Allah tahu yang terbaik lebih dari yang kita ketahui. Sementara kita hanya berencana terlalu banyak dan kadang tidak bersyukur. "Kok balik lagi Mas? " ulang Anin yang bingung kenapa pintu ada yang membuka, namun orang itu tak kunjung memberikan suaranya, Anin mulai takut. "Kamu siapa? " tanya Anin lagi, tapi terdengar jelas nada ketakutan dalam setiap pelafalannya. "Gue Alif," jawab Alif melihat ke arah Anin, namun sayang Anin tidak bisa membalas tatapan itu. Terkahir kali bertemu Alif di Bandara dan itu sama sekali bukan sebuah pertemuan yang menyenangkan, dia berharap kala itu pertemuan terakhir dengan Alif karena demi apapun Anin sangat tidak enak dengan Alif. "Ke.. na..pa kamu kesini? " tanya Anin gagu. Setidaknya jangan membuat Anin semakin merasa bersalah, karena bagaimana

