22. Malam bersama.

1460 Kata
"Apa mau di nyanyikan lagi?" tanya Kenzi membuat Naira segera menggelengkan kepala nya kuat. "kak, Naira males nangis lagi." ucap Naira membuat Kenzi menganggukkan kepala nya. Jujur saja, Naira sangat ceria tetapi sisi lain Naira memang sangat cengeng sekali. Naira tak memandang dekat siapa diri nya nangis, jika ingin menangis maka naira akan nangis. itulah Naira. "Kenapa, apa kamu punya beban?" tanya Kenzi. Naira menunduk. "Banyak beban dan hal yang aku pendam, tapi aku enggak bisa menceritakan nya pada siapapun," jawab Naira. "Tetapi sangat sulit bagiku untuk memendam nya sendirian." kembali Naira berbicara. Naira mengehela nafas kasar, lalu menghembuskan nya. "Selalu berpura-pura tidak terjadi apa-apa, padahal aku sedang tak baik-baik saja." Kenzi berpindah duduk di samping Naira, mengambil satu tangan nya untuk ia genggam. Kenzi begitu tahu apa yang di rasakan oleh Naira sekarang ini, Kenzi begitu tahu bagaimana Naira menanggung nya sendirian tanpa bisa menceritakan kepada siapapun. jika memang Naira percaya pada nya, Kenzi tak merasa terusik atau terganggu dengan curhatan Naira. "Wanita yang sudah terbiasa menerima tekanan batin sejak dini, memang terlihat kuat, tetapi apakah mereka berpikir jika dalam nya aku tuh rapuh, pertahanan ku bisa roboh kapan saja." ucap Naira. hiks. air mata nya kembali mengalir, Naira tak berbohong jika dia memang sangat rapuh sekarang ini. "Terlalu rapuh untuk bertahan. Terlalu kuat untuk di hancurkan. Lalu aku harus bagaimana?" tanya dan lirih Naira membuat hati Kenzi kali ini tersentuh. Kenzi tak menyangka, di balik senyum yang naira tunjukkan, di balik kecentilan, petakilan yang Naira , ternyata itu hanyalah salah satu topeng untuk menutupi wajah asli nya yang terluka dan rapuh. "Nangis aja, tenangin diri kamu." ucap Kenzi karena hanya kata itu yang dapat Kenzi lakukan sekarang ini. Naira menangis, sampai pundak nya menyender di d**a bidang Kenzi. Kenzi mengelus nya dengan lembut, Naira wanita rapuh yang butuh akan ketenangan, biarlah malam ini Naira melampiaskan emosi yang selama ini wanita itu genggam. Setiap orang pasti memiliki keluarga, entah itu keluarga besar atau keluarga kecil yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan dirinya saja. Ketika sedang lelah menjalani kehidupan yang keras, keluarga menjadi rumah tempat mencurahkan isi hati dan berkeluh kesah. Keluarga yang hangat tentu akan memberikan solusi dengan perhatian dan kasih sayangnya ketika seseorang sedang memiliki masalah. Sayangnya, tidak semua orang memiliki keluarga yang hangat. Beberapa orang memiliki keluarga yang tidak akur, bercerai-berai, atau sibuk dengan urusannya masing-masing. Sehingga untuk menjalin komunikasi satu sama lain secara langsung akan terasa sulit. Kedekatan antar keluarga juga jadi tidak harmonis karena mereka saling mementingkan dirinya sendiri. Ketika ada keluarga yang seperti ini, pasti di antara pihak merasa kecewa ataupun merasa sendirian karena memiliki keluarga yang kurang peduli satu sama lain. Contoh nya Naira, apalagi Naira adalah anak tunggal yang tak mempunyai teman seperjuangan. Upaya untuk terus menyatukan dan membuat bahagia keluarga pun dilakukan. Namun nyatanya, usaha tersebut sering kali gagal dan membuat kecewa. Perasaan sedih pasti akan muncul, namun larut dalam kesedihan dan kekecewaan terus menerus juga akan memberi pengaruh buruk pada kesehatan dan kondisi mental seseorang itu. Saat hati tak ingin melukai keluarga, tapi rasanya tertekan dengan tingkah dan perilaku mereka, lantas apa sekarang yang harus Naira lakukan? Naira menangis sesenggukan, benar diri nya tak bisa menahan beban ini sendirian terlalu lama. Ia memang butuh teman udah mengadu keluh kesah dan bercerita. menceritakan semua beban-beban berat yang di pikul nya. Itu akan membuat diri nya lega, benar? Dan seperti nya orang yang pantes untuk dia mencurahkan keluh kesah nya adalah Kenzi. Kenzi pria dewasa, terbukti semenjijikan apapun dirinya di dalam kehidupan Kenzi, pria itu masih mau menenang kan diri nya yang sedang menangis. Andai cinta nya terbalas mungkin Naira akan sangat bahagia. "Tidur aja, gak apa-apa." ucap Kenzi, sebenarnya Naira mendengar tetapi mata nya sudah berat, kantuk juga mulai menguasai diri nya. Kenzi termenung, di d**a nya sekarang ada kepala Naira-Gadis yang ia kira ceria ternyata menyimpan banyak sekali luka dalam. Di badan nya sekarang yang menyender ada tubuh ringkih yang rapuh. Kenzi tak menyangka, saking kuat nya Naira wanita itu menutupi segala kesakitan nya. Kesakitan entah karena masa lalu, masa sekarang atau masa-masa bersama ornag tersayang. Memang sulit, tetapi wanita itu menutupi nya dengan senyuman dan keceriaan. berbeda hal dengan diri nya, mempunyai masa lalu yang tak bisa ia terima melampiaskan nya dengan cara cuek pada orang-orang. Bahkan, ia tak membiarkan wanita manapun masuk ke dalam kehidupan nya, apalagi hati nya. Ketika terluka seseorang pasti akan merasakan sakit. Luka tak hanya muncul di fisik, tapi juga perasaan dan luka hati memang sulit untuk di sembuhkan selain ikhlas dan sabar. Waktu menyembuhkan kesedihan dan pertengkaran, karena kita berubah dan bukan lagi orang yang sama. Baik pelaku maupun yang tersinggung tidak lagi menjadi diri mereka sendiri. Harusnya Kenzi sadar, ia tak boleh memikirkan masa lalu yang tak bisa di ulang dan di perbaiki kembali, sekarang dirinya hanya harus fokus pada kehidupan masa yang akan datang. Setelah ia mendengar nafas Naira yang sudah beraturan, Kenzi tersneyum kecil Dia segera menggendong Naira ala bridal style dan membawa nya ke kamar yang akan di tempati oleh Naira seminggu ke depan. Kenzi menidurkan Naira dengan hati-hati. Sebelum dia benar pergi dari kamar Naira, Kenzi mengelus rambut Naira dengan lembut. "Mungkin tidak sekarang," lirih Kenzi, dan benar-benar meninggalkan ruangan dengan banyak pikiran, dan tanya di benak nya. Jujur ia terkejut dengan sisi lain dari Naira yang begitu rapuh. * Kenzi kembali ke balkon, seperti nya malam ini ia tak akan dapat memejamkan mata, sama seperti malam-malam sebelumnya nya saat dirinya tengah memikirkan sesuatu yang rumit. Kenzi mengambil gitar dan memetik senar nya, seiring dengan irama yang keluar Kenzi pun bernyanyi. Aku tersesat menuju hatimu Beri aku jalan yang indah Izinkan kulepas penatku 'Tuk sejenak lelap di bahu mu Dapatkah selamanya kita bersama Menyatukan perasaan kau dan aku? Semoga cinta kita kekal abadi Sesampainya akhir nanti, selamanya Tentang cinta yang datang perlahan Membuatku takut kehilangan Ku titipkan cahaya terang Tak padam didera goda dan masa Dapatkah selamanya kita bersama Menyatukan perasaan kau dan aku? Semoga cinta kita kekal abadi Sesampainya akhir nanti, selamanya Dapatkah selamanya kita bersama Menyatukan perasaan kau dan aku? Semoga cinta kita kekal abadi Sesampainya akhir nanti, selamanya Dapatkah selamanya kita bersama Menyatukan perasaan kau dan aku? Dapatkah selamanya kekal abadi? Sesampainya akhir nanti Selamanya Hu-uh-ho-oh Naira yang menurut nya wanita yang sangat istimewa, wanita kuat, wanita mandiri. seperti kisah-kisah yang sudah di lewati mereka berdua, Naira bukan tipe orang yang penakut. harus nya malam itu, saat tengah malam diri nya baru pulang tugas, Naira menginap saja di rumah sahabat nya, karena waktu itu Naira sedang berada di rumah sahabat nya. Tetapi wanita itu menerobos jalan, dan mendorong motor sendirian. wanita mungil yang ia kira Naira masih menginjak bangku menengah atas, tetapi kenyataan yang sebenarnya Naira adalah anak fakultas Hukum semester enam, yang sekitar satu atau dua bulanan lagi akan pergi KKN dan meraih gelar S-1 nya. Karir Naira untuk menjadi seorang hukum sangat panjang sekali, S-2 belum di capai juga oleh Naira. Naira, yang Kenzi anggap sebagai wanita unik. di luar tertawa tetapi di dalam begitu rapuh jika di lihat. Kenzi kira Naira anak yang bebas tak mempunyai masalah dan tekanan batin, ternyata pemikiran nya tentang Naira adalah salah. Begitu banyak beban yang Naira tanggung, begitu banyak tekanan yang menyiksa batin Naira tetapi wanita itu tetap kuat, dan menciptakan prestasi-prestasi baru. Bahkan menurut keterangan, jika ada penilaian akhir di kampus, Naira memenangkan nilai paling atas. Nama nya selalu paling unggul itulah kelebihan Naira. namun, di sebalik kelebihan pasti seseorang mempunyai kekurangan. Dan kekurangan Naira adalah terlalu polos dan terlalu berterus terang dalam hal apapun, misal Naira menyukai Kenzi maka Naira akan berbicara terus terang pada ornag nya langsung. Naira tak memperdulikan apakah orang itu akan ilfil dengan perkataan nya. Tak semua pria senang jika ada wanita yang mengungkapkan cinta duluan, sebagian orang menganggap jika wanita yang seperti itu adalah w************n. padahal ungkapan cinta bisa di lakukan oleh seorang pria mau pun wanita, bukan? Dan terakhir, ada tugas berat yang harus Kenzi lakukan sebelum diri nya benar-benar membalas perasaan seseorang yang menyukai diri nya. Entah itu Naira atau Maya yang juga sampai saat ini masih mengejar diri nya atau dengan wanita lain masih banyak wanita lain yang menyukai nya. tringggg. Kenzi menghentikan lamunan nya, lalu fokus nya teralih pada handphone. - Hai selamat malam. Jangan begadang ya (emoticon love) Sudah kalian tebak kan, itu adalah pesan yang di kirim kan Maya untuk diri nya. tetapi tak satu pun ada yang Kenzi balas, terlalu malas dengan wanita yang seperti itu. Kenzi menyimpan handphone lalu masuk ke dalam kamar. Udara di luar sudah dingin, dia tak membersihkan bekas makanan tadi. besok saja di bersihkan oleh Asisten rumah tangga yang bekerja di sana. Kenzi mulai merebahkan tubuh di kasur, perlahan tapi pasti setelah menarik selimut mata nya mulai terpejam, dan dia mulai masuk ke alam mimpi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN