Harris tersenyum melihat Dewi mau keluar dan berbicara dengannya. “Ikut aku,” ajak Dewi kemudian. Harris mengikutinya masuk ke dalam kamar. Riyo, Silla dan Steven hanya bisa diam melihat dua orang itu lenyap dari balik pintu kamar yang tak lama kemudian tertutup rapat. “Gimanapun juga mereka masih suami istri, kita enggak bisa larang mereka,” tutur Silla bersama helaan napasnya yang terdengar berat. Di dalam kamar. Dewi berbalik menghadap Harris yang baru saja menutup pintu. Sejenak dia menatap pria itu dalam keheningan, menelisik mata Harris yang terlihat penuh tekanan. “Kamu mabuk?” tanyanya. “Aku ....” Harris hendak mencari alasan, tapi otaknya terlalu bebal untuk berpikir. Dia tidak bisa mengelak. “Maaf,” lirihnya. Pada akhirnya Harris memilih untuk mengucapkan kata maaf. “Aku

