Kenzi tak habis pikir dengan Naira yang sekarang ini melakukan hal yang tidak-tidak, ia hanya khawatir pada Naira. Takut jika wanita itu masuk ke dalam pergaulan bebas, atau lebih parah nya di leceh kan oleh seseorang yang tidak di kenal. Kenzi tak mau jika Naira dalam bahaya, maka jika itu terjadi Naira adalah urusan nya.
Sekarang ini, ia mendengar jika Naira tengah menangis di dalam kamar yang sekarang sudah seperti menjadi milik nya. Kenzi tak tahu, jika Naira akan se sedih ini karena diri nya, apakah tadi diri nya terlalu kasar kepada Naira sehingga menyebabkan wanita itu menangis dengan cukup kencang?
Kenzi berniat untuk mengetuk pintu kamar naira, mencoba untuk berbicara empat mata dan menenangkan wanita itu supaya tidak menangis kembali. Tetapi niat nya ia urung kan, diri nya sudah janji untuk tidak ikut campur dengan urusan Naira bukan? Tetapi apa ini bukti nya? Aahhhh Kenzi sepeda tak sadar menilai diri nya sendiri yang tak terlalu baik.
Kenzi menghela nafas, lalu memutar badan untuk masuk ke dalam kamar nya dengan perasaan bersalah. Ia sudah menyakiti Naira dengan perkataan kasar nya, padahal kenzi sudah janji untuk tak berlaku kasar terhadap Naira, tetapi apa ini bukti nya? Apa sekarang? Kenzi tak menepati janji nya.
***
"Tiga orang benar-benar di kirim ke tengah hutan. Tetapi mereka semua tak ada di sana, bisa jadi mereka di sandera." Ucap salah satu bawahan Kenzi, membuat Kenzi meloloskan satu nafas. Sebenarnya ini adalah salah satu taktik nya juga, tetapi ia takut jika mereka yang di sandera malah tidak selamat. Sekarang dia harus membuktikan kalau mereka selamat, dan segera melakukan cara-cara untuk membuat para pemberontak dalam Negeri itu jera. Kenzi yakin di sebalik ini semua akan ada pria berdasi yang menjadi bigboss nya. Ah Kenzi merasa sangat kesal dan marah sekarang ini.
"Baik laporan di terima, kita adakan rabat lima belas menit lagi." Ucap Kenzi cukup tegas, membuat dia yang memberi info segera menganggukkan kepala dan akan mengasih tahukan kepada team, jika rapat akan segera di adakan.
*
"Setelah apa yang kalian dengar, jika teman kita di sandera. Entah sudah berapa hari orang-orang yang berjaga di hutan itu hilang." Ucap Kenzi membuat mereka semua menghela nafas kasar.
"Kita akan meneruskan cara, kita akan melacak keberadaan Macan kantor." Ucap Kenzi mengambil langkah awal. Beruntung sudah ada alat yang terhubung di antara kantor dan keberadaan mereka.
"Setelah tahu kita segera menghubungi rekan kita yang berada di kampung itu untuk mulai penggerebekan. Tentu nya ini memakan banyak orang dan anggota." Tutur Kenzi membuat mereka semua mengangguk mengerti dengan apa yang Kenzi ucapkan.
"Sekarang istirahat lah, persiapan diri kalian masing-masing untuk memulai tugas ini. Sembari memikirkan cara kembali, nanti akan saya kumpulkan." Ucap Kenzi membuat mereka semua mengangguk setuju dengan ucapan Kenzi.
Mereka mulai membubarkan kumpulan, dan kembali ke aktifitasnya masing-masing yang tadi sempat tertunda. Sembari menyiapkan energi juga untuk penggerebekan nanti atau besok. Bagaimana nanti saja baik nya gimana.
Sedangkan Naira merasa jika diri nya sangat hampa, jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, sama sekali diri nya belum keluar kamar. Ia juga tak mendengar suara Kenzi ada di rumah, apa Kenzi sedang berada di luar? Dan diri nya di tinggalkan sendiri di rumah sebab bunda melati juga sedang ada urusan di luar selama dua hari. Pergi ke rumah nya bukan lah hal yang baik, kenapa? Karena kunci rumah nya di pegang oleh Melati. Ahh semalam mamih nya menelpon jika perjalanan bisnis akan di lakukan selama seminggu lagi itu berarti terhitung diri nya akan tinggal bersama dengan Kenzi lebih lama lagi bukan?
Naira memutuskan untuk mengganti baju, dia memakai celana jeans dan Hoodie dengan size besar berwarna pink muda. Rambut nya sengaja Naira cepol, tak lupa wanita itu menambahkan sedikit lipbalm dan skincare. Memang mendapatkan kulit cerah dan terawat seperti sekarang ini peran skincare dan klinik harus mendukung. Jarang sekali orang bisa mendapatkan nya dari lahir.
Naira memutuskan untuk tidak membawa tas, dia hanya membawa handphone yang memang softcase nya sudah termasuk dompet. Memasukkan satu kartu ATM dan uang pecahan seratus ribuan empat lembar. Naira memutuskan untuk memakai sepatu sneakers berwarna putih, tak lupa Naira meraih kunci mobil nya dan siap untuk keluar.
*
Malam ini begitu sepi dan sunyi, mungkin bukan malam weekend karena ini adalah malam kamis. Naira meloloskan satu nafas, nampak gusar. Pikiran nya berkecamuk antara sedih dan marah, memang benar Naira masih memikirkan tentang Kenzi. Pria yang sama sekali tak peka, pria yang tadi berani membentak dan memarahi nya. Apakah tidak puas jika kehancuran nya beberapa hari yang lalu karena perkataan Kenzi? Apakah Kenzi tak puas menyiksa batin Naira?
Naira sekarang hanya memarkirkan mobil di pinggir jalan sembari sesekali gusar, bukan gusar takut di begal atau di rampok akan tetapi lebih takut ke bagaimana jika diri nya malah tambah sulit melupakan Kenzi. Padahal jelas-jelas perasaan Kenzi bertolak belakang dengan nya.
Tiba-tiba saja, mobil milik Kenzi lewat. Iya, Naira sangat hafal jika itu adalah mobil milik Kenzi. Dengan segera Naira berinisiatif untuk mengikuti mobil itu, entah kenapa Naira sangat yakin jika Kenzi akan menemui seseorang, bisa jadi wanita misal nya Maya. Ah-
Naira mengikuti mobil Kenzi, sebenarnya ia takut kalau Kenzi mengetahui jika diri nya mengikuti Kenzi tetapi rasa penasaran Naira sangat tinggi sehingga Naira memilih untuk tetap mengikuti Kenzi apapun resiko nya.
Sudah hampir tiga puluh menit, Naira mengikuti mobil Kenzi dan berakhir yang membuat Naira tercengang adalah. Kenzi malah belok ke arah kiri, ah bukan itu yang membuat Naira semakin penasaran tetapi belok kiri itu adalah kalan menuju ke kampung yang sudah dua hari Naira kunjungi. Apa hubungan nya Kenzi pergi ke sana.
Saat Naira akan masuk ke lebih dalam lagi, diri nya sadar jika yang akan ia hadapi adalah jalan yang tak terlalu bagus serta belantara hutan, bagaimana kalau itu ternyata bukan mobil Kenzi kan? Akan sangat berbahaya. tetapi Naira sangat tahu bahwa mobil jeep itu adalah milik Kenzi terbukti dari warna, corak, sticker serta nomor plat mobil tersebut.
Naira putar arah, ia memutuskan untuk pergi ke rumah, ia takut jika Kenzi sudah berada di rumah dan malah memarahi nya kembali. walau itu mustahil karena Kenzi baru saja mengendarai mobil dan masuk ke sana.
Sebenarnya apa tujuan Kenzi kesana? Apa urusan pria itu datang ke kampung itu. Dan mengapa begitu misterius sekali, membuat Naira pusing bukan main memikirkan nya.
setiba nya Naira di rumah, dia langsung di telepon oleh seseorang, ya seseorang itu adalah Gara. hubungan nya saat ini Dengan Gara memang cukup akrab.