Bella melepaskan tangan Farhan dari bahunya, lalu membuka pintu dan ingin keluar. Namun, gerakan Farhan lebih cepat. Dia menarik lengan Bella. Tubuh Bella berbalik arah hingga keningnya terbentur d**a Farhan. “Bella, ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba sikap kamu kayak gini? Dan … mengapa kamu kembali membawa-bawa nama Anjani dalam hubungan kita? Tolong katakan dengan jelas, Bella. Jangan membuatku makin stres.” Suara Farhan kini merendah. Bella hanya menunduk. Bahunya terguncang. “Cukup, Farhan. Aku capek. Aku udah bilang lebih baik kita akhiri hubungan palsu kita ini.” “Hubungan palsu apa maksud kamu? Aku nggak ngerasa begitu. Aku tulus cinta sama kamu. Bella, please … jangan kayak anak kecil gini.” “Kenyataannya kamu emang nggak tulus cinta sama aku, Farhan. Kamu cintanya cuma sama

