Aleena yang mendengar nama mamanya disebut, seketika melihat ke arah pandangan semua orang. Matanya berkaca-kaca. Dia langsung menjalankan kursi rodanya ke arah Jasmine. “Mama … Mama, Aleena kangen Mama ….” “Aleena, anakku. Mama juga kangen banget sama kamu, Nak.” Jasmine langsung memeluk sang putri. Tangis haru kini memenuhi ruangan. Janetta dan Mahendra berlari menghampiri Jasmine. Mereka memeluk erat tubuhnya. Semua orang bergantian menghampiri Jasmine, kecuali Juna dan Anjani. Anjani sejak tadi ingin melangkahkan kaki menuju ke arah Jasmine, tetapi tangannya dicekal oleh Juna. Juna melarang sang istri yang sedang hamil besar agar tak menghampiri Jasmine. Bukan tanpa sebab dan tanpa alasan, tetapi karena Juna masih khawatir dengan mental sang adik. Dia takut jika Jasmine secara tiba

