Yiska meronta hendak melepaskan diri dari kungkungan dan dekapan Lansa yang sangat kuat, namun siapapun tahu bahwa ini tak semudah yang Yiska inginkan. Lansa nyaris tak bisa menghentikan kegilaannya, maka Yiska menggigit bibir laki-laki itu yang terus saja menyesap bibirnya tanpa peduli bahwa Yiska nyaris kehabisan napas karenanya. “Awwh! Yiska!” Lansa merutuk ketika akhirnya dia terpaksa mengakhiri aksi brutalnya yang panas, sambil mendekap mulutnya yang terasa sangat nyeri akibat gigitan Yiska yang tak dia duga sama sekali. Yiska yang sedang terengah setelah lepas dari Lansa itu mencoba menenangkan diri dengan menghirup udara sebanyak yang diinginkan paru-parunya. “Kenapa kau menggigitku seperti macan liar?” Lansa menggeram sambil menatap tajam ke arah Yiska. Yiska menatap Lansa den

