Berubah Sikap

1127 Kata

Pagi itu, di pinggir pantai Desa Nelayan. Anjani dengan perut besarnya bersama kedua anak kembarnya, terlihat sedang sibuk menjemur ikan asin. Zain dan Faana terkadang berlari-lari sambil berkejar-kejaran. Mereka disukai banyak orang karena sangat menggemaskan. “Kakak, Adek, jangan lari-lari ke dekat laut. Takutnya kalian tenggelam dan terseret ombak, Nak.” Tangan Anjani sangat lihai menjemur ikan asin seraya matanya sesekali melihat ke arah kedua anaknya. “Iya, Mama.” Zain dan Faana menjawab bersamaan. Bibir Anjani menyunggingkan senyum. Dia sangat bersyukur, karena kedua anaknya selalu bisa beradaptasi di mana pun berada. Kini dia sudah mulai belajar menata kehidupan barunya, bukan berarti dia melupakan Juna, tetapi dia lebih ke berdamai dengan keadaan. Lima orang wanita mendekati An

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN