Anjani terperangah mendengarnya. Dia sungguh tak menyangka jika Bella akan mencemburuinya seperti itu. Ia merasa sedih karena mengingat sudah berapa wanita yang mencemburuinya. Jasmine, Andin, lalu sekarang Bella. Tiba-tiba wajah Anjani berubah sendu. Matanya berkaca-kaca hingga cairan bening menetes. Juna terkejut melihatnya. Dia memegang wajah sang istri. “Sayang, kamu kenapa? Kenapa kamu nangis? Sayang, jangan membuatku cemas.” Anjani menunduk. “Aku sedih.” “Sedih kenapa? Tadi kamu baik-baik aja. Bahkan tadi saat kita bercinta, mulutmu ini nggak berhenti mendesah.” Anjani kesal mendengarnya. Bibirnya langsung memberengut. Dia sedang bersedih, tapi suaminya malah membercandainya. Juna tertawa melihat bibir sang istri yang terlihat lucu. “Haha … aku ngomong bener, kan?” Juna terbahak

