“Mama mau menikah? Dengan Om Suryo?” Anak lelaki itu membesarkan bola mata, raut terkejut terlihat jelas di wajahnya. Meskipun usia Cakra belum cukup dewasa untuk itu, Laras tetap saja meminta pendapat putranya. Menikah bukan urusan dia dan calon yang akan menikahinya, namun juga akan menjadi urusan kedua anaknya. “Bagaimana menurutmu? Om Suryo melamar mama untuk menjadi istrinya. Dia berjanji akan menyayangi kita.” Laras balik bertanya. Keputusan Cakralah yang akan menjadi penentu jawabannya pada Suryo. Jika Cakra setuju maka dia akan menerima lamaran tersebut. “Om Suryo baik, selama ini dia selalu tepat janji. Tidak seperti….” Anak itu menggantung ucapannya, ada raut sesal dan kecewa yang terlintas di wajah polosnya. Dia kemudian menunduk, dalam keadaan seperti itu Laras tahu pasti ap

