Demam

1162 Kata

Dengan susah payah Anjani berusaha membawa tubuh Juna untuk masuk ke dalam. Dia ingin meminta tolong pada orang lain pun tidak bisa, karena waktu sudah menunjukkan dini hari. Orang-orang pasti sedang lelap tidur. Tubuh berperawakan tinggi besar itu ia rebahkan di atas kasur, di samping si kembar. Anjani membuka baju Juna yang lembab, lalu ia pun melepaskan sepatu dan kaos kakinya. Darahnya berdesir ketika telapak tangannya tanpa sengaja menyentuh d**a bidang berbulu tipis di hadapannya. Bayangan ketika dulu Juna selalu menggagahinya dengan begitu buas, kini kembali memenuhi benaknya. Anjani menarik tangannya agar tidak menyentuh d**a Juna lagi, tetapi tangan Juna jauh lebih cepat memegang tangannya. Dengan mata terpejam dia menggenggam erat tangan mungil milik Anjani. “Jani, aku moho

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN