Pagi ini Yiska mengikuti Aruma untuk datang ke rumah Hastin, seorang penjahit baju pernikahan satu-satunya yang ada di lembah Cherokee ini. Kemarin lusa, Yiska dan Aruma sudah datang ke sini. Namun, perempuan itu sedang pergi ke kota untuk mencari beberapa bahan untuk keperluan menjahit. Aruma mengetuk pintu rumah Hastin yang disambut oleh senyum manis seorang wanita muda. “Hei, Hastin!” Bibi Aruma menyapa begitu wanita muda itu membukakan pintu. “Hai, Bibi Aruma.” Hastin menjawab ramah. Tapi pandangan matanya menatap takjub ke arah Yiska, yang berdiri tak jauh dari Bibi Aruma. “Perkenalkan, ini Yiska, calon istri Lansa.” Bibi Aruma memperkenalkan, seolah memahami apa yang ada dalam pikiran Hastin. “Oh, hai!” Hastin mengucap salam pada Yiska yang dibalas Yiska dengan senyum manis. Has

