Ruangan ini terlihat sunyi, bukan karena tidak ada orang tapi lebih ke tidak ada yang berani membuka suara, dimulai dari para pelayan yang sibuk dengan tugas masing-masing, dan juga Dira yang sedang harap harap cemas di sofa yang ia duduki. Takut tentu saja, ini adalah pertama kalinya Dira dan Andra bertengkar setelah mereka menjalin kasih selama ini, rasa takut saat melihat Andra menghukum dan membunuh dulu kalah dengan saat ini, ditambah lagi jika seandainya Andra tau jika Dira pergi dengan seorang pemuda tidak bisa Dira bayangkan apa yang akan terjadi. "Huh, tenang Dir, tenang ok, ini cuman Andra dia gak mungkin bakal bunuh Lo kan". Dira mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Ada urusan apa?". Suara berat yang sudah beberapa hari ini tidak Dira dengar kini masuk kedalam indra pendenga

