Beberapa menit kemudian, setelah para pegawai Mas Harris berpamitan, aku kembali masuk ke kamar rawat suamiku. Saat aku masuk, kulihat Mas Harris tersenyum sumringah menyambutku. Dia tampak senang melihat kedatanganku. “Sayang, aku kangen sama kamu,” ucapnya. “Ya ampun, Mas. Jangan lebay deh. Baru beberapa menit aku tinggalin masa udah kangen sih,” ujarku menanggapinya. “Tapi aku beneran kangen sama kamu. Harusnya tadi kamu ikut masuk aja, kenapa malah tunggu di luar,” komentar Mas Harris. “Kalau aku ikut masuk, nanti mereka enggak bisa leluasa setor muka sama kamu. Lagian di luar masih ada pegawai yang lain, kasihan mereka kalau aku tinggalin nanti kayak anak ayam yang kehilangan induk, apalagi jumlah mereka lumayan banyak, takutnya nanti mereka ditegur sama petugas medis yang enggak

