Anjani dilarikan ke rumah sakit pribadi milik keluarga Juna. Ini untuk kedua kalinya dia dirawat di rumah sakit tersebut dalam kondisi hamil besar dan karena pendarahan. Juna memerintahkan seluruh tim medis pilihan di rumah sakitnya tersebut untuk memberikan penanganan terbaik. Sejak tadi ia gelisah dan berjalan kesana-kemari sembari menggigit-gigit buku jarinya. Begitu pula dengan anggota keluarga yang lainnya, mereka tampak cemas dan khawatir melihat keadaan Anjani. Juna sampai melupakan keberadaan kedua anaknya yang sejak tadi berdiri tak jauh darinya. Pandangan mereka tak lepas dari sang papa. “Papa ….” Akhirnya, Zain dan Faana memanggil sang papa. Mata kedua anak kembar itu sudah berair. Juna terperanjat. Dia baru menyadari keberadaan kedua anaknya. Juna menghampiri mereka, lalu m

