Tiffany menatap menantunya yang tenang memperhatikan sebuah kandang tak berpenghuni dengan tatapan penuh kasih. Sangat beruntung anaknya memiliki pasangan yang berbudi luhur seperti Elina, ingin rasanya dia berterima kasih kepada Adinata karena telah mendidik Elina menjadi seperti sekarang. Sepulang dari pesta semalam Elina menjadi sedikit pendiam, wajah murungnya beberapa kali disadari oleh Tiffany ketika sarapan tadi. Apakah semalam terjadi sesuatu? Elina sadar bahwa sedari tadi dirinya diperhatikan oleh mama mertuanya namun dia enggan menoleh, dia terlalu malas untuk membuka obrolan. “Tidak baik melamun terlalu lama sayang,” ucap Tiffany yang mengalihkan pandangan sang menantu padanya. “Mama,” Elina tersenyum lemah pada sang mertua. “Sedang memikirkan apa? Apa terjadi sesuatu?” ta

