“Lo kenapa sih harus berantem sama cewek itu?” tukas Bella. Dia terlihat kesal melihat wajah lebam adiknya. “Dia yang mulai duluan,” kata Sora. “Ya walaupun dia yang mulai duluan, tapi lo enggak seharusnya bales mukul dia.” “Gue enggak pukul dia, Kak,” tukasnya. “Itu yang gue enggak suka,” kata Bella. “Wajah lo lebam kayak gini, sedangkan dia, wajahnya masih mulus tanpa luka,” kesalnya. “Tapi gue berhasil cakar lehernya, mungkin nanti bakal ninggalin bekas. Walaupun bisa hilang, tapi tetep aja dia butuh waktu buat hilangin bekas lukanya,” cakap Sora, senyum puasnya terukir. Bella menghela napasnya pelan. “Lain kali jangan berurusan sama adiknya Steven. Dia itu dari dulu terkenal bar-bar. Kakaknya aja kewalahan ngadepin dia, apalagi lo,” pesan Bella. “Lagian lo ngapain ada di rumah sa

