Otak Lansa seakan mengepul. Ia merasa tak sanggup lagi melawan dirinya sendiri, maka laki-laki itu memutuskan untuk keluar dari biliknya, meninggalkan Yiska meringkuk di bawah hangatnya selimut tidurnya. Kehangatan yang mungkin mulai dirasakan gadis itu membuatnya mulai nyaman. Lansa laki-laki normal, yang tak kan sehebat itu memerangi nafsunya sendiri, tapi setidaknya Lansa mengambil langkah yang tepat, yakni dengan meninggalkan Yiska. Membiarkannya istirahat dan menahan diri untuk tak melakukan sesuatu yang berlebihan yang nantinya mungkin akan disesalinya terhadap gadis itu. * * * Pagi ini, terlihat kesibukan yang melebihi hari-hari biasanya. Beberapa perempuan hilir mudik di sekitar rumah besar Lewanu, sementara beberapa penduduk laki-laki ada yang berada di belakang rumah

