Dua pick up besar datang tak lama setelah fajar menyingsing, penuh dengan perlengkapan membuat pagar Dan Lima pekerjaan John. Michelle menawari mereka secangkir kopi panas, yang langsung ditolak dengan sopan. Mereka juga menolak tawaran Michelle untuk mengantar mereka berkeliling peternakan. Mungkin John sudah memerintahkan mereka untuk tidak membiarkan Michelle melakukan apapun, Dan menanggapi perintah itu dengan sunguh sungguh. Tak ada Yang berani melawan perintah John Rafferty kalau memang ingin tetap bekerja untuk lelaki itu, jadi Michelle tidak memaksa, tapi untuk pertama kakinya selama berminggu minggu Michelle mendapati dirinya tidak melakukan apapun.
Michelle mencoba mengingat apa yang biasanya dikerjakannya sendiri sebelum ini, tapi ia tidak menemukannya. Apa yang sudah ia lakukan? Apa yang bisa ia lakukan untuk mengisi waktu sekarang, kalau ia tidak boleh menggarap peternakan nya sendiri.
John muncul beberapa saat sebelum pukul 9, tetapi Michelle sudah siap lebih Dari satu jam sebelum nya Dan keluar ke teras untuk menyambut lelaki itu. John menghentikan langkahnya di anak tangga, matanya Yang hitam menjelajahai tubuh Michelle dengan tatapan panas "manis" gumamnya cukup keras agar bisa didengar Michelle. Michelle tampil seperti seharusnya, anggun Dan mempesona dalam balutan gaun sutera berwarna kuning pucat model surplice yang hanya ditahan dua kancing putih di bagian pinggang. Bagian bahu diisi bisa tipis, menonjolkan kerampirangannya Dan sebuah bros berbentuk burung merak putih yang dihiasi enamel di kelepaknya. Rambut pirangnya di ikat sekenanya kebelakang, kaca mata hitam berukuran super besar melindungi matanya. John mencium aroma parfum yang lembut Dan menggoda, Dan tubuhnya mulai terasa panas. Michelle tampak aristocrat Dan kaya, mulai Dari kepala hingga kakinya yang memakai sepatu molek itu; bahkan pakaian dalam nya pun pasti terbuat Dari sutera. John ingin melucuti semuanya, Dan membaringkan tubuh telanjang Michelle di ranjangnya. Ya, Michelle seharusnya selalu tampil seperti itu.
Michelle mengapit dompet putih nya Dan berjalan disamping John menuju Mobil lelaki itu, sangat bersyukur karena memakai kaca mata hitam nya. John memang peternak yang bekerja keras, tapi jika diperlulan lelaki itu mampu berpenampilan layaknya pengacara Philadelphia. Pakaian apapun akan tampak bagus di tubuh berbahu bidang Dan pinggul sempit itu, tetapi setelah formal berwana Abu abu itu bukannya meredam, malah semakin menonjolkan maskulinitasnya. Rambut hitam nya Yang ikal tersisir rapi, alih alih mengendarai Mobil pick up yang biasanya,John mengendarai mobil sport Mercedes berwarna Abu Abu gelap, Mobil indah yang mengingat kan Michelle pada porches yang terpaksa dijualnya demi mendapatkan uang setelah ayahnya meninggal.
" kau bilang orang orang mu akan datang membantuku" kata Michelle datar saat John mengarahkan mobilnya memasuki jalan tol beberapa menit kemudian "kau tidak bilang kalau mereka akan mengambil alih semuanya".
John juga memakai kaca mata hitam nya karena sinar matahari pagi itu menyilaukan, Dan lensanya yang gelap menyembunyikan tatapan menyelidik yang diarahkan pada wajah tegang Michelle " mereka akan melakukan pekerjaan pekerjaan berat"
"Setelah pagar diperbaiki Dan semua ternak dipindahkan ke padang rumput sebelah timur, aku bisa menangani sisanya"
"Bagaimana dengan memvaksin, mengebiri, mengecap ternak, Dan semua pekerjaan yang seharusnya dilakukan pada Musim semi? Kau tidak bisa menangani nya. Kau tak punya kuda maupun pekerja, Dan sudah pasti kau tidak bisa melempar laso Dan menurunkan banteng muda Dari bak truk tua mu itu"
Kedua tangan Michelle terkepal dipangkuannya. Kenapa lelaki itu bisa tabu begitu cepat Dan tepat? Michelle memang tidak akan bisa melakukan satupun pekerjaan itu, tapi ia juga tak akan puas jika hanya menjadi pajangan tak berguna. "Aku tahu jika aku tak akan bisa melakukan satupun pekerjaan itu sendirian, tapi aku bisa membantu".
" aku akan mempertimbangkannya'' jawab John datar, tapi ia tahu bahwa ia tak akan pernah membiarkan Michelle melakukan itu. Apa Yang bisa dilakukan wanita itu? Semuanya pekerjaan berat Dan berbahaya. Satu satunya pekerjaan yang mungkin dikerjakan Michelle adalah mengecap anak anak sapi Dan John tidak yakin Michelle sanggup mencium bau atau pun menghadapi perlawanan hewan hewan kecil yang ketakutan itu.
"Itu kan peternakan Ku" Michelle mengingat kan John, suaranya terdengar dingin. "Pilihannya adalah, aku boleh membantunya atau perjanJian ini batal"
John tidak mengatakan apa apa. Tidak ada gunanya berdebat. Ia tak akan mengijinkan Michelle bekerja, titik. Ia akan menghadapi Michelle jika saatnya tiba, tapi menurut nya perlawanan Michelle tak akan sesengit ini. Begitu melihat apa yang harus dilakukan, Michelle tidak akan mau terlibat. Lagi pula Michelle tidak mungkin menyukai pekerjaan berat yang selama ini dilakukannya; John hanya menganggap Michelle terlalu angkuh untuk mundur sekarang.
Perjalanan ke Tampa cukup jauh, dam satu setengah jam mereka lalui dalam diam. Akhirnya Michelle berkata "dulu kau selalu mengejek Mobil Mobil kecilku Yang mahal"
John tahu Michelle merujuk Mercedes nya yang ramping Dan ia menggerutu. Sebenarnya dia lebih suka mengendarai mobil pick up nya. Ia seorang rancher sejati,Dan tidak memiliki profesi lain, tapi ia sangat menguasai pekerjaan nya Dan tidak terlalu suka barang barang mahal. " orang orang bank memang lucu" katanya "justru kalau mereka beranggapan kau tidak terlalu membutuhkan uang mereka tidak sabar untuk segera meminjamkan uang itu padamu, citra diri sangat penting. Mobil ini bagian Dari citra itu."
"Dan berani bertaruh, penghuni harem mu yang selalu bergonta ganti itu lebih menyukai Mobil ini" ejek Michelle "ada Yang kurang jika kau ke kota naik Mobil pick up"
''Aku tidak tahu soal itu. Kau pernah melakukannya di Mobil pick up? " Tanya John pelan, Dan bahkan Dari balik kaca mata hitam nya Michelle bisa merasakan tampak tatapan lelaki itu"
"Aku yakin kau pernah"
"Tidak sejak aku berumur 15 tahun" John tergelak, mengabaikan sindiran tajam Michelle "tapi sejak dulu Mobil pick up memang bukan gayamu kan?"
"Bukan" guman Michelle sambil menyandarkan kepala nya ke belakang. Beberapa teman kencanya dulu mengendarai Mobil sport mahal, beberapa lain nya mengendarai Mobil ford, atau Chevy Yang telah di modifikasi, tapi bagi Michelle itu tak ada bedanya karena ia tidak pernah bercinta dengan satupun Dari mereka. Mereka memang baik tapi mereka bulan John Rafferty, jadi tak ada artinya. John satu satunya lelaki yang diinginkan Michelle. Mungkin seandainya Michelle sudah sedikit lebih dewasa ketika bertemu dengan John untuk pertama Kali, atau sudah bisa menerima rasa sensualitasnya sendiri, keadaan nya mungkin akan berbeda. Apa yang akan terjadi seandainya Michelle dulu tidak memulai permusuhan di antara mereka selama bertahun tahun, itu sebagai upaya melindungi diri Dari daya tarik Dan pesona yang terlalu kuat bagi nya. Apa yang akan terjadi seandainya ia dulu berusaha membuat John tertarik padanya alih alih membuat lelaki itu menjauhinya?.
Tidak ada, pikir Michelle muram. John tidak akan membuang buang waktu bersama gadus polos berusia 18 tahun. Mungkin sesudah itu, ketika Michelle lulus universitas, situasinya mungkin berubah. Tapi setelah lulus Michelle bukannya pulang malah pergi ke Philadelphia.... Dan bertemu Roger.
Mereka tiba di depan kantor pengacara saat hari telah siang. Dan pertemuan berlangsung singkat. Tanah itu akan diperiksa, Surat perjanjian di buat, Dan peternakan John akan bertambah luas sedikit, sementara peternakan Michelle menyusut, tapi Michelle bersyukur lelaki itu mengajukan penyelesaian seperti itu. Paling tidak ia masih punya kesempatan untuk menghidupkan kembali peternakan nya.
John memegang siku Michelle dengan hangat saat mereka berjalan keluar menuju Mobil. "Mari kita makan siang. Aku sudah terlalu lapar untuk menunggu kita sampai d rumah"
Michelle juga sudah lapar, dengan udara Yang sangat panas hari itu membuat nya ingin bermalas malasan. Sambil menggapai kacamata hitamnya, Michelle menggumam sutuju, sehingga tidak sempat melihat semyum puas yang mampir di bibir john. John membuka pintu Mobil Dan menahannya sementara Michelle masuk, matanya menatap tungkai mulus yang sempat terlihat ketika rol Michelle tersingkap. Michelle buruk buruk membetulkan rok nya Dan duduk sambil menyilangkan kaki. Dipandangnya John dengan tatapan bertanya ketika lelaki itu tetap berdiri didepan pintu yang terbuka "ada masalah?"
"Tidak" john menutup pintu Dan berjalan mengitari Mobil. Tidak ada masalah, hanya saja tiap kali memandang Michelle, tubuh John terasa panas, hasratnya bangkit. Tiap gerakan Michelle membuat John ingin bercinta dengan nya. Ketika wanita itu menyilangkan kakinya, John ingin membukanya. Ketika Michelle menarik roknya ke bawah, John ingin menarik nya keatas. Ketika Michelle menyandarkan punggungnya ke belakang, payudaranya tercetak jelas di gaunnya, Dan John ingin mengoyak gaun itu. Gaun sialan! Gaun itu membalut tubuh Michelle dengan sederhana, tapi sutra itu seakan mengecup setiap lekuk lembut dengan cara yang ingin dilakukan sendiri oleh John, Dan sepanjang pagi gaun itu menggoda pikiran john Karena hanya diikat oleh dua kancing. Dua kancing!!. Aku harus memiliki wanita ini, pikir John. Ia tak mampu menunggu lagi, ia sudah menunggu bertahun tahun, Dan kesabarannya sudah habis. Waktunya sudah tiba.
Rastoran tempat John membawa Michelle merupakan retoran mewah favorite lapangan pebisnis kota itu, tapi John sama sekali tidak perlu memesan tempat terlebih dahulu, kepala pelayan sudah mengenal John, sama seperti setiap orang dikota itu mengenal John, lewat wajah atau reputasinya, kalau tidak mengenalnya secara pribadi. Mereka berdua diantar melewati ruangan yang penuh sesak ke meja pilihan di dekat jendela.
Michelle memperhatikan cara orang orang memandangi mereka berdua "well ini yang pertama" komentarnya masam.
John mendongak Dari menu yang sedang dibacanya "pertama apa?"
"Pertama kalinya aku terlihat bersama mu di tempat umum. Menurut gossip yang beredar, wanita manapun yang terlihat dua Kali bersama mu secara otomatis dianggap sudah tidur bersama mu ".
Kumis john berkedut sementara keningnya berkerut kesal " gossip cenderung di lebih lebih kan "
"Umumnya ya"
"Dan dalam kasus ini?"
"Kau yang lebih tahu"
John menyingkirkan menu itu tanpa mengalihkan pandangan Dari Michelle "tidak peduli apa kata gosip, kau tidak perlu cemas hanya karena akan menjadi anggota salah satu harem. Saat kita bersama, kau akan menjadi satu satunya wanita di ranjang Ku"
Kedua tangan Michelle gemetar, Dan ia buruk buruk meletakkan menu untuk menyembunyikannya "kau terlalu cepat menyimpulkan" katanya ringan, berusaha melawan bara yang terpancar Dari lelaki itu.
Aku tidak meyimpulkan apapun. Aku merencanakan hal itu". Suara John terdengar datar, penuh keyakinan maskulin. Ia punya alasan untuk yakin, berapa banyak wanitav yang pernah menolaknya?. Lelaki itu memancarkan sensasi maskulin yang tinggi, yang setidaknya sama menggoda nya seperti teknik teknik pada perayu ulung. Dan menurut kabar yang didengar Michelle, John juga ahli dalam hal itu. Memandang John saja sudah cukup membuat wanita bertanya tanya, membuat mereka bekhayal seperti apa rasanya tidur dengan lelaki itu.
"Michelle, Darling!"
Tubuh Michelle langsung bergidik mendengar frase khas itu, meskipun kata kata itu diucapkan oleh seorang wanita ceria, bukan suara laki laki yang lebih berat. Michelle menoleh cepat, bersyukur at as pengalihan perhatian yang tak terduga itu, meskipun membenci oanggilan sayang itu. Namun ketika mengenali orang yang memanggilnya, rasa syukur itu berubah menjadi sopan santun belaka. Wajahnya tampak begitu datar hingga wanita itu tidak menangkap perubahan Samar pada ekspresi Michelle.
"Hello, Bitsy, apa kabar?" Tanya Michelle sopan sementara john berdiri Dari kursinya "ini john Rafferty, tetanggaku. John, ini bitsy summer, Dari palm beach. Kami sekolah di universitas yang sama."
Mata Bitsy langsung berbinar binar ketika memandang john, lalu mengulurkan tangannya "senang bertemu dengan and a Mr.Rafferty".
Michelle tahu Bitsy tidak akan memulai percakapan, tapi ia sempat melihat sekilas rasa geli di mata John ketika lelaki itu dengan lembut menerima tangan bitsy Yang terawat sempurna fan berhiaskan berlian. Tentu aja John juga melihat bagaimana bitsy menatapnya, dengan tatapan yang mungkin sudah diterima lelaki itu sejak masa puber.
" Mrs.summer" gumam John, ketika dilihatnya cincin kawin bertahtakan berlian di tangan kiri wanita itu "maukah and a bergabung dengan kami?"
"Mungkin sebentar saja" desah bitsy sambil duduk dikursi yang ditarik john untuk nya "suamiku Dan aku berada d sini bersama beberapa kenalan bisnis Dan istri istri mereka. Suami Ku bilang ada baik nya bersosialisasi dengan mereka sesekali, jadi terbanglah kami kemari pagi ini. Michelle sayang, sudah lama aku tidak melihat mu !! Apa yang kau lakulan disini?"
"Aku tinggal di utara kota ini" jawab Michelle
"Kau harus bertandang kerumahku, beberapa hari yang lalu seseorang mengatakan sudah lama sekali kami tidak melihatmu ! Kami mengatakan pesta fantastic di villa Howard cassa bukan kemarin, seharusnya kau datang."
"Banyak yang harus kukerjakan akhir akhir ini, tapi terimakasih at as undangan mu" Michelle tersenyum pada bitsy. Ia tahu bitsy tidak mengundangnya secara pribadi untuk mengunjungi mereka; mungkin karena ada yang mengungkit hal itu, atau salah satu teman lamanya penasaran mengapa Michelle meninggalkan lingkaran pergaulan mereka.
Bitsy mengangkat bahu dengan anggun "oh kerja, peduli setan. Biar kan saja orang lain mengerjakannya selama satu bulan atau lebih. Kau perlu bersenang senang! Datang lah ke kota, Dan anak Mr.Rafferty bersama mu". Pandangan bitsy kembali kepada john, Dan tatapan lapar yang tidak disadari itu kembali menyelinap kedalam mata wanita itu " and a pasti menyukainya, Mr.Rafferty. aku janji, semua orang perlu istirahat Dari pekerjaan nya sesekali, bukankah begitu?".
Kedua Alis john terangkat "sesekali"
"Bisnis macam apa yang kau geluti?"
"Ternak. Peternakan Ku bersebelahan dengan peternakan Michelle".
" oh, seorang rancher !"
Dari senyum konyol bitsy Michelle tahu wanita itu tenggelam dalam khayalan romantic akan pada koboy Dan kuda yang selalu dikaitkan sebagian besar orang dengan pekerjaan dipeternakan. Orang orang itu mengabaikan atau sama sekali tidak membayangkan pekerjaan ekstra berat yang harus dilakukan untuk bisa membangun peternakan yang sukses. Atau mungkin saja sang rancher Dan bukannya peternakan itu sendiri yang membuat bitsy bersemangat. Bitsy menatap john seakan bisa melahap lelaki itu hidup hidup. Michelle menyembunyikan kedua tangannya yang mengepal diatas pangkuannya, karena ia harus menahan hasrat untuk menampar bitsy keras keras agar wanita sialan itu tidak berani memandang john Rafferty lagi.
Untung saja sopan santun memaksa bitsy untuk kembali kemejanya sendiri setelah beberapa saat. John memandangi wanita itu melenggang di antara meja meja, kemudian memandang Michelle dengan tatapan geli "memang nya siapa Yang akan memanggil wanita dewasa dengan nama bitsy?"
Sulit rasanya untuk tidak ikut merasa geli "kurasa nama sebenarnya Elisabeth, jadi bitsy nama panggilan yang cukup beralasan. Tenti saja dia juga merupakan mahasiswi paling kaya di kampus, jadi nama itu cocok."
"Kurasa bisa jadi itu indikasi kemampuan otaknya" sahur john pedas. Setelah itu pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka, hingga john kembali mengalihkan perhatian nya ke daftar menu.
Michelle bersyukur bitsy tidak bisa bergabung dengan mereka cukup lama. Wanita itu salah satu biang gossip paling parah Yang pernah dikenalnya, Dan saat ini Michelle tidak ingin mendengar gossip terahir tentang teman teman mereka. Teman teman bitsy tidak memiliki ikatan yang kuat dengan lingkungannya Dan terlalu sibuk bersenang senang Dan Michelle selalu menjaga jarak Dari mereka. Meskipun hal itu tidak selalu berhasil dilakukannya, paling tidak Michelle tidak terseret pergaulan dengan orang orang itu.
Setelah makan siang john bertanya apakah Michelle keberatan menunggu sementara john menghubungi salah satu rekan bisnisnya. Michelle sudah ingin memprotes, tapi kemudian ia ingat bahwa para pekerja john telah mengurus ternaknya hari ini, jadi ia tak punya alasan untuk cepat cepat kembali Dan seaunhguhnya ia senang bisa berlibur sejenak, ketegangan fisik yang dialaminya selama ini mulai mempengaruhinya. Lagi pula ini satu satunya kesempatan paling lama yang ia miliki untuk bisa berduaan dengan john Dan Michelle enggan mengahiri hari ini. Mereka tidak bertengkar, Dan kalau Michelle mengabaikan keyakinan angkuh john bahwa mereka akan bercinta, hari itu bisa dikatakannya lumayan tenang.
"Aku tidak terburu buru untuk pulang kepeternakan" katanya, membiarkan john yang memutuskan kapan mereka akan pulang.