banyak menelan kekecewaan dan kesakitan.