"Hei tuan! Apakah kau mendengarkan perkataanku! Jangan ajak anakku bermain hujan denganmu lagi!" Bentak seorang ibu yang anaknya aku ajak bermain hujan dihalaman rumah Agusta untuk mengusir kebosanan. Tapi aku abaikan, mataku sibuk menatap ke jendela lantai 2, dimana Elanorku sedang bercinta dengan Agusta, pria b******k itu menatapku menantang seolah-olah ingin menunjukan kepemilikan atas milikku. AKU TIDAK TERIMA! ELANOR MILIKKU!! Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung berlari ke pintu depan, mencoba membukanya, tapi terkunci. "Jangan meremehkan yang mulia Marvis!" Ucapku monolog, lalu berpindah ke jendela rumah Agusta, ternyata terkunci juga. Namun aku tidak menyerah begitu saja, aku pun mencoba membuka semua pintu dan jendela yang tersedia, melempari kaca jendela rumah Agusta dengan

