Keesokan harinya, Juna membawa Anjani ke psikolog, untuk berkonsultasi. Setelah selesai, mereka pun pulang. Dan mulai saat itu, Anjani memulai semua saran dari sang psikolog. Dengan penuh kesabaran, Juna terus mendukung Anjani dalam proses pemulihan kesehatan sang istri dari traumatik. Hingga tanpa terasa, sudah dua bulan lamanya Anjani terus melakukan pemeriksaan ke psikolog. Selama dua bulan semenjak pernikahan mereka, Juna belum juga mendapatkan haknya sebagai suami. Sebab setiap dia menyentuh sang istri, maka Anjani akan memejamkan mata dan berteriak ketakutan. Namun, Juna tidak marah dan tidak mau egois. Dia tetap dengan sabar menghadapi dan mengatasinya. Kini, kedua anak kembarnya sudah memiliki kamar tidur masing-masing. Juna ingin mengajarkan kepada mereka untuk mandiri dengan ti

