“Mbak Dewi.” Riyo mencekal lengan Dewi, membuat Dewi menghentikan langkahnya saat hendak masuk ke dalam ruang rawat Ibu. “Ada apa, Yo?” tanya Dewi. “Bisa kita bicara sebentar?” ujar Riyo. Dewi mengernyit. “Kamu mau bicara apa? Bicara aja kalau mau bicara,” cakapnya. “Jangan di sini,” ujar Riyo. “Kita bicara di tempat lain aja,” anjurnya. “Tapi Ibu sendirian di dalam,” tutur Dewi, matanya menelisik pada celah pintu yang ada di belakang Riyo. “Ada Kak Silla sama Kak Steven di dalam, mereka lagi periksa kondisi Ibu,” terang Riyo. “Ayo kita bicara sebentar,” ajaknya kemudian. Riyo lantas menarik lengan kakaknya pelan, dia membawa Dewi ke arah tangga darurat. Sepertinya tempat itu menjadi tempat paling aman untuk membicarakan hal penting. Dewi bahkan masih ingat pertengkarannya de

