"Pak, tau gak?" tanya Naira di sela-sela mengunyah makanan nya.
Kenzi mengerutkan kening bingung karena penasaran, tetapi dia harus tetap menjaga image nya sebagai seorang pria yang tak penasaran akan kehidupan atau apapun itu tentang orang lain "Gak tau," jawab Kenzi cuek.
Ck, Naira berdecak kesal. Entah dia salah pertanyaan atau memang Kenzi yang benar-benar tak peduli padanya. Tetapi mengapa Kenzi menyuapi dia makanan jika Kenzi tak memperdulikan dirinya.
Kadang Kenzi bersikap cuek, kadang juga bersikap lembut dan perhatian. Itu semua membuat Naira bingung, sebenarnya apa mau Kenzi? Menarik ulur perasaannya.
Ingin sekali rasa nya Naira berteriak di depan wajah Kenzi Nggak usah tarik ulur perasaan kalau suka bilang suka, kalau gak bilang gak dikira hati ini gak capek apa. Tetapi kata itu hanya bisa Naira pendam di dalam hati saja. Sungguh Naira sebenar nya tak ingin menganggu moment romantis ini, tetapi mau gimana lagi bibir Naira gatal jika tidak berbicara panjang lebar.
"Aaahhh, tadi tuh Naira gak ada jemputan makan nya minta nebeng ke bapak. Kan siapa tahu bapak berbaik hati buat ketumpangan Naira." ucap Naira dengan nada yang menurut Kenzi sangat lucu. seperti seorang anak kecil yang tengah mengadu kepada Ayah-Nya.
"Kenapa enggak bilang? Biasanya juga suka maksa." ucap Kenzi. Bukan nya malah kasihan dan meminta maaf pada Naira Kenzi memilih untuk membela dirinya sendiri.
Kembali Naira berdecak. "Ck, bapak ini gimana sih! Kenapa nyalahin Naira, bapak kan sibuk pacaran sama sahabat Naira!" ucap Naira penuh penekanan di kata 'Sahabat' entah kenapa itu membuat nya sangat sakit. Tak munafik, Naira memang sangat kesal pada Maya.
"May-"
"Gak usah bilang nama nya!" potong Naira dengan cepat. "Naira males!"
Kenzi menghela nafas kasar, menyuapkan makanan kembali ke mulut Naira agar wanita itu berhenti berbicara, tak apa walau sejenak. Sebenarnya ingin sekali Kenzi menceritakan tentang tadi, saat Maya hampir celaka dan beruntung dia datang di waktu yang tepat. Tetapi Kenzi tetaplah Kenzi, tak akan berbicara panjang lebar, apa lagi hanya demi seorang NAIRA yang bukan siapa-siapa nya. Kenzi malas untuk itu.
"Pak kalau bapak emang suka sama dia, kenapa bapak ngasih harapan ke Naira?" tanya Naira tanpa malu, dia langsung berbicara seperti itu.
Sudah Kenzi tega, dua-dua nya menyimpan perasaan lebih pada diri nya. Tetapi untuk sekarang Kenzi malas untuk membahas soal cinta, menurut nya Cinta itu menyakit kan.
"Ada pepatah mengatakan, Pengecut terbesar adalah pria yang membangkitkan cinta wanita tanpa niat mencintainya. Dan apa bapak termasuk pria pengecut, yang membangkitkan cinta tanpa mau mencitai wanita itu?" tanya Naira, perkataan itu sangat dalam membuat Kenzi terdiam.
"Saya gak pernah membangkitkan cinta untuk orang lain," ucap Kenzi membuat Naira tersneyum miris.
Benar, dirinya yang terlalu baper dan over pada Kenzi. sementara Kenzi biasa saja, tak menganggap dirinya lebih dari sekedar orang yang di tolong saat kesusahan dan anak sahabat bunda-Nya.
"Saya atau pun kamu tidak ada hubungan nya dengan Maya, dan sebalik nya. Mau saya berhubungan apapun dengan Maya, itu bukan urusan kamu Naira!" Kenzi berkata penuh dengan penekanan, seperti nya Naira membangkit kan sisi emosi dari Kenzi..
"Jangan terlalu berharap jika tidak ingin sakit lebih mendalam. Kadang sakit hati itu di ciptakan dengan diri sendiri, terlalu berharap pada orang yang tidak tepat." ucap Kenzi membuat Naira terdiam.
Cinta adalah perasaan yang luar biasa. Perasaan tersebut menginspirasi seseorang untuk menjadi yang terbaik dari baik sebelum nya. Hal ini memungkinkan seseorang untuk melihat hal baik dari hal yang buruk, dan pada saat yang sama, mengajarkan seseorang itu untuk menghargai hal-hal terkecil dalam hidup. Tetapi, jatuh cinta juga dapat menyebabkan sebagian orang merasa sakit. Sayangnya, rasa sakit seperti ini tidak bisa dihindari.
Saat seseorang itu mencintai pria atau wanita, berarti orang itu harus berani mengambil risiko. Mencintai seseorang dan mengharapkan untuk dicintai sebagai balasannya adalah risiko. Cinta harus menjadi pilihan berdasarkan komitmen dan rasa hormat tanpa syarat. Itu harus sama nilainya dengan kontribusi masing-masing pihak. Jika ini yang orang itu cari dari pria atau wanita lain, tak masalah memberi kesempatan mereka kesempatan jika mereka menunjukkan tanda-tanda memberi kembali sama banyak.
Saat ini banyak orang yang beropini bahwa "cinta itu menyakitkan". Sebenarnya, opini ini tidak sepenuhnya benar namun tidak sepenuhnya salah juga. Kenapa begitu? Karena setiap orang pasti punya pemikiran mereka masing-masing.
Cinta sendiri tak pernah bermaksud untuk menyakiti. Namun terkadang, manusia sendirilah yang menjadikan cinta itu menjadi sesuatu hal yang menyakitkan.
"Saya akan memberikan edukasi mandiri pada kamu, apa itu CINTA!" ucap Kenzi serius, sungguh dia tak marah hanya saja sedikit kesal pada Naira karena Naira sama seperti Maya terus terang akan perasaan nya. Padahal Kenzi sangat ilfil pada wanita yang tak bisa menjaga image nya sedikit pun. Terlalu pemberani sehingga membuat Kenzi muak.
Naira membulatkan mata nya lebar-lebar. Ia yakin, tak salah dengar apa yang Kenzi katakan. Apa pengetahuan nya tentang cinta seburuk itu? Sampai-sampai dirinya harus di beri pemahaman serius tentang CINTA? jikalau benar begitu, Naira gagal dan Naira malas mengenal itu cinta.
"Untuk bisa jatuh cinta itu dibutuhkan kesiapan mental yang kuat. Kamu tau kenapa mental sangat berperan penting dalam hati yang tengah jatuh cinta?"
Naira dengan polos nya menggeleng. Jujur, tak ada yang bisa ia katakan selain menggeleng dan mengangguk. Padahal dia sangat mahir berbicara, publik speaking juga bagus. "Karena ketika jatuh cinta kamu harus siap dengan semua konsekuensi yang ada, baik itu dalam hal yang baik maupun hal yang menyakitkan. Tentu, untuk bisa menanggung semua konsekuensi ini diperlukan kematangan mental yang kuat. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk mempersiapkan diri secara matang, sebelum menjalin hubungan dengan orang lain." ucap Kenzi panjang lebar, membuat Naira tak berkedip sekali pun.
"Makan aaaa." Naira kembali menerima suapan dari Kenzi, perkataan dan pengetahuan Kenzi tentang apa-apa yang belum Naira pahami memang perlu di acungi jempol, aahhh jika begini Naira semakin jatuh hati pada Kenzi. Tetapi bagaimana dengan mental nya? Bukan kah barusan Kenzi bilang jika mental berperan penting dalam hal Cinta, benar bisa saja dirinya jatuh cinta pada seorang pria tetapi pria itu tak membalas cinta nya dan yang lebih parah nya pria itu malah suka pada wanita lain atau wanita yang dekat dengan diri nya. Dia harus kuat dalam hal ini.
"Dan yang kedua, sebenarnya jika di lihat dalam segi pandangan saya. Kamu itu belum siap untuk jatuh cinta tetapi kamu tidak peduli akan hal itu." ucap Kenzi, kembali membuat mata Naira membola. Apa benar, seburuk itu diri nya mengartikan apa itu cinta?
Tidak! Itu tidak benar. Jika dirinya tak siap jatuh cinta mengapa Tuhan mengirim kan Kenzi untuk ia cintai, apa itu tak cukup membuktikan jika dirinya benar-benar siap untuk jatuh cinta?
"Jangan egois dalam hal apapun, jika kamu egois dan menganggap diri mu mahir dalam cinta berarti kamu jauh lebih mencintai orang lain dibandingkan mencintai dirimu sendiri."
"Ini sangat bahaya," Kenzi menyuapi Naira kembali, wanita itu hanya menyimak dengan wajah polos nya. Sangat menggemaskan sekali. Padahal dalam hati nya, Naira sedang merangkai kata untuk membuat Kenzi mengerti jika diri nya tak seperti apa yang Kenzi pikir kan.
"Sebelum kamu jatuh cinta kepada orang lain, cintailah dirimu terlebih dahulu. Karena ketika kamu mencintai orang lain lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri, maka kebahagiaan akan sangat sulit untuk di raih. Matamu dan hatimu akan tertutupi dengan cinta-cintaan yang bodoh. Bahkan, tak jarang karena cinta yang bodoh ini, orang membenci dirinya sendiri dan selalu merasa fisiknya kurang cukup baik bagi orang yang ia cintai." ucap Kenzi kata-kata nya sangat menyentuh sekali untuk Naira. Benar, Naira sering merasa jika Kenzi sangat sempurna berbeda jauh dengan diri nya.
"Dan ujung nya tanpa sadar kamu menaruh harapan yang terlalu tinggi untuk menjadi sebuah kenyataan."
Kening Naira mengkerut, "Maksud bapak apa?"
"Tak bisa dipungkiri ketika kamu mencintai orang lain, kamu juga pasti menaruh harapan di dalamnya, misalnya kamu berharap ia akan mencintaimu juga atau ia akan berubah menjadi orang yang lebih setia demi dirimu atau setia lebih dari apa yang kamu lakukan. Nah, ketika harapan ini tidak tercapai maka kamu akan merasa sedih dan kecewa. Oleh karena itu, berharaplah kepada kepada orang yang tepat jangan berharap pada orang yang salah, tetapi sebaik-baiknya cinta adalah cinta dalam diam sampai Tuhan berkata kamu pantas untuk diri nya. Memang benar tak selamanya cinta itu menyenangkan. Namun bukan berarti cinta itu selalu menyakitkan. Biarlah segala kepahitan cinta yang kamu rasakan membuatmu mampu menjadi orang yang lebih baik. Percayalah orang yang tepat sedang menunggu dirimu di luar sana."
Naira termenung dengan perkataan Kenzi. "Percayalah orang yang tepat sedang menunggu diri mu di luar sana." kata-kata yang paling menyentuh dari kata-kata lain nya yang Kenzi katakan. Apa benar, jika diri nya harus menunggu saja menunggu jodoh yang akan Tuhan kirim kan untuk diri nya?
"Lalu aku harus bagaimana, jujur saja aku mencintai mu, sangat-sangat mencintai mu." ucap Naira sembari menunduk. Dia baru pertama kali mengungkapkan cinta pada seorang pria, dia juga baru pertama kali jatuh cinta seperti ini, dan sial nya dia juga beru pertama kali ini tersakiti karena cinta.
"Pastikan terlebih dahulu, apa itu cinta atau hanya sekedar obsesi semata. Karena jujur saja, saya belum menyimpan perasaan apapun untuk kamu, belum berpikiran untuk membalas segala bentuk obsesi kamu terhadap saya" ucap Kenzi.
"Habiskan makanan mu, saya mau ke kantor dulu ada urusan penting lagi. Nanti supir rumah yang akan mengantar kan kamu untuk pulang ke rumah!" kembali Kenzi berbicara. Lagi-lagi membungkam mulut Naira apalagi saat Kenzi pergi begitu saja dari dalam kamar.
Lalu diri nya harus bagaimana? Padahal diri nya belum sempat berbicara empat mata dengan Kenzi, ia ingin mengungkapkan semua perasaan nya pada Kenzi tetapi Kenzi malah pergi begitu saja. Apakah ini bisa di bilang Kenzi egois? Atau memang benar-benar tak memperdulikan diri nya? Lalu diri nya harus apa?
Mengapa Tuhan harus mempertemukan kita sehingga kita bisa saling mengenal. Padahal awalnya kita sama sekali tidak saling mengenal. Mengapa tidak biarkan saja aku tidak mengenalmu. Salahku memang, yang terlalu terbawa perasaan saat pertama kali aku melihat kebaikanmu. Kebaikan yang telah menolong ku lebih dari beberapa kali, apa aku harus menyebut itu juga sebagai bentuk kebetulan? Atau memang ini adalah takdir Tuhan?
Hari, tanggal, bulan saat pertama kali bertemu denganmu aku masih mengingatnya. Hari minggu di tengah malam dan bulan lalu. Dan kau tahu saat itu pula hatiku menjadi terusik, ingin mengenalmu lebih jauh saat dengan gagah nya dirimu membantu aku. Aku hanyalah gadis yang sedang berjuang untuk menyelesaikan bangku perkuliahan, menyelesaikan sekolah hukum yang nanti nya pekerjaan jaksa, hakim atau sebagai nya akan ku emban. Tidak mau macam-macam bahkan perasaan suka terhadap lawan jenis sering aku abaikan. Namun mengapa aku tidak bisa mengabaikanmu? Namun, mengapa aku tidak bisa tak memikirkan mu atas pertemuan yang tidak sengaja itu?
Aku senang saat kamu menganggap baik aku sebagai seseorang yang baru di kehidupan mu. Mengakui jika aku adalah anak dari teman ibu-Mu, dan kamu menerima ku di keluarga kamu yang lengkap itu. Baru kali ini aku bisa welcome kepada laki-laki cuek seperti mu, aku tidak canggung dan terus mencoba ramah untuk mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kamu. Sehingga akupun lupa diri, aku siapa? kamu siapa? Dan aku mulai menyukaimu. Dengan melupakan status kita yang sangat berbeda.
Semenjak aku sadar bahwa aku mulai menyukaimu, apa aku harus mulai menjauhi mu. Bisa dikatakan aku sudah melebihi batasku menjadi pengagum mu. Selain itu juga aku merasa aku sangat bodoh karena menyukaimu yang sangat jauh berbeda. Jauh berbeda dalam arti aku merasa tak pantas untukmu. Siapa yang tak mengenalmu di lingkungan kampus? Di lingkungan masyarakat, dan di lingkungan kantor polisi. Jabatan, tahta dan karimastikan yang kamu punya membuat mu terkenal sampai sudut kota. Sedangkan aku? Aku hanya gadis biasa yang petakilan, dan tidak seramah serta sepintar diri mu. Bakan masa depan ku, yang akan menjadi apa pun belum tercapai jelas.
Maaf sikapku akan ku rubah kepadamu. Karena aku sadar kehilangan satu wanita sepertiku tidak akan merubah hidupmu. Dan aku masih bisa melihatmu tertawa bahagia bersama teman-temanmu yang jumlahnya lebih banyak dari teman-temanku, serta bisa tertawa bahagia menjalin kasih merajut asa dengan sahabat ku sendiri, Maya. Jabatan mu yang membuatku kagum, wajah mu yang membuat ku terpana, seragam mu yang gagah yang membuat aku mengejar mu. Benar, ini adalah egois paling nyata dan obsesi paling realita.
Mungkin kamu lelah dengan sikapku, yang terus mengejar mu sehingga sikapmu tak kunjung membaik pada ku.
Naira mengehela nafas lalu membuang nya dengan perlahan. Ia akan berpamitan dengan Kenzi dengan cara yang kata orang menyakitkan kan, yaitu DIAM.
Naira membawa bekas makan nya dan segera pergi dari balkon Kenzi. Naira benar-benar ingin pulang sekarang ini. Pasti Kenzi berbohong, ini sudah jam setengah tujuh malam tetapi mengapa Kenzi masih banyak urusan.
Antara diri nya yang tak penting, atau Kenzi memang benar-benar banyak urusan.
Apa-apa yang Kenzi lakukan sangat membuat nya pusing. Sikap dan sifat nya seperti bunglon, selalu berubah-ubah. Entah apa yang Kenzi pikirkan, menarik ulur perasaan nya. Padahal Naira sudah menanti di cintai oleh Kenzi