Anisa sedang mencari sosok laki-laki yang siang ini menelponnya dan mengajaknya bertemu di restoran yang dekat dengan pengadilan. Anisa menoleh ke kanan dan ke kiri, dia melihat laki-laki berjas Hitam yang sangat mencurigakan. Lelaki itu mengenakan masker dan kacamata. Anisa mendekati lelaki itu, dan benar. Lelaki itu yang dia cari. "Mas Damar?" Tanya Anisa kepada lelaki yang sedang menunduk dan membenarkan kaca mata yang dia kenakan. Damar mengangkat kepalanya, dia melepas kacamata dan maskernya, lalu dia tersenyum kepada Anisa. Anisa membalas senyuman Damar dengan anggukan kepala. "Duduk, Sa. Lama kita tidak ketemu. Bagaimana kabarmu?" Tanya damar dengan ramah. Anisa tidak kaget dengan keramahan lelaki di depannya. Karena selain ramah, damar juga orangnya cepat akrab. "Seperti yang

