Lamaran Suryo

1284 Kata

“Apa ini, Pak?” tanya Laras berhati-hati. Cakra dan Lentera sudah masuk ke kamarnya setelah perut mereka terisi penuh dengan makanan yang dibawakan Suryo. Dipastikan kedua anak itu sudah tertidur lelap karena kekenyangan. “Cincin, aku mau melamarmu dan memintamu untuk menjadi istriku,” jawab Suro dengan tenang. Laras menjadi tergagap, duduknya menjadi tidak tenang seiring dengan perasaannya yang gelisah. Keringat dingin turun begitu saja di dahinya. “Ta-tapi?” “Jangan takut seperti itu, aku melamarmu bukan menghukummu.” Suryo yang tahu kalau Laras salah tingkah mencoba untuk menenangkan. “Bu-bukan seperti itu. Ta-tapi… kenapa bapak melamarku?” tanya Laras akhirnya. “Karena aku ingin menjadikan kamu istriku.” Se-simple itu jawaban Suryo atas pertanyaan Laras, namun Laras masih merasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN