Kutatap wanita di hadapan dengan mata menyipit. "Apa? Apa maksudmu?" "Iya, Mas. Aku mau kita sama-sama lagi kaya dulu. Sangat sulit melupakan cinta pertama, semakin ingin kulupakan aku semakin tersiksa. " "Kamu gila, May? Aku pikir kamu sangat marah dan membenciku." "Iya, tapi Mas sudah menebus semuanya. Dengan hutang-hutang, Mas yang menumpuk. Dengan hancurnya RT Mas. Itu semua adalah bentuk rasa kesalku. Dan Mas sudah menebusnya." "Apa?!" Aku tidak mengerti maksud Mayang. Semua kesalahan itu pure aku yang melakukan, kenapa dia mengucap seperti itu? Apa dia hanya tak ingin aku merasa bersalah lalu mau menerimanya. "Mas. Kita bisa lupakan masa lalu dan mulai dari awal lagi. Aku sudah punya bisnis dan berdiri dengan kakiku sendiri. Bukan kah Mas dulu meninggalkanku karena aku miskin,

