Andres terbangun ketika cahaya sang mentari mulai tinggi menusuk pandangannya. Ia berusaha mengembalikan segenap ingatannya dengan cepat. Ia terbangun dengan tubuh hanya ditutupi selimut. Segera ia berdiri, mencari cermin, berputar dan memeriksa tubuhnya. Benar kata Clara, tidak ada luka di tubuhnya. Hanya bekas-bekas cupangan dan remasan yang ada di sana. Andres mulai memperhatikan seluruh kamar. Sepi. Tidak ada siapapun. Akhirnya ia memutuskan mandi saja di bathup mewah itu. Air hangat dan aroma garam mandi, membuat ia tenang dan terhanyut dalam ingatannya tentang kejadian semalam. Terbayang olehnya gerakan-gerakan Clara yang selalu membuat dirinya was-was akan disakiti. Ketika Clara memaksa dirinya untuk menjilati kaki Clara, hingga tiap jari kaki, sesungguhnya ia merasa jijik, namun

