Farhan terkejut ketika mengetahui bahwa Bella-lah yang memberinya tisu. Bella duduk dengan santai, tapi tatapannya tak lepas dari wajah Farhan. “Kamu kenapa nangis, Pak Farhan? Apa kamu sedih melihat Anjani menikah dengan Juna. Kamu belum mengikhlaskannya?” Bella terus menatap. Farhan salah tingkah. Dia yang tadi tengah berdiri, akhirnya kembali duduk. Dia menghela napas dengan berat. “Jujur saja, aku memang belum bisa move on dari Anjani. Karena dia merupakan wanita pertama yang mengisi hatiku.” Bella terdiam. Wajahnya seketika berubah muram. “Itu artinya, Anjani adalah wanita yang sangat spesial untukmu, Pak Farhan?” “Nona Bella, bisakah kamu hanya memanggil namaku saja? Tidak usah memanggilku dengan sebutan bapak atau pak! Lagipula … usia kamu lebih tua daripada aku.” Mata Bella be

