Baru saja Laras sampai di toko, Ranti sudah mengejarnya. “Ras, Laras… ada yang mau aku tanyakan,” serunya tidak sabaran. “Tanya apa, Ran?” ucap Laras pelan, dia letakkan tas kecil miliknya di bawah meja kasir. Kemudian dia mengangkat satu barang yang akan dia letakkan di teras depan toko. Masih ada beberapa barang yang belum di tata di depan toko. Ranti menguntit dari belakang, masih ingin menanyakan sesuatu pada Laras. “Ras, kamu kemaren malam kemana?” tanya Ranti lagi. Laras terdiam, gerakannya sempat terhenti setelah meletakkan barang yang dia bawa di lantai toko. “Maksudmu?” tanyanya dengan dua alis saling bertaut. “Aku sebenarnya tidak mau terlalu kepo dengan masalah pribadimu, tapi….” Ranti menggigit bibir bawahnya, seakan ragu untuk menyampaikan pada Laras. “Ada apa? jangan

