Semua penduduk yang hadir dalam perhelatan yang digelar oleh Lansa itu memusatkan perhatiannya pada suara kuda yang datang dengan berderap. Semua tertuju pada satu arah. Lalu sebagian besar mendesah gelisah ketika mereka menyadari siapa yang datang. Hulubalang Meka. Entah bagaimana awalnya ketika akhirnya Hulubalang Meka memutuskan untuk hadir pada pernikahan Lansa, meski tanpa undangan sekalipun. Hal yang lebih mengejutkan, Meka datang hanya dengan beberapa orang, dengan berkendara kuda, serta membawa beberapa kotak hadiah yang sepertinya sengaja dibawa dari pemukiman Zuni. Lewanu bangkit dengan salah tingkah untuk menyambut kedatangan Meka. Bagaimanapun, mereka adalah kawan lama dan sekarang gagal menjadi keluarga. “Selamat datang, Meka. Maaf, ini di luar dugaan, jadi aku tak sempat

