2 tahun kemudian, Jasmine telah dibebaskan dari masa tahanan karena dia mendapatkan remisi dan potongan masa tahanan, sebab selama di dalam penjara dia berkelakuan baik. Jasmine menatap jalanan yang ramai dengan perasaan tak menentu. Tak ada satu orang pun anggota keluarga yang menjemputnya, karena selama ini memang tidak ada yang mengunjungi dan mempedulikannya. Petugas memberinya uang untuk ongkos pulang, tetapi dia bingung akan pulang ke mana. Dia merasa sudah tidak diharapkan oleh keluarganya. Jasmine berjalan menyusuri jalan sembari menunduk. Cuaca terlihat mendung. Awan hitam menggulung di atas langit. Rintik-rintik hujan kini mulai membasahi bumi. Jasmine menengadah menatap langit. Wajahnya dipenuhi air hujan yang mulai jatuh dengan deras. “Aku harus ke mana? Aku udah gak punya

